" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 25 November 2016

Air Kencing Bayi Perempuan Wajib Dicuci, Namun Bayi Lelaki Cukup Dipercikkan Air



Jika kita memiliki anak bayi lelaki, maka kita cukup memercikkan air saja ketika membersihkan pakaian dari air kencingnya. Berbeda dengan air kencing bayi perempuan, maka dia harus dicuci dengan air. Hal tersebut sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.


Dari Abu As-Samh radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 


يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ الْجَارِيَةِ، وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ الْغُلَامِ


“Air kencing bayi perempuan dicuci, namun air kencing bayi lelaki dipercikkan air” (HR. Abu Daud)


Sebab hadits ini terucap, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menggendong Hasan atau Husain dan kemudian dia kencing di pangkuan nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian Abu As-Samh (beliau adalah pembantu Rasulullah) ingin mencucinya dengan maka Rasulullah mengucapkan hadits ini. 



Namun kapan batasan air kencing bayi laki-laki masih boleh untuk dipercikkan saja tanpa harus dicuci? Batasannya adalah selama bayi itu belum makan dan masih membutuhkan asi, maka boleh air kencingnya dipercikkan saja. Namun jika dia sudah besar dan asupan gizinya sudah mulai beranjak ke makanan, maka air kencingnya harus dicuci dengan air dan tidak cukup hanya dipercikkan saja. 


Hal tersebut sebagaimana yang telah diriwayatkan dari Ummu Qais bintu Mihsan radhiyallahu anha:


أَنَّهَا أَتَتْ بِابْنٍ لَهَا صَغِيرٍ، لَمْ يَأْكُلِ الطَّعَامَ، إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَجْلَسَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجْرِهِ، فَبَالَ عَلَى ثَوْبِهِ، فَدَعَا بِمَاءٍ، فَنَضَحَهُ وَلَمْ يَغْسِلْهُ


“Bahwasanya dia datang kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membawa anak bayi laki-lakinya yang belum makan makanan. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menggendongnya di pangkuan beliau. Kemudian dia kencing di pakaian Rasulullah, maka beliau meminta air dan beliau memercikkannya saja tanpa mencucinya” (HR. Bukhari Muslim)

Jadi itulah penjelasan yang dapat disampaikan. Semoga yang sedikit ini bermanfaat, wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.


Penulis: Muhammad Abdurrahman Al Amiry

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :