Peta


Lihat alikhlasmusholaku.top di peta yang lebih besar
" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

Rabu, 05 Oktober 2016

Bolehkah Qurban dengan Harta Zakat?


أنا أحبك يا رسول الله


Sebelum baca, harus BERSHOLAWAT dulu!,
Allahumma Sholli A'la Sayyidina Muhammad?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


http://www.alikhlasmusholaku.top/2016/10/bolehkah-qurban-dengan-harta-zakat.html

Kurban dengan Harta Zakat

Tanya:
Jika ada orang yg zakatnya 20 juta, bolehkah yg 10 juta diwujudkan dlm bentuk sapi utk dijadikan hewan qurban. Syukran
Dari: Roy Sleman
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Satu prinsip tentang harta zakat yang penting untuk selalu kita ingat, bahwa harta zakat yang harus dibayarkan oleh muzakki (wajib zakat) BUKAN harta muzakki. Harta zakat di tangan muzakki adalah harta milik 8 golongan penerima zakat, yang untuk sementara masih berada di tangan muzakki. Kewajiban muzakki adalah menyerahkan harta itu kepada delapan golongan tersebut.
Allah berfirman,
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan. Sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 60)
Oleh karena itu, muzakki sama sekali tidak dibenarkan menggunakan harta zakat itu untuk membeli hewan qurban. Karena berarti dianggap telah menggunakan harta orang lain tanpa izin dari pemiliknya. Meskipun pada akhirnya hewan itu akan disembelih dan dagingnnya dibagikan kepada fakir miskin.

Disamping itu, dalam ibadah qurban, pemilik hewan qurban disyariatkan untuk makan sebagian daging hewan qurbannya. Jika ini diambilkan dari harta zakatnya, berarti ada bagian zakatnya yang dia makan dan manfaatnya kembali kepada dirinya.
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah ditegaskan,
فلا يجوز شراء الأضحية من مال الزكاة، لأن مال الزكاة ليس ملكاً للمزكي فينفقه في شراء أضحية أو غيرها، بل هو للأصناف الثمانية المذكورين
Tidak boleh membeli hewan qurban dengan harta zakat. Karena harta zakat bukan milik muzakki, sehingga dia bebas menggunakannya untuk membeli hewan qurban atau yang lainnya. Yang benar, harta zakat ini milik delapan golongan yang disebutkan dalam surat at-Taubah ayat 60. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 54515)

Membeli Qurban dengan Harta Sedekah

Ada sebagian orang yang memiliki kebiasaan bersedekah ketika mendapatkan tambahan harta. Bolehkah jatah sedekah rutin ini digunakan untuk membeli hewan qurban?
Untuk kasus ini, para ulama yang tergabung dalam lembaga fatwa Syabakah Islamiyah, memberikan rincian menjadi dua:
  1. Jika sedekah tersebut sebatas sedekah rutin dan bukan nadzar, maka boleh digunakan untuk membeli hewan qurban
  2. Jika sedekah tersebut telah dia nadzarkan, maka tidak boleh digunakan untuk membeli hewan qurban, dan harus diberikan kepada fakir miskin dalam bentuk uang atau harta lainnya.
Berikut keterangan lembaga fatwa Syabakah Islamiyah,
وأما شراؤها من مال الصدقة التي كنت تخرجها عند حصول الربح، فجائز إلا أن تكون تلك الصدقة واجبة عليك بالنذر، فإن كانت واجبة بالنذر لم يجز لك صرف هذا النذر في شراء الأضحية، وإنما تنفقه فيما نذرته، لأن النذر واجب، والأضحية إنما تكون من مالك لا من المال الواجب عليك إخراجه أصلاً
Membeli hewan qurban dengan harta sedekah yang anda keluarkan ketika mendapatkan keuntungan, hukumnya boleh. Kecuali jika sedekah tersebut adalah sedekah yang wajib, karena telah anda nadzarkan. Jika sedekahnya adalah sedekah wajib karena nadzar, maka tidak boleh mengalihkan nadzar ini untuk membeli hewan qurban. Namun anda harus serahkan sesuai dengan nadzar anda. Karena nadzar hukumnya wajib. Sementara qurban harus diambil dari harta anda, bukan harta yang wajib anda berikan ke orang lain.
(Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 54515)
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :




http://www. alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
“Siapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikutinya, tidak akan dikurangi sedikitpun dari pahala mereka…” (HR. Muslim 2674, Abu Daud 4609 dan yang lainnya).



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN

✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar