" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 04 Oktober 2016

INGIN DOA ANDA TERKABUL?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



MAKNA DOA

Kata ad-du'a (yang diserap ke dalam Bahasa Indonesia menjadi doa) mengandung makna: menyeru, memohon dan mengharap karunia dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.

MENGAPA SEORANG HAMBA HARUS BERDOA HANYA KEPADA ALLAH SEMATA?

Allah Tabaraka wa Ta'ala menegaskan dalam Al-Qur'aan Al-Kariim agar seorang hamba senantiasa berdoa kepada-Nya.

Selain itu, dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah Ta'ala juga berfirman: 

مَنْ لَا يَدْ عُو نِى اَغْضَبْ عَلَيْهِ

"Barangsiapa tidak berdoa kepada-Ku, Aku murka kepadanya." (Hadits Qudsi Riwayat 'Askari dari Abu Hurairah dengan sanad hasan).

Allah adalah Rabb Alam Semesta, yang menciptakan segala yang ada. Allah yang memberikan hidup (meniupkan ruh) kepada manusia sehingga ia hidup dan wujud di alam dunia. Kemudian, Allah juga memberikan kehidupan (memberikan rizqi, pasangan hidup, derajat dan karunia lain yang tiada terhingga). Karunia yang demikian besar itu diberikan dengan cuma-cuma kepada manusia. Namun demikian, seorang hamba haruslah menyadari sesadar-sadarnya bahwa tujuan Allah menciptakannya tidak lain agar ia hanya beribadah kepada Allah, Tuhan yang menciptakannya, yang memberinya hidup dan kehidupan ini.


KEUTAMAAN DAN KEMULIAAN DOA

Berdoa adalah ibadah dan karenanya ia menjadi hal terpenting bagi seorang hamba dalam hal mengokohkan keimanannya kepada Allah serta untuk memenuhi kebutuhan ruhaniyahnya.  Doa itu seumpama obat bagi penyakit ruhaniyah bahkan bila doa yang disampaikan mustajabah, maka sebuah doa yang dipanjatkan dengan kesungguhan dan memenuhi syarat-syarat keterkabulan doa bisa mempunyai kekuatan yang luar biasa.

1. KEDUDUKAN DOA SANGAT MULIA DI SISI ALLAH

"Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta'ala daripada doa." (HR. Tirmidzi)

2. ALLAH MERASA MALU BILA TIDAK MENGABULKAN DOA

"Sesungguhnya Allah Maha Hidup dan Maha Mulia, Dia merasa malu apabila seseorang mengangkat kedua tangannya kepada-Nya dan kembali dalam keadaan kosong tidak membawa hasil." (HR. Tirmidzi)

3. DOA ADALAH PENANGKAL TAKDIR, KEBAIKAN MENAMBAH USIA

"Seorang hamba benar-benar terhalang dari rizqi karena dosa yang dilakukannya, tidak ada penangkal takdir selain doa dan tidak ada yang menambah usia selain kebaikan." (HR. Ahmad)



ADAB BERDOA AGAR TERKABUL

Ada beberapa hadits yang berisi hal-hal yang berkaitan dengan syarat-syarat akan keterkabulan doa, di antaranya adalah:

1. BERDOA DENGAN PENUH KEYAKINAN

"Berdoalah kamu kepada Allah dan yakinlah bahwa doamu akan dikabulkan. Ketahuilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak akan mengabulkan doa dari orang yang lalai dan tidak bersungguh-sungguh." (HR. At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah ra)

"Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka hendaklah dia percaya atas doanya." (HR. Ibn 'Adi dari Abu Hurairah ra.)

2. JANGAN BERDOA UNTUK PERBUATAN DOSA ATAU UNTUK PEMUTUSAN HUBUNGAN SILATURAHIM

"Tidak ada seorang pun yang berdoa kecuali doanya akan dikabulkan baik pengabulannya itu disegerakan di dunia ini, atau diakhirkan hingga di akhirat kelak. Atau dengan adanya doa itu akan dihapuskan dosa-dosanya sebanyak doa yang dipanjatkannya selama dia tidak berdoa untuk melakukan dosa atau memutuskan silaturahim. Atau dia sendiri minta diakhirkan dengan kata-katanya, 'Aku telah berdoa kepada Tuhan, tetapi Dia tidak memperkenankan doaku.'" (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.)

3. BERDOA SAAT DIBERIKAN KEMUDAHAN

"Barangsiapa yang ingin agar doanya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika dia menghadapi kesulitan dan kesusahan, maka hendaklah dia memperbanyak doa ketika berada dalam kesenangan." (HR. Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah ra.)

4. ALLAH SENANG MENDENGARKAN DOA ORANG MUKMIN

"Sesungguhnya Jibril adalah malaikat yang diutus untuk memenuhi segala keperluan manusia. Jika ada orang kafir yang berdoa, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepanya, 'Hai Jibril segera penuhi keperluannya, karena sesungguhnya Aku tidak senang  mendengarkan  doanya.' Apabila ada seorang hamba Mukmin yang berdoa, maka Dia berfirman, 'Hai Jibril, tunda dulu keperluannya, karena sesungguhnya aku amat senang mendengarkan doanya. (HR. Ibn an-Najjar dari Jabir ra.)

5. MEMULAI DOA DENGAN PUJIAN KEPADA ALLAH DAN BERDOA SESUAI DENGAN KEPERLUANNYA

"Jika kamu berdoa, maka hendaklah dia memulai doanya dengan pujian terhadap Allah Subhanahu wa Ta'ala, kemudian hendaklah dia berdoa sesuai dengan keperluannya." (HR. Abu Dawud, At-timidzi, Ibn Hibban, Al-Hakim dan Baihaqi dari Fudhalah bin 'Ubaid ra)

6. BERSHALAWAT SEBELUM BERDOA

"Semua doa terhalang kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sampai dibacakan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya." (HR. Abu asy-Syaikh dari Ali ra.)

7. MENGAMINKAN DOA

"Tidaklah manusia berkumpul lalu sebagian di antara mereka berdoa, dan sebagian yang lain mengamininya, kecuali doa mereka akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. Ath-Thabrani, Al-Hakim, Al-Baihaqi dari Hubaib bin Salamah al-Fihri ra.)

8. BERDOA DENGAN MENENGADAHKAN TANGAN

"Mintalah kepada Alla Subhanahu wa Ta'ala dengan telapak tangan kalian, dan jangan kalian memohon doa dengan punggung tangan kalian. Setelah itu, usapkan telapak tangan itu ke wajah kalian." (HR. Abu Dawud dan Al-Baihaqi dari Ibn 'Abbas ra.)

9. BERDOA UNTUK KEBAIKAN, BUKAN UNTUK KEJELEKAN

"Janganlah kalian mendoakan diri kalian sendiri kecuali kebaikan, karena sesungguhnya para malaikat akan mengamini apa yang kamu katakan." (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud dari Ummu Salamah)

"Janganlah kamu mendoakan jelek bagi dirimu sendiri, anak-anakmu, pembantu-pembantumu, dan janganlah kamu berdoa atas harta kekayaanmu yang tidak sesuai dengan hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika menerimanya, karena doa itu akan dikabulkan untukmu." (HR. Abu Dawud dari Jabir ra.)

10. BERDOA YANG SINGKAT TETAPI BERMAKNA, TIDAK BERTELE-TELE

"Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah senang dengan doa yang singkat tapi bermakna dalam dan luas, dan beliau meninggalkan di antara itu (panjang tapi tidak bermakna atau bertele-tele)." (HR. Ahmad)

11. JANGAN TERBURU-BURU

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: '(Doa) kalian akan dikabulkan selagi tidak terburu-buru, dengan mengatakan: 'Aku sudah berdoa, tetapi (mengapa) tidak segera dikabulkan." (HR. Bukhari)


ADAB BERDOA MENURUT IMAM AL-GHAZALI

Adab berdoa menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin adalah sebagai berikut.
  1. Doa dilakukan pada waktu yang mulia, seperti pada: Hari Arafah, Bulan Ramadlan pada waktu sahur, dan Hari Jumat;
  2. Doa dilakukan dengan cara yang khidmah, seperti pada waktu sujud, ketika hati tenang dan bersih dari gangguan syaithan;
  3. Doa sebaiknya menghadap kiblat dan mengangkat tangan;
  4. Doa hendaknya dengan merendahkan suara sekedar dapat didengar sendiri atau orang yang ada di sisinya;
  5. Doa hendaknya memakai bahasa yang sederhana yang menunjukkan kerendahan hati. Lebih diutamakan doa-doa yang berasal dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam atau shahabat atau tabi'in, yakni doa yang ma'tsur;
  6. Merendahkan  diri dan menundukkan hati (khusyu' dan khudlu');
  7. Meyakini doanya pasti dikabulkan Allah, tidak kecewa atau gelisah apabila doanya belum dikabulkan;
  8. Mengulangi doa sampai tiga kali, dengan penuh keyakinan;
  9. Memulai dua dengan menyebut Nama Allah, alhamdulillah, dan shalawat atas Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam ;
  10. Melaksanak adab batin yang menjadi pokok sebab-sebab diperkenankan doanya, yaitu melakukan taubat sebelum berdoa, menghadapkan diri sepenuhnya kepada Allah, makan minum dan berpakaian dari yang halal, tidak berdoa yang mustahil atau mencelakakan orang.
Ada kemungkinan doa yang tidak terkabul adalah doa yang tidak memenuhi syarat dan adab berdoa atau ada 'hikmah' yang tersembunyi dan hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang mengetahuinya.




TEMPAT DAN WAKTU YANG MUSTAJABAH

Ada baiknya berdoa pada waktu dan tempat tertentu seperti yang dikhabarkan oleh hadits-hadits berikut.

1. SAAT BERTEMPUR DI JALAN ALLAH, SAAT TURUN HUJAN, SAAT IQAMAH DAN SAAT MELIHAT KA'BAH

"Pintu-pintu langit dibuka dan doa-doa dikabulkan pada empat keadaan, yaitu pada saat pertemuan antara barisan yang bertempur di jalan Allah (dengan musuh), saat hujan turun, saat iqamah shalat, dan saat melihat ka'bah." (HR. Thabrani dari Abu Umamah ra.)

2. SETIAP SELESAI MELAKUKAN SHALAT FARDU

"Barangsiapa yang memiliki keperluan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka hendaklah dia berdoa setiap kali selesai melakukan shalat fardu." (HR. Ibnu 'Asakir dari Abu Musa ra)

3. DOA PEMIMPIN YANG ADIL, ORANG BERPUASA HINGGA BERBUKA, ORANG YANG DIZALIMI

"Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi. Doa mereka akan diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit akan dibukakan. Ketika itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 'Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu sebentar lagi.'" (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibn Majah dari Abu Hurairah ra.)

4. DOA ANTAR-SESAMA MUSLIM

"Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa diketahui olehnya akan dikabulkan. Di kepalanya ada seorang malaikat yang diutus kepadanya. Setiap kali dia berdoa untuk kebaikan saudaranya, maka malaikat itu akan berkata, 'Amin, dan engkau juga memiliki hal yang serupa dengannya.'" (HR. Ahmad, Muslim dan Ibn. Majah dari Abu ad-Darda ra.)

5. SEPERTIGA MALAM TERAKHIR

"Tuhan kita, Allah Subhanahu wa Ta'ala, turun ke langit dunia setiap malam, yaitu pada sepertiga malam terakhir. Dia berfirman, 'Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan doanya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.'" (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibn Majah dari Abu Hurairah ra.)

"Jarak yang paling dekat antara Tuhan dan hamba-Nya ialah pada sepertiga malam terakhir. Jika engkau bisa berdzikir kepada Allah pada waktu itu, lakukanlah." (HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Al-Hakim dari 'Amir bin 'Anbasah ra.)

6. SAAT DIDIRIKAN SHALAT

"Apabila didirikan shalat maka akan dibukakan pintu-pintu langit dan dikabulkan doa." (HR. Ahmad)

7. DOA ANAK SHALIH KEPADA ORANG TUANYA

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: 'Jika seseorang meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendoakannya.'" (HR. Tirmidzi)


BERDOA DENGAN AL-ASMA' AL-HUSNA

Allah 'Azza wa Jalla dengan keagungan-Nya memiliki Nama-nama Yang Agung (al-asma' al-husna). Dia mengajarkan kepada kita agar menggunakannya untuk berdoa kepada-Nya.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barang siapa menghafalnya, maka dia akan masuk surga. Dia adalah ganjil dan menyukai yang ganjil." (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala memiliki sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa yang menyebutnya berulang-ulang, maka dia akan masuk surga, yaitu:

HUWALLAHULLADZI LAA ILAAHA ILLA HUWA 
  1. Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih);
  2. Ar-Rahiim (Yang Maha Penyayang);
  3. Al-Malik (Yang Maha Merajai);
  4. Al-Qudduus (Yang Mahakudus);
  5. As-Salaam (Yang Mahasejahtera);
  6. Al-Mu'min (Yang Maha Pemelihara Ketentraman);
  7. Al-Muhaimin (Yang Maha Penjaga);
  8. Al-'Aziiz (Yang Maha Perkasa);
  9. Al-Jabbar (Yang Mahakuasa);
  10. Al-Mutakabbir (Yang Mahabesar);
  11. Al-Khaliq (Yang Maha Pencipta);
  12. Al-Bari' (Yang Maha Pencipta);
  13. Al-Mushawwir (Yang Maha Pemberi Rupa);
  14. Al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun);
  15. Al-Qahhar (Yang Mahakuasa);
  16. Al-Wahhab (Yang Maha Pemberi Karunia);
  17. Ar-Razaaq (Yang Maha Pemberi Rizqi);
  18. Al-Fattah (Yang Maha Pembuka);
  19. Al-'Aliimu (Yang Mahatahu);
  20. Al-Qaabidl (Yang Maha Pengawas);
  21. Al-Basith (Yang Mahaluas);
  22. Al-Khafidl (Yang Mahakuasa);
  23. Ar-Rafi' (Yang Mahatinggi);
  24. Al-Mu'izz (Yang Maha Memuliakan);
  25. Al-Mudzill (Yang Maha Menghinakan);
  26. As-Sami' (Yang Maha Mendengar);
  27. Al-Bashir (Yang Maha Melihat);
  28. Al-Hakam (Yang Mahabijaksana);
  29. Al-'Adl (Yang Mahaadil);
  30. Al-Lathif (Yang Mahalembut);
  31. Al-Khabir (Yang Maha Mengetahui);
  32. Al-Halim (Yang Maha Pemurah);
  33. Al-'Adhim (Yang Mahaagung);
  34. Al-Ghafuur (Yang Maha Pengampun);
  35. Asy-Syakuur (Yang Maha Membalas Kebaikan);
  36. Al-'Aliyy (Yang Mahatinggi);
  37. Al-Kabiir (Yangbesar);
  38. Al-Hafiidh (Yang Maha Penjaga);
  39. Al-Muqiit (Yang Maha Penjaga);
  40. Al-Hasiib (Yang Maha Mencukupi);
  41. Al-Jaliil (Yang Mahaagung);
  42. Al-Kariim (Yang Mahamulia);
  43. Ar-Raqiib (Yang Maha Pengawas);
  44. Al- Mujib  (Yang Maha Pengabul Doa);
  45. Al-Wasi' (Yang  Mahaluas);
  46. Al-Hakiim (Yang Mahaarif);
  47. Al-Waduud (Yang Maha Penyayang);
  48. Al-Majiid (Yang Mahamulia);
  49. Al-Baa'its (Yang Maha Pembangkit);
  50. Asy-Syahiid (Yang Maha Penyaksi);
  51. Al-Haqq (Yang Mahabenar);
  52. Al-Wakiil (Yang Maha Penjamin);
  53. Al-Qawiyy (Yang Mahakuat);
  54. Al-Matiin (Yang Mahakukuh);
  55. Al-Waliyy (Yang Maha Penolong);
  56. Al-Hamiid (Yang Maha Terpuji);
  57. Al-Muhshii (Yang Maha Pelindung);
  58. Al-Mubdi' (Yang Maha Pencipta);
  59. Al-Mu'iid (Yang Maha Mengembalikan);
  60. Al-Muhyii (Yang Maha Menghidupkan);
  61. Al-Mumiit (Yang Maha Mematikan);
  62. Al-Hayy (Yang Mahahidup);
  63. Al-Qayyuum (Yang Maha Mandiri);
  64. Al-Wajiid (Yang Mahakaya);
  65. Al-Maajid (Yang Mahaluhur);
  66. Al-Waahid (Yang Mahaesa);
  67. Al-Ahad (Yang Mahatunggal);
  68. Ash-Shamad (Yang Maha Diminta);
  69. Al-Qaadir (Yang Mahakuasa);
  70. Al-Muqtadir (Yang Maha Penentu);
  71. Al-Muqaddim (Yang Maha Mendahului);
  72. Al-Muakhkhir (Yang Maha Mengakhirkan);
  73. Al-Awwal (Yang Mahaawal);
  74. Al-Akhir (Yang Mahaakhir);
  75. Adh-Dhaahir (Yang Mahadhahir);
  76. Al-Baathin (Yang Mahabathin);
  77. Al-Waalii (Yang Maha Penguasa);
  78. Al-Muta'aalii (Yang Mahatinggi);
  79. Al-Barr (Yang Mahabaik);
  80. At-Tawwaab (Yang Maha Penerima Taubat);
  81. Al-Muntaqim (Yang Maha Penyiksa);
  82. Al-'Afuww (Yang Maha Pengampun);
  83. Ar-Rauuf (Yang Maha Pemaaf);
  84. Al-Malikul-Mulk (Yang Maharaja);
  85. Dzul Jalali wal-Ikraam (Yang Maha Pemilik Keagungan dan Kemurahan);
  86. Al-Muqsith (Yang Mahaadil);
  87. Al-Jaami' (Yang Maha Penghimpun);
  88. Al-Ghanii (Yang Mahakaya);
  89. Al-Mughnii (Yang Maha Pemberi Kekayaan);
  90. Al-Maani' (Yang Maha Pembela);
  91. Adl-Dlaar (Yang Maha Pemaksa);
  92. An-Naaafi' (Yang Maha Pemberi Manfaat);
  93. An-Nuur (Yang Maha Bercahaya);
  94. Al-Haadii (Yang Maha Pemberi Petunjuk);
  95. Al-Badii' (Yang Maha Memulai);
  96. Al-Baaqii (Yang Mahakekal);
  97. Al-Waarits (Yang Maha Mewariskan);
  98. Ar-Rasyiid (Yang Maha Penuntun);
  99. Ash-Shabuur (Yang Mahasabar).   
    (HR. At-Tirmidzi, Ibn Hibban, Al-Hakim dan Baihaqi dari Abu Hurairah ra.)


    BAGAIMANA NABI SHALLALLAHU 'ALAIHI WASALLAM MEMULAI DOA?

    Berikut ini adalah beberapa bacaan yang sering dibaca oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebelum beliau memulai berdoa.

    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah memulai doanya dengan bacaan:


    "Mahasuci Tuhanku, Yang Mahatinggi dan Maha Pemberi."
    (HR. Ahmad dan Al-Hakim dari Maslamah bin al-Akwa' ra.)

    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Lazimkanlah membaca doa ini:


    'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang paling agung dan keridlaan-Mu yang paling besar.' karena sesungguhnya ia adalah salah satu nama  Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. Ath-Thabrani dari Hamzah bin 'Abdul Muthalib ra.)

    "Sesungguhnya Allah mempunyai satu malaikat yang ditugaskan kepada orang yang mengucapkan:


    'Wahai Yang Paling Mengasihi di antara segala yang mengasihi.' Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali, maka malaikat itu berkata, 'Sesungguhnya Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi telah menerima permohonanmu.'" (HR. Al-Hakim dari Abu Umamah ra.)

    "Doa Dzun Nun (Nabi Yunus as.) ketika berada dalam perut ikan paus ialah:



    'Tiada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dhalim.'
    Oleh karena itu orang Muslim yang berdoa dengannya akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Adh-Dhiya dari Sa'ad bin Abi Waqqash ra.)

    Dalam riwayat lain disebutkan bahwa berkenaan dengan doa Nabi Yunus as. ini  Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

    "Doa saudaraku, Yunus as. ini amat menakjubkan. Awalnya adalah tahlil, tengahnya adalah tasbih, dan akhirnya adalah pengakuan dosa. .... Oleh karena itu, tidak seorang pun yang dilanda kesusahan dan kesedihan, ditimpa bencana dan kemalangan, dan orang-orang yang memiliki hutang, yang berdoa dengannya kecuali doanya akan dikabulkan." (HR. Ad-Dailami dari 'Abdul Rahman bin 'Auf ra.)

    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berdoa dengan doa ini:



    'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan nama-Mu yang suci, baik, penuh berkah, dan yang paling Engkau cintai. Yang bila dipanjatkan doa kepada-Mu dengannya Engkau mengabulkan; bila Engkau diminta dengannya Engkau memberi; bila Engkau diminta kasih sayang Engkau pun mengasihi; dan jika Engkau dimintai jalan keluar dari kesulitan Engkau memberikan jalan keluar itu." (HR. Ibn Majah dari 'Aisyah ra.)


     WASILAH YANG MENJADIKAN DOA TERKABUL

    Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa ada Nama Allah yang apabila disebutkan di dalam doa seseorang, maka akan menjadi wasilah doa itu akan dikabulkan oleh Allah Tabaraka wa Ta'ala.

    "Pada suatu hari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepada 'Aisyah, 'Aisyah, apakah engkau tahu bahwa Allah telah menunjukkan kepadaku nama yang bila dipergunakan untuk berdoa maka doa itu akan dikabulkan?'
    Aisyah menjawab, 'Demi bapakku, engkau dan ibuku. Wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ajarkanlah hal itu kepadaku.'
    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, 'Sesungguhnya hal itu tidak layak bagimu, Aisyah.'
    Aisyah terus mendesak, 'Wahai Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, ajarkanlah hal itu kepaku.'
    Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, 'Sungguh hal itu tidak untuk kuajarkan kepadamu, Aisyah. Sesungguhnya engkau tidak layak meminta sesuatu dari dunia ini dengan nama itu.'
    Selanjutnya Aisyah mengatakan, 'Setelah itu aku beranjak dari tempat duduk dan berwudlu, kemudian shalat dua rakaat, lalu berdoa:



    'Ya Allah, sesungguhnya aku berdoa kepada-Mu, ya Allah. Aku berdoa kepada-Mu, ya ar-Rahmaan. Aku berdoa kepada-Mu, ya al-Barr ar-Rahiim. Aku berdoa kepada-Mu dengan seluruh nama-Mu yang indah, yang kuketahui maupun yang tidak kuketahui, agar Engkau mengampuni dan mengasihiku.'
    Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tersenyum kepadanya sambil bersabda: 'Sesungguhnya nama itu ada di antara nama-nama yang engkau sebutkan dalam doamu itu.'" (HR. Ibn Majah dari 'Aisyah)

    "Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam mendengar seorang yang berdoa:


    'Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau, Yang Mahaesa, tempat bergantung, Yang tidak melahirkan dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya.'
    Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata kepadanya, 'Engkau telah memohon kepada Allah dengan nama yang paling agung yang apabila Dia diminta dengannya, maka Dia akan memberi, dan bila dipanjatkan doa kepada-Nya dengannya maka Dia akan MENGABULKAN.' (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibn Majah, Ibn Hibban dan Al-Hakim dari 'Abdullah bin Buraidah dari bapaknya ra.)


    KESIMPULAN: INGIN DOA ANDA TERKABUL?


    • Perkuatlah keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Dzat satu-satunya yang wajib dijadikan sandaran untuk seorang hamba memanjatkan doa.
    • Berdoalah dengan bersungguh-sungguh, penuh harap dan dalam suasana yang tenang; Jangan sambil bermain-main atau bersendau gurau.
    • Usahakanlah berdoa dengan khusu' dengan memusatkan segala perhatian semata-mata hanya kepada Allah Tabaraka wa Ta'ala karena dalam berdoa seorang hamba sedang 'berdialog' langsung dengan Ar-Rabb, Tuhan Penciptanya. Alangkah indahnya bisa berdialog langsung dengan Allah apalagi dalam kekhusu'an itu ia bisa menangis di hadapan Tuhannya. 
    • Utamakanlah mengambil contoh doa dari Al-Qur'aan dan Al-Hadits. Boleh juga Anda mengambil contoh doa para ulama. Atau Anda berdoa dengan bahasa Anda sendiri sesuai dengan hajat Anda sepanjang doa tersebut baik dan memenuhi kriteria doa ringkas namun padat akan makna.
    • Berusahalah agar sebisa mungkin mengikuti adab-adab berdoa seperti yang telah disebutkan di atas.
    • Berdoalah dengan berwasilah dengan al-asma'ul-husna atau Nama-nama Allah Yang Terbaik/Agung karena ada jaminan dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahwa doa yang dipanjatkan dengan menyertakan nama-nama itu akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
    • Karena doa itu ibadah maka istiqamahlah dalam berdoa terutama pada saat mustajabah (lihat uraian di atas). Janganlah berdoa hanya pada saat kita sangat membutuhkan pertolongan Allah Tabaraka wa Ta'ala, tetapi setelah mendapat pertolongan Allah kemudian lalai dari mengingat dan berdoa kepada-Nya.
    • Di samping berdoa untuk diri sendiri, doakan pula anak-anak, istri atau suami kita, saudara-saudara kita, orang tua kita, para tetangga kita, guru-guru kita, serta kaum muslimin dan muslimat semuanya.

    Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :

    alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

    YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
    .
    Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




    Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



    TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


    ✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

    لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

    "Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

    Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



    Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


    Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :