" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 29 Oktober 2016

Keutamaan Sholat Subuh yang Jarang Kita Ketahui




Tak jarang banyak kaum Muslim yang lalai dalam mengerjakan sholat subuh. Mereka lebih memilih melanjutkan tidurnya ketimbang bangun untuk melaksanakan sholat. Jika kita melihat jumlah jamaah sholat subuh di Masjid, pasti akan terasa berbeda dibandingkan dengan jumlah jamaah yang hadir pada waktu sholat lainya.

Padahal, banyak keutamaan yang bisa didapat apabila seseorang mengerjakan sholat subuh. Tidakkah kita takut dikatakan sebagai orang yang munafik karena meninggalkan sholat subuh? Untuk menunaikan sholat subuh kita harus melawan rasa kantuk yang luar biasa serta bangkit untuk meninggalkan kasur yang empuk dan selimut. Di dalam adzan subuh juga ditambahkan kalimat “Assholaatu Khairum Minan Naum” yang artinya “Sholat itu lebih baik daripada tidur”.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sesungguhnya sholat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat isya dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak” (HR. Bukhari dan Muslim).

Sholat subuh mempunyai beberapa keutamaan, di antaranya:


1. Disaksikan oleh para Malaikat.

Orang yang melakukan sholat subuh berjamah di masjid akan disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan para malaikat yang bertugas di siang hari. Karena ketika waktu subuh tiba, bergantian para malaikat yang bertugas pada malam hari akan naik ke langit dan para malaikat yang bertugas pada siang hari turun ke bumi. Rasulullah SAW, bersabda:

وَتَجْتَمِعُ مَلَائِكَةُ اللَّيْلِ وَمَلَائِكَةُ النَّهَارِ فِي صَلَاةِ الْفَجْر ِ

Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada sholat fajar (subuh)” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Berada dalam jaminan Allah SWT.

Rasulullah SAW, bersada:

مَنْ صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدْرِكْهُ ثُمَّ يَكُبَّهُ عَلَى وَجْهِهِ فِي نَارِ جَهَنَّم

“Barangsiapa yang sholat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yangn Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukan, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam” (HR. Muslim).

3. Mendapatkan keutamaan sholat sepanjang malam.

“Barangsiapa yang sholay isya berjamah maka seolah-olah dia telah sholat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang sholat subuh berjamaah, maka seolah-olah dia telah sholat seluruh malamnya” (HR. Muslim).

4. Mengerjakan sholat subuh sebagai penyelamat dari neraka.

Rasulullah SAW, bersabda:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan sholat sebelum terbitnya matahari (yaitu subuh) dan sholat sebelum tenggelamnya matahari (yiatu sholat ashar)” (HR. Muslim).

5. Mendapatkan pahala haji atau umrah bila berdzikir hingga terbitnya matahari.

Bisa dibayangkan betapa besar ganjaran pahala yang didapatkan bila memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Keterangan tersebut dari Anasibn Malik Radhiallahu ‘anhu, dari Rasulullah SAW bersabda:

مَن صلى الغداة في جماعة، ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين، كانت له كأجر حجة وعمرة تامة، تامة، تامة

“Barangsiapa yang sholat subuh berjamah kemudian dia duduk berdzikir kepada Allah SWT hingga matahari terbit, lantas sholat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna” (HR. Tirmidzi).

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :