" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 29 Oktober 2016

Inilah Keutamaan Mengantar Mayat Ke Kuburan

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



                                                                                                            Semua manusia yang terlahir ke 
Inilah Keutamaan Mengantar Mayat Ke Kuburandunia ini, tercipta dari tanah. Namun, ia akan merasakan perjalanan hidup di dunia ini di atas tanah. Jika ajalnya telah tiba, maka ia pun akan dikembalikan lagi ke dalam tanah. Seperti itulah perjalanan hidup manusia. Berasal dari tanah dan kembali lagi ke tanah. Seseorang yang sudah diambil lagi nyawanya (meninggal dunia), maka ia harus dikuburkan. Ya, dikubur di dalam tanah. Hanya saja, merupakan sesuatu yang mustahil jika ia bisa mengubur dirinya sendiri. Maka, sudah menjadi kewajiban orang lain yang masih hidup untuk menguburkannya

Yang diwajibkan menguburkan mayat, tentu tidak semua orang. Melainkan hanya beberapa orang saja karena hukum aslinya adalah fardhu kifayah. Kendati demikian, seorang muslim tetap disunnahkan mengantarkan mayat ke kuburan. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Jenguklah orang sakit, dan antarkanlah dengan jenazah, niscaya jenazah tersebut mengingatkan kalian kepada akhirat,” (Diriwayatkan Muslim). 

Mengantarkan mayat menuju kuburan disunnahkan dengan berjalan cepat. Sebagaimana sabda Rasulullah, 

“Berjalanlah cepat. Jika mayatnya shalih, itu kebaikan yang kalian berikan kepadanya. Dan jika mayatnya tidak shalih, itu keburukan yang kalian buang dari pundak kalian,” (HR. Bukhari) 

Adapun keutamaan mengantarkan mayat ke kuburan, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 
  • “Barangsiapa mengikuti jenazah seorang Muslim dalam keadaan beriman dan mengharap pahala Allah dan ia bersama jenazah hingga jenazah dishalati dan selesai dikuburkan, maka ia kembali dengan membawa pahala dua qirath, satu qirathnya ialah sebesar Gunung Uhud. 
  • Barangsiapa menshalati jenazah, kemudian pulang sebelum jenazah tersebut dikuburkan, ia pulang dengan membawa satu qirath,” (Diriwayatkan Muslim) 

Demikianlah keutamaan yang akan diperoleh jika kita ikhlas mengantarkan mayat hingga ke kuburan. Sungguh luar biasa nikmat yang akan kita peroleh itu. Selain memperoleh pahala tersebut, hal itu juga menjadi berharga bagi diri kita, agar selalu ingat akan kematian. Hingga, kita menyadari bahwa tak ada yang perlu dibanggakan hidup di dunia ini. Karena cepat atau lambat, kita akan meninggalkan dunia yang semu ini. 

Referensi: Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim/Karya: Abu Bakr Jabir AlJazairi/Penerbit: Darul Falah

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :


alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :