" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 13 September 2016

Cara Raih Pahala pada 10 Hari Pertama Dulhijjah

I REALLY LIKE THIS LINK

Djulhijjah menjadi salah bulan yang ditunggu oleh Umat Muslim. Pasalnya begitu banyak keistimewaan yang bisa diraih pada bulan ini. Terlebih pada sepuluh hari pertama yang memiliki keutamaan tersendiri.

Ibadah istimewa yang bisa ditunaikan adalah melaksanakan haji dan berkurban. Namun tidak semua orang mampu mengamalkan. Karena, baik haji maupun kurban sama-sama membutuhkan biaya besar.


Padahal ada begitu banyak pahala jika kedua ibadah ini diamalkan. Namun tidak ada alasan untuk berkecil hati jika masih belum mampu melakukan. Karena masih banyak cara meraih pahala pada sepuluh hari pertama yang bisa ditunaikan. Bagaimana caranya? 

1. Memperbanyak Ucap Lafadz Tahlil, Takbir Dan Tahmid
Tentu sangat disayangkan jika sepuluh hari pertama Djulhijjah berlalu begitu saja. Padahal, bulan ini menjadi ladang pahala untuk tiket menuju surga. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memperbanyak Tahlil, Takbir Dan Tahmid. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca 'Laa ilaaha illallaah', 'Allaahuakbar' dan 'Alhamdulillah' secara sendiri-sendiri.

Hal ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah. Dari Umar Radhiyallahu 'anhuma Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid". (HR. Ahmad)

2. Memperbanyak Puasa 
Amalan kedua untuk meraih pahala adalah dengan memperbanyak berpuasa. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan puasa pada sembilan hari awal Dzulhijah.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). 

3. Berpuasa Arafah 
Puasa Arafah juga menjadi amalan peraih pahala yang sayang jika dilewatkan. Pasalnya ada banyak keistimewaan jika melakukan amalan ini. Adalah terhapusnya dosa, yang dilakukan setahun lalu dan satu tahun yang akan datang.

“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

4. Memperbanyak Istigfar 
Amalan lain untuk memperbanyak pahala pada Djulhijjah sepuluh hari pertama adalah memperbanyak istigfar. Sejatinya ini adalah bentuk taubat kita kepada Allah SWT. Bertaubat meninggalkan segala perbuatan maksiat dengan kesadaran penuh

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

"Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya" [Hadits Muttafaqun 'Alaihi]

Maka jika kita berniat taubat sungguh-sungguh pada 10 hari pertama Dzulhijjah ini, in syaa Allah taubat tersebut akan membawa kita pada keridhoan Allah. 

5. Banyak Melakukan Amalan Sunnah 
Cara lainnya untuk memperolah pahala adalah banyak melakukan amalan sunnah. Misalnya saja memperbanyak shalat Rawatib, Tahajud, Dhuha dan banyak amalan sunnah lainnya. Bahkan amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada 10 hari bulan Dzulhijjah ini akan menjadi lebih utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya.

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :