" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 29 Oktober 2016

Tidak Akan Miskin Orang Yang Membelanjakan Hartanya Untuk Membahagiakan Orang Tuanya

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Kata Kata Birrul Waalidain atau berbakti kepada orang tua merupakan salah satu sebab keberkahan hidup, Bahkan seorang anak yang mau berbakti pada kedua orangtuanya akan mendapatkan pahala yang sangat besar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pernah menyebutkan, Bahwa ada satu pintu khusus masuk ke surga yang disediakan untuk orang­orang yang berbakti kepada orang tua.

ظه ِة َّ ، فإن َ شئت ِ فأض َ ع ذلك الباب أو احفَ ُ أوسط ِ أبواب الجنَّ ِ الوالدُ “

Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia­siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “hadits ini shahih”) 

Oleh karena itu, Cintai dan sayangilah kedua orang tuamu, karena sebesar apapun harta yang kau keluarkan untuk mereka tidak akan pernah cukup untuk membalas kasih sayang dan perjuangan mereka kepada kita. Bila seseorang bersedekah kepada Ibu Bapaknya, maka tidak terhitung besar pahala yang akan diperoleh orang itu dari Allah Azza Wa Jalla kelak di akhirat.

Sementara di dunia orang tersebut akan mendapatkan barokah dan rahmat Allah serta rezeki yang berlimpah sebagai bonus dari­Nya. Tiada satupun sia­sia saat kita keluarkan sebagian rezeki kita untuk membahagiakan mereka. Bila ada rezeki yang lebih, tidak akan rugi bila kita berikan pada mereka. Karena sebanyak apapun harta yang kita berikan pada mereka. Tidak akan mampu menggantikan rasa sakit saat ibu mengandung, pertaruhan nyawa saat melahirkan, susahnya merawat, perjuangan dalam menjaga serta waktu dalam mendidik kita. 


Begitupun dengan Bapak. Tidak akan bisa kita menggantikan rasa sakit semasa ia muda bekerja pagi sampai malam, lelahnya mencari nafkah untuk biaya sekolah, uang jajan, dan kebutuhan kita. Agar kita tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, cerdas dan shaleh. Maka… jangan pelit untuk menyenangkan hati mereka. Berikanlah kebaikan­kebaikan pada mereka, selagi mereka masih ada di dunia. Jika mereka telah tiada… tiada guna harta kita. Karena mereka tak bisa menikmatinya. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 

رغمَ ُ أنف ُ ، ثم رغم أنف ُ ، ثم رغم أنف َ قيل : من ؟ يا رسول ِ الله ! قال : من أدرك ِ أبويه عند الكبر ، أحدَّهما أو كليهما فلم يَ ْد ِخل الجنةَ 

“Kehinaan, kehinaan, kehinaan“. Para sahabat bertanya: “siapa wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab: “Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satuya atau keduanya, namun orang tadi tidak masuk surga” (HR. Muslim) 

Sahabatku.. Ingatlah.. Bahwa bentuk durhaka pada orang tua itu tidak mesti berupa perbuatan jahat, kasar atau kejam kepada orang tua, namun menyia­nyiakan mereka dan tidak berbakti kepada mereka juga merupakan bentuk durhaka kepada orang tua. "Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran" Ya Rabb, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.. Amiin



Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :




Bacaan Surat Al Mulk Arab Latin dan Artinya

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Bacaan Surat Al Mulk Arab Latin dan Artinya

Yang akan kita share kali ini adalah surat Al Mulk atau biasa dikenal dengan surat tabarok.

Surah Al-Mulk yang berarti "kerajaan" adalah surat ke-67 dalam al-Qur'an dan terdiri dari 30 ayat. surat ini diturunkan di kota Mekkah sehingga masuk dalam golongan surat surat Makkiyah. Dinamakan Al Mulk yang berarti Kerajaan di ambil dari kata Al Mulk yang yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini disebut juga dengan At Tabaarak yang berarti Maha Suci.


Surat Al Mulk ini cukup populer di masyarakat islam karena termasuk salah satu surat yang memiliki banyak manfaat dan keutamaan sehingga sering dibaca. baiklah tanpa panjang lebar berikut ini teks bacaan surat Al Mulk lengkap dalam tulisan arab dan latin beserta arti bahasa indonesianya . . .


Bacaan Surat Al Mulk Arab Latin dan Artinya :


Surat Al Mulk Tulisan Arab

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
 تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿١﴾ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ ﴿٢﴾ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَـٰنِ مِن تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍ ﴿٣﴾ ثُمَّ ارْجِعِ الْبَصَرَ كَرَّتَيْنِ يَنقَلِبْ إِلَيْكَ الْبَصَرُ خَاسِئًا وَهُوَ حَسِيرٌ ﴿٤﴾ وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِّلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ ﴿٥﴾ وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ﴿٦﴾ إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ﴿٧﴾ تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ ۖ كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ﴿٨﴾ قَالُوا بَلَىٰ قَدْ جَاءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّـهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ ﴿٩﴾ وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١٠﴾ فَاعْتَرَفُوا بِذَنبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١١﴾ إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ﴿١٢﴾وَأَسِرُّوا قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُوا بِهِ ۖ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿١٣﴾ أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ ﴿١٤﴾ هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ﴿١٥﴾ أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ ﴿١٦﴾ أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ ﴿١٧﴾ وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ ﴿١٨﴾ أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ فَوْقَهُمْ صَافَّاتٍ وَيَقْبِضْنَ ۚ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا الرَّحْمَـٰنُ ۚ إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ بَصِيرٌ ﴿١٩﴾ أَمَّنْ هَـٰذَا الَّذِي هُوَ جُندٌ لَّكُمْ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ الرَّحْمَـٰنِ ۚ إِنِ الْكَافِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ ﴿٢٠﴾ أَمَّنْ هَـٰذَا الَّذِي يَرْزُقُكُمْ إِنْ أَمْسَكَ رِزْقَهُ ۚ بَل لَّجُّوا فِي عُتُوٍّ وَنُفُورٍ ﴿٢١﴾ أَفَمَن يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّن يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٢٢﴾ قُلْ هُوَ الَّذِي أَنشَأَكُمْ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۖ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ ﴿٢٣﴾ قُلْ هُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ ﴿٢٤﴾ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ ﴿٢٥﴾ قُلْ إِنَّمَا الْعِلْمُ عِندَ اللَّـهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُّبِينٌ ﴿٢٦﴾فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَقِيلَ هَـٰذَا الَّذِي كُنتُم بِهِ تَدَّعُونَ ﴿٢٧﴾ قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَهْلَكَنِيَ اللَّـهُ وَمَن مَّعِيَ أَوْ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ الْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ ﴿٢٨﴾ قُلْ هُوَ الرَّحْمَـٰنُ آمَنَّا بِهِ وَعَلَيْهِ تَوَكَّلْنَا ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ﴿٢٩﴾ قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ أَصْبَحَ مَاؤُكُمْ غَوْرًا فَمَن يَأْتِيكُم بِمَاءٍ مَّعِينٍ ﴿﴾ ٣٠

Surat Al Mulk Versi Latin 



Bismillahirrahmanirrahiim.

1. Tabaarakalladzii biyadihi lmulku wahuwa 'alaa kulli syay-in qadiir

2. Alladzii khalaqa lmawta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalan wahuwa l'aziizu lghafuur

3. Alladzii khalaqa sab'a samaawaatin thibaaqan maa taraa fii khalqi rrahmaani min tafaawutin farji'i lbashara hal taraa min futhuur

4. Tsumma irji'i lbashara karratayni yanqalib ilayka lbasharu khaasi-an wahuwa hasiir

5. Walaqad zayyannaa ssamaa-a ddunyaa bimashaabiiha waja'alnaahaa rujuuman lisysyayaathiini wa-a'tadnaa lahum 'adzaaba ssa'iir

6. Walilladziina kafaruu birabbihim 'adzaabu jahannama wabi/sa lmashiir

7. Idzaa ulquu fiihaa sami'uu lahaa syahiiqan wahiya tafuur

8 takaadu tamayyazu mina alghayzhi kullamaa ulqiya fiihaa fawjun sa-alahum khazanatuhaa alam ya/tikum nadziir

9. Qaaluu balaa qad jaa-anaa nadziirun fakadzdzabnaa waqulnaa maa nazzalallaahu min syay-in in antum illaa fii dhalaalin kabiir

10. Waqaaluu law kunnaa nasma'u aw na'qilu maa kunnaa fii ash-haabi ssa'iir

11. Fa'tarafuu bidzanbihim fasuhqan li-ash-haabi ssa'iir

12. Innalladziina yakhsyawna rabbahum bilghaybi lahum maghfiratun wa-ajrun kabiir

13. Wa-asirruu qawlakum awi ijharuu bihi innahu 'aliimun bidzaati shshuduur

14. Alaa ya'lamu man khalaqa wahuwallathiifu lkhabiir

15. Huwalladzii ja'ala lakumu l-ardha dzaluulan famsyuu fii manaakibihaa wakuluu min rizqihi wa-ilayhi nnusyuur

16. A-amintum man fii ssamaa-i an yakhsifa bikumu l-ardha fa-idzaa hiya tamuur

17. am amintum man fii ssamaa-i an yursila 'alaykum hasiban fasata'lamuuna kayfa nadziir

18. Walaqad kadzdzaballadziina min qablihim fakayfa kaana nakiir

19. Awa lam yaraw ilaa ththhayri fawqahum shaaffaatin wayaqbidhna maa yumsikuhunna illaa rrahmaanu innahu bikulli syay-in bashiir

20. Amman haadzaalladzii huwa jundun lakum yanshurukum min duuni rrahmaani ini lkaafiruuna illaa fii ghuruur

21. Amman haadzaalladzii yarzuqukum in amsaka rizqahu bal lajjuu fii 'utuwwin wanufuur

22. Afaman yamsyii mukibban 'alaa wajhihi ahdaa amman yamsyii sawiyyan 'alaa shiraathin mustaqiim

23. Qul huwalladzii ansya-akum waja'ala lakumu ssam'a wal-abshaara wal-af-idata qaliilan maa tasykuruun

24. Qul huwalladzii dzara-akum fii l-ardhi wa-ilayhi tuhsyaruun

25. wayaquuluuna mataa haadzaa lwa'du in kuntum shaadiqiin

26. Qul innamaa l'ilmu 'indallaahi wa-innamaa anaa nadziirun mubiin

27. Falammaa ra-awhu zulfatan sii-at wujuuhulladziina kafaruu waqiila haadzaalladzii kuntum bihi tadda'uun

28. Qul ara-aytum in ahlakaniyallaahu waman ma'iya aw rahimanaa faman yujiiru lkaafiriina min 'adzaabin liim

29. Qul huwa rrahmaanu aamannaa bihi wa'alayhi tawakkalnaa fasata'lamuuna man huwa fii dhalaalin mubiin

30. Qul ara-aytum in ashbaha maaukum ghawran faman ya/tiikum bimaa-in ma'iin


Terjemah Bahasa Indonesia Surah Al-Mulk



Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

1. Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,

2. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

3. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?

4. Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah.

5. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

6. Dan orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, memperoleh azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.

7. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak,

8. hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah. Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir). Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?"

9. Mereka menjawab: "Benar ada, sesungguhnya telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, maka kami mendustakan (nya) dan kami katakan: 'Allah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah di dalam kesesatan yang besar'".

10. Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala".

11. Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

12. Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

13. Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.

14 Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?

15. Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

16. Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?,

17. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?

18. Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku.

19. Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu.

20. Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam (keadaan) tertipu.

21. Atau siapakah dia ini yang memberi kamu rezki jika Allah menahan rezki-Nya? Sebenarnya mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri?

22. Maka apakah orang yang berjalan terjungkel di atas mukanya itu lebih banyak mendapat petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?

23 Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

24. Katakanlah: "Dia-lah Yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya-lah kamu kelak dikumpulkan".

25. Dan mereka berkata: "Kapankah datangnya ancaman itu jika kamu adalah orang-orang yang benar?".

26. Katakanlah: "Sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya pada sisi Allah. Dan sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan".

27. Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat, muka orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.

28. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersama dengan aku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), tetapi siapakah yang dapat melindungi orang-orang yang kafir dari siksa yang pedih?"

29. Katakanlah: "Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya-lah kami bertawakkal. Kelak kamu akan mengetahui siapakah dia yang berada dalam kesesatan yang nyata".

30. Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?"


Sekian tentang lafadz surat Al-Mulk. perbanyaklah membaca Al-Qur'an termasuk surat tabarok karena paling utamanya dzikir adalah membaca Al Quran. wallahu a'lam.




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



Inilah Keutamaan Mengantar Mayat Ke Kuburan

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



                                                                                                            Semua manusia yang terlahir ke 
Inilah Keutamaan Mengantar Mayat Ke Kuburandunia ini, tercipta dari tanah. Namun, ia akan merasakan perjalanan hidup di dunia ini di atas tanah. Jika ajalnya telah tiba, maka ia pun akan dikembalikan lagi ke dalam tanah. Seperti itulah perjalanan hidup manusia. Berasal dari tanah dan kembali lagi ke tanah. Seseorang yang sudah diambil lagi nyawanya (meninggal dunia), maka ia harus dikuburkan. Ya, dikubur di dalam tanah. Hanya saja, merupakan sesuatu yang mustahil jika ia bisa mengubur dirinya sendiri. Maka, sudah menjadi kewajiban orang lain yang masih hidup untuk menguburkannya

Yang diwajibkan menguburkan mayat, tentu tidak semua orang. Melainkan hanya beberapa orang saja karena hukum aslinya adalah fardhu kifayah. Kendati demikian, seorang muslim tetap disunnahkan mengantarkan mayat ke kuburan. Karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Jenguklah orang sakit, dan antarkanlah dengan jenazah, niscaya jenazah tersebut mengingatkan kalian kepada akhirat,” (Diriwayatkan Muslim). 

Mengantarkan mayat menuju kuburan disunnahkan dengan berjalan cepat. Sebagaimana sabda Rasulullah, 

“Berjalanlah cepat. Jika mayatnya shalih, itu kebaikan yang kalian berikan kepadanya. Dan jika mayatnya tidak shalih, itu keburukan yang kalian buang dari pundak kalian,” (HR. Bukhari) 

Adapun keutamaan mengantarkan mayat ke kuburan, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 
  • “Barangsiapa mengikuti jenazah seorang Muslim dalam keadaan beriman dan mengharap pahala Allah dan ia bersama jenazah hingga jenazah dishalati dan selesai dikuburkan, maka ia kembali dengan membawa pahala dua qirath, satu qirathnya ialah sebesar Gunung Uhud. 
  • Barangsiapa menshalati jenazah, kemudian pulang sebelum jenazah tersebut dikuburkan, ia pulang dengan membawa satu qirath,” (Diriwayatkan Muslim) 

Demikianlah keutamaan yang akan diperoleh jika kita ikhlas mengantarkan mayat hingga ke kuburan. Sungguh luar biasa nikmat yang akan kita peroleh itu. Selain memperoleh pahala tersebut, hal itu juga menjadi berharga bagi diri kita, agar selalu ingat akan kematian. Hingga, kita menyadari bahwa tak ada yang perlu dibanggakan hidup di dunia ini. Karena cepat atau lambat, kita akan meninggalkan dunia yang semu ini. 

Referensi: Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim/Karya: Abu Bakr Jabir AlJazairi/Penerbit: Darul Falah

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :


alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :