" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 30 September 2016

KEDAHSYATAN BERDZIKIR KEPADA ALLAH TA'ALA





PERINTAH BERDZIKIR KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

Dalam Al-Qur'aan Al-Kariim Surah Al-Ahzaab, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar senantiasa berdzikir kepada-Nya dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya (tanpa batas).


Perintah agar Senantiasa Ingat kepada Allah Ta'ala karena Dia yang Memberikan Rahmat kepada Manusia


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا
وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا
تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا

(41) "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,
(42) dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
(43) Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.     
(44) Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang Mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: 'salam' dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka."
(QS. Al-Ahzab: 41 - 44)


Senantiasa Bersabar dalam Berdzikir kepada Allah Ta'ala



وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

"Bersabarlah kamu (Muhammad)  bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari dengan mengharapkan keridlaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menurut hawa nafsu dan keadaannya sudah melewati batas."
(QS. Al-Kahf: 28)


Peringatan bagi Orang yang Tidak Mengindahkan Peringatan dan Pengajaran Tuhannya


وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
"Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta."
(QS. Thaha: 124)

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

"Dan barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur'an), kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya."
(QS. Az-Zukhruf: 36)


KEUTAMAAN BERDZIKIR

Allah Subhanahu wa Ta'ala Bersama Hamba-Nya yang Senantiasa Berdzikir kepada-Nya

"Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 'Aku senantiasa bersama hamba-Ku selama dia mengingat-Ku dan bibirnya bergerak mengingat-Ku.'"
(HR. Imam Ahmad, Ibn Majah, dan Al-Hakim dari Abu Hurairah ra.)

"Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, 'Aku selalu seperti prasangka hamba-Ku. Jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika dia mengingat-Ku di tengah orang ramai, maka Aku akan mengingatnya di tengah orang ramai yang lebih baik daripada mereka. Jika dia mendekatkan diri sejengkal kepada-Ku, maka Aku akan mendekati dirinya sehasta. Jika dia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekati dirinya satu depa. Jika hamba itu mendatangi diri-Ku sambil berjalan, maka Aku akan mendatangi dirinya sambil berlari."
(HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi. An-Nasa'i dan Ibn Majah dari Abu Hurairah ra.)


Hamba yang Duduk Bersama Berdzikir kepada Allah Ta'ala akan Dikelilingi oleh Malaikat dan Diliputi Rahmat

"Tidak duduk suatu kaum untuk berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat dan diliputi dengan rahmat. Akan turun kepada mereka ketenangan, dan mereka akan disebut oleh Allah di tengah para malaikat yang berada di sisi-Nya."
(HR. Ahmad dan Muslim dari Abu Hurairah ra.)

Hamba Allah yang Gemar Berkumpul untuk Berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala  Kelak pada Hari Kiamat Dibangkitkan dengan Wajah Berseri 

"Sungguh Allah akan membangkitkan kaum-kaum pada hari kiamat dengan wajah berseri penuh cahaya. Mereka berdiri di atas mimbar yang terbuat dari mutiara. Semua orang ingin memperoleh kedudukan seperti mereka, padahal mereka bukan nabi dan juga bukan orang yang syahid di medan pertempuran."
Lalu datanglah seorang Badui yang merangkak dengan kedua lututnya seraya berkata, "Wahai Rasulullah, jelaskan kepada kami siapa mereka itu agar kami dapat mengetahui mereka."
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Mereka adalah orang yang saling mencintai di jalan Allah dari berbagai macam suku bangsa, dan dari berbagai negeri. Mereka berkumpul untuk mengingat dan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala."
(HR. Ath-Thabrani dengan sanad hasan dari Abu ad-Darda' ra)


DZIKIR YANG PALING UTAMA IALAH: LAA ILAHA ILLALLAH


"Dzikir yang paling utama ialah laa ilaaha illaallah, dan doa yang paling utama adalah al-hamdulillah."
(HR. At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibn Majah, Ibn Hibban, dan Al-Hakim dari Jabir ra.)

"Tidak seorang hamba pun yang mengucapkan laa ilaaha illaallaah dengan penuh keikhlasan kecuali akan dibukakan baginya pintu-pintu langit sampai ke 'Arsy selama dia menjauhi dosa-dosa besar."
(HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah ra.)

"Orang yang selalu mengucapkan laa ilaaha illaallaah tidak akan gentar menghadapi kematian, tidak takut akan azab kubur; dan tidak takut ketika kelak dia dibangkitkan. Sepertinya aku melihat mereka sedang bangun tidur dan mereka mengangkat kepala sambil berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menyingkirkan segala bentuk kesedihan dari kami."
(HR. Ath-Thabrani dari Ibn Umar ra.)

"Para penghuni surga tidak menyesali apa pun kecuali masa-masa yang terlewatkan oleh mereka ketika mereka tidak berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala." (HR. Thabrani, Al-Baihaqi dari Mu'adz ra.)

"Tidak ada seorang hamba pun yang mengucapkan laa ilaaha illaallah seratus kali kecuali dia akan dibangkitkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala pada hari kiamat kelak dengan memiliki wajah secerah bulan purnama. Tidak ada seorang pun pada hari itu yang akan diangkat amal perbuatannya melebihi amalnya kecuali orang-orang yang mengucapkan seperti apa yang telah dia ucapkan atau lebih daripada itu."
(HR. Ath-Thabrani dari Abu ad-Darda ra.)

"Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaaha illaallaah wahdahu la syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir sebanyak 10 kali, maka dia akan mendapatkan pahala yang menyamai empat orang hamba sahaya dari keturunan Isma'il."
(HR. Al-Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i dari Abu Ayyub ra.)


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tips Awet Muda Ala Rasulullah SAW, Yuk Diamalkan...!!!





Kita hidup di dunia ini tidaklah sendirian, karena beberapa orang di sekitar kita memperhatikan dan mengkritik penampilan kita. Oleh karena itu, tanpa diakui pun, biasanya kita senantiasa berdiri berlama-lama didepan cermin cuma untuk lihat apakah diri kita telah cukup prima atau belum.
Tidak hanya wanita, pria juga pasti melakukan hal yang sama untuk masalah penampilan. Bicara penampilan selalu identik dengan awet muda, tentu kebanyakan orang pasti menginginkannya. Namun, bagaimana caranya untuk jadi awet muda yang sesuai dengan pandangan islam? Berikut penjelasannya,


Obat awet muda menurut pandangan Islam

Dalam soal tampilan terkadang kita tidak pernah sangsi untuk merogoh kocek dalam-dalam untuk menghindari penuaan dini, mulai dari operasi plastik, setrika wajah, facial ultrasonik dan lainnya. Namun sebenarnya bila kita memakai obat untuk menghindari penuaan dini supaya awet muda, sesungguhnya diijinkan dalam kacamata islam karenanya masalah ini pada aslinya mubah seperti firman Allah Azza wa Jalla,
“Dialah yang sudah membuat untukmu apa yang ada dibumi ini. ” (QS. Al Baqarah : 29).
Namun, Tahukah Kamu Sebenarnya selain obat-obatan dan operasi tadi ada cara alami untuk tetap awet muda? Cara ini juga sering dilakukan Rasulullah SAW..

Air Wudhu

Menurut penelitian, kulit adalah organ terbesar dari badan kita yang fiungsinya membungkus dan melindungi badan dari kuman, racun, serta radiasi. Dengan kita berwudhu berarti di dalam kulit kita bakal berlangsung sistem peremajaan serta pembersihan kulit, selaput lendir serta bersihkan lubang-lubang badan yang terkait dengan situasi luar seperti pori-pori kulit, rongga mulut, hidung, serta telinga. Oleh karena itu air wudhu adalah cara mudah untuk membuat orang jadi lebih awet muda.

Senyum

Selain air wudhu senyum pun jadi salah satu cara untuk meremajakan kulit, karena menurut ilmu kesehatan saat seorang senyum dia cuma memakai 17 otot muka. Sedang saat seorang cemberut jadi dia memakai 43 otot muka. Di mana otot yang banyak itu dapat tertarik hingga bisa menyebabkan kerutan di muka. Selain itu, dengan tersenyum otot muka kita dapat terus terjaga kekencangannya.
Tersenyum dapat juga memberi resiko ketenangan pada hati, jadikan kita semangat, serta senantiasa berhusnudzan. Diluar itu, saat kita tersenyum pada orang lain, tanpa ada merasa kita tengah berbagi kebahagiaan dengan orang itu.

Shalat Tahajud

Shalat tahajjud juga bisa membuat kamu awet muda lho, sesuai dengan hadist Rasulullah SAW,
“Siapa saja yang banyak menunaikan shalat malam, jadi berwajah dapat terlihat tampan/cantik di siang hari. ” (HR. Ibnu Majah)
Berkata Imam Ibnul Qayyim, ”Sesungguhnya shalat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya. Ada sebagian wanita yang memperbanyak pelaksanaan shalat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, Shalat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang jika wajah kami menjadi lebih bagus”. Demikian yang dituliskan oleh Mahmud Mahdi Al-Istambuli. Perlu juga diingat bahwa kiat ini bukan cuma monopoli kaum Hawa saja, kaum Adam pun perlu juga menerapkannya.

Puasa

Puasa adalah salah satu obat awet muda. Hal semacam ini dapat dibuktikan dari riset Alan Chot seseorang pakar dari Amerika. Dia menulis dalam bukunya Why Fast? yang sudah menghimpun hasil penilaian serta riset ilmuan dari berbagai negara.
Buku tersebut tentang hikmah puasa, di mana salah satu himahnya yakni bisa memperlambat sistem penuaan. Hal itu diperkuat oleh Albenia M. Furkon direktur instansi makanan sehat di Amerika Serikat. Ia menyebutkan bahwa puasa yaitu cara paling baik untuk memperindah serta membuat cantik wanita dengan cara alami. Puasa membuahkan pesona diri serta ketenangan dan menormalkan beberapa fungsi kewanitaan serta membuat kembali keindahan badan.

Menahan Amarah

Orang yang sering marah-marah atau mengumbar rasa emosi tidak ada hasrat untuk mengelolanya. Wajahnya bakal lebih cepat mengalamai sistem pengeriputan. Mengapa? Karena kemarahan adalah type emosi yang membuat otot-otot di wajah menegang, Emosi yg tidak diminimalkan ini menyebabkan keriput.
Bukan hanya itu saja, perasaan geram menyebabkan menebarnya hormon kortisol yang menyebabkan produksi kolagen pada kulit menyusut. Di mana sesungguhnya kolagen adalah bahan paling utama untuk membuat kulit awet muda, kencang serta kenyal. Oleh karenanya Rasulullah salalahualaihiwasalam menyarankan ummatnya untuk menahan amarah beliau juga bersabda,
” Barangsiapa yang menahan kemarahannya walau sebenarnya dia dapat melampiaskannya, Allah Azza wa Jalla akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat dihadapan seluruh manusia lalu Allah biarkan memilih bidadari bermata cermat yang disenanginya. ” (HR. Abu dawud (no. 4777). Hasan).
Itulah Tips awet muda menurut pandangan Islam, ternyata hal yang kecil tanpa kita sadari bisa membuat kita jad awet muda. Tidak perlu merogoh kocek yang dalam untuk awet muda.
Semoga artikel ini membuat kita semakin mengerti dan menghormati tubuh kita sendiri, dan bersyukur atas apa yang telah Allah anugerahkan untuk kita.
Share dan Like artikel ini ke teman-teman facebookmu ya...[sebarkanlah]

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



Doa di Hari Arafah bagi Selain Jamaah Haji


Doa di Hari Arafah

Assalamu alaikum ustad, apa saat hari arofah bg yang tidk melaksnakn ibadah haji adl waktu mustajab untuk berdoa, sbgmn jmaah haji yg sedang wukuf di arafah? Jazaakallahu khoir,..
Dari: Barkah, Sleman
Jawaban:
Wa alaikumus salam wa rahmatullah
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Terdapat beberapa dalil yang menunjukkan keutamaan berdoa di hari arafah, diantaranya,
Hadis dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ، مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو، ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمِ الْمَلَائِكَةَ، فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ؟
“Tidak ada hari dimana Allah paling banyak membebaskan hamba dari neraka selain hari Arafah. Dia mendekati mereka, lalu dia banggakan mereka di hadapan para malaikat, dengan berfirman: Apa yang mereka inginkan?” (HR. Muslim no. 1348).
Kemudian, hadis dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
”Sebaik-baik doa adalah doa hari arafah.” (HR. Turmudzi 3585 dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 1536)
Juga diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaid bin Kuraiz, beliau mengatakan,
أَفْضَلُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ
“Doa yang paling utama adalah doa hari arafah.” (HR. Malik dalam al-Muwatha’ 2/300, dan al-Jauhari mengatakan, Hadis ini mursal – keterangan tabiin –).
Apakah ini khusus jamaah haji atau Umum untuk semua Muslim?
Ulama berbeda pendapat tentang keutamaan doa pada hari arafah, apakah keutamaan doa ini khusus berlaku untuk jamaah haji ataukah berlaku umum untuk semua kaum muslimin di selurun penjuru dunia?
Sebagian Malikiyah menyatakan bahwa keutamaan ini khusus berlaku untuk jamaah haji yang sedang wukuf di arafah. Imam al-Baji – ulama madzhab Maliki – (w. 474 H) mengatakan,
قوله : ” أفضل الدعاء يوم عرفة ” يعني : أكثر الذكر بركة وأعظمه ثوابا وأقربه إجابة ، ويحتمل أن يريد به الحاج خاصة ؛ لأن معنى دعاء يوم عرفة في حقه يصح ، وبه يختص ، وإن وصف اليوم في الجملة بيوم عرفة فإنه يوصف بفعل الحاج فيه
”Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Sebaik-baik doa adalah doa arafah’, artinya dzikir yang paling berkah, yang paling besar pahalanya, dan yang paling berpeluang mustajab adalah doa ketika arafah. Kemungkinan yang dimaksud di sini adalah jamaah haji secara khusus. Karena makna ’doa hari arafah’ untuk para jamaah haji sangat tepat, dan itu khusus untuk mereka. Dan karena hari itu disebut dengan hari arafah, disimpulkan dari aktivitas jamaah haji di sana.” (al-Muntaqa Syarh al-Muwatha’, 2/1).
Sementara ulama lain berpendapat bahwa keistimewaan ini berlaku untuk jamaah haji dan selain jamaah haji. Al-Hafidz Ibnu Rajab (w. 795 H) menyebutkan sebuah riwayat dari jalur Nufai’ Abi Daud, bahwa Ibnu Umar mengatakan,
إذا كان يوم عرفة لم يبق أحد في قلبه مثقال ذرة من إيمان إلا غفر له قيل له: أللمعروف خاصة أم للناس عامة؟ قال: بل للناس عامة”
“Ketika hari arafah, setiap orang yang memiliki iman seberat telur semut maka dia akan diampuni.” ada yang bertanya kepada beliau, ’Apakah khusus untuk yang sedang wukuf di arafah ataukah umum mencakup semua orang?’ “Umum untuk semua manusia.” Jawab Ibnu Umar. (Lathaif al-Ma’arif, hlm. 492).
Pendapat ini pula yang dikuatkan oleh Dr. Sholih al-Fauzan. Ketika beliau ditanya, apakah keutamaan doa pada hari ‘Arafah khusus bagi para jamaah haji ataukah umum untuk semua manusia?
Jawaban beliau
الدعاء يوم عرفة عام للحجاج وغيرهم لكن الحجاج على وجه أخص لأنهم في مكان فاضل وهم متلبسون بالإحرام وواقفون بعرفة فهم يعني يتأكد الدعاء في حقهم والفضل في حقهم أكثر من غير الحجاج وأما بقية الناس الذين لم يحجوا فإنهم يشرع لهم الدعاء والاجتهاد بالدعاء في هذا اليوم ليشاركوا إخوانهم الحجاج في هذا الفضل
“Doa pada hari ‘Arafah berlaku umum untuk para jamaah haji dan selain jamaah haji. Akan tetapi, para jamaah haji lebih khusus karena mereka berada di tempat yang mulia, sedang melaksanakan ihram dan melakukan wuquf di arafah. Doa untuk mereka menjadi sangat ditekankan. Keutamaan untuk mereka lebih banyak dari pada selain jamaah haji. Adapun masyarakat lain yang tidak berhaji, disyariatkan untuk mereka berdoa serta bersungguh-sungguh dalam berdoa pada hari ini, agar sama-sama mendapatkan keutamaan sebagaimana saudara-saudara mereka, para jamaah haji.
Selanjutnya, Dr. Al-Fauzan menyebutkan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan doa ketika hari arafah, kemudian beliau menegaskan,
فالدعاء مشروع في يوم عرفة للحاج ولغيره لكنه في حق الحاج آكد وأفضل لما هو متلبس به من المناسك ولما هو فيه من المكان العظيم الفاضل وأما الزمان وفضل الزمان فيشترك فيه الحجاج وغير الحجاج وأما المكان فيختص به الحجاج وهو الوقوف بعرفة.
Oleh karena itu, doa pada hari Arafah disyariatkan untuk orang yang berhaji dan selainnya. Akan tetapi, bagi orang yang berhaji, lebih ditekankan dan lebih utama, karena mereka sedang melaksanakan berbagai manasik dan karena mereka berada di tempat yang agung nan utama. Adapun tentang batas waktu (hari arafah) dan keutamaan waktu, jama’ah haji dan selain jamaah haji sama-sama mendapatkannya. Sementara tempat (arafah) hanya khusus untuk jamaah haji, yaitu wuquf di arafah.” [sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/8980]
Semua kaum muslimin bisa mendapatkan keutamaan hari arafah, sementara keutamaan padang arafah, hanya dimiliki oleh para jamaah haji yang sedang wukuf di arafah.
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :



Hukum Bersedekah Karena tidak Mampu Qurban

I REALLY LIKE THIS LINK


Bersedekah Karena tidak Mampu Qurban

Assalaamu’alaikum
Yth konsultasi syari’ah saya mau tanya, “Saya seorang mahasiswa belum punya perkerjaan tetap dan sekarang ini saya belum mampu untuk berqurban dengan membeli hewan qurban apakah boleh saya menggantinya dengan bersedaqah kepada panitia qurban?
Apakah syariat islam membolehkan hal demikian, apa ada ayat Alqur’an atau Sunnah Rasul yg menjelaskan hal tersebut?

Jazakumullahu khairan
Dri: Ihsan Twoone
Jawaban:
Wa alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Pertama, Ibadah qurban tidak bisa semata diukur berdasarkan materi. Karena tujuan utama qurban adalah menegakkan syiar islam, dengan menyembelih hewan qurban, mengawal kegembiraan kaum muslimin dengan menikmati hewan yang Allah halalkan.
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
”Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, Maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). kemudian apabila telah roboh (mati), Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur.” (QS. Al-Haj: 36)
Kita perhatikan, Allah akhiri ayat di atas dengan pernyataan, ’Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, Mudah-mudahan kamu bersyukur’ secara fisik, onta jauh lebih besar dan lebih kuat dari pada manusia. Namun mereka bisa menjadi jinak dan dengan mudah dimanfaatkan manusia. Dengan menjadikan onta tersebut sebagai hewan qurban karena Allah, merupakan bentuk syukur terhadap nikmat Allah tersebut.
Karena itu, sejatinya qurban tidak hanya dinilai dari banyak dagingnya, darahnya, tetapi bagaimana seseorang menghadirkan sikap ikhlas, mengagungkan Allah, semangat syiar islam, yang ini semua bagian dari taqwa seseorang kepada Allah. Pada ayat berikutnya, Allah berfirman,
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ
”Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat sampai kepada-Nya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu.” (QS. Al-Haj: 37)
Karena alasan ini, para ulama menegaskan bahwa dalam kondisi normal, menyembelih qurban, pahalanya lebih besar dan lebih afdhal dari pada sedekah senilai hewan qurban. Anda menyembelih kambing seharga 2 juta, pahalanya besar dibandingkan bersedekah senilai harga itu kepada fakir miskin. Karena qurban, ukurannya bukan hanya sebatas materi.
Syaikhul Islam (w. 728 H) dalam Majmu’ Fatawa menjelaskan,
والأضحية والعقيقة والهدي أفضل من الصدقة بثمن ذلك فإذا كان معه مال يريد التقرب به إلى الله كان له أن يضحي به والأكل من الأضحية أفضل من الصدقة
Qurban, aqiqah, dan hadyu (menyembelih ketika haji), lebih afdhal dari pada sedekah senilai hewan itu. Jika ada orang yang memiliki uang, yang ingin dia gunakan untuk beribadah kepada Allah, maka selayaknya dia gunakan untuk berqurban dan makan hewan qurbannya, itu lebih afdhal dari pada mensedekahkannya. (Majmu’ Fatawa, 26/304).
Bahkan ketika nilai sedekah lebih besar dari pada nilai hewan qurban, menyembelih hewan qurban pahalanya lebih besar dibandingkan sedekah dalam bentuk uang.
Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,
لو اشتريت بها لحماً كثيراً أكثر من قيمة الشاة أربع مرات، أو خمس مرات، فهل هذا أفضل أو أن أضحي؟ قلنا: الأفضل أن تضحي، فذبحها أفضل من الصدقة بثمنها، وأفضل من شراء لحم بقدرها أو أكثر ليتصدق به؛ وذلك لأن المقصود الأهم في الأضحية هو التقرب إلى الله ـ تعالى ـ بذبحها لقول الله تعالى: {لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلاَ دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ}، كما أن عتق العبد أفضل من الصدقة بثمنه
Jika saya membeli daging yang sangat banyak, melebihi harga 4 kambing atau 5 kambing, apakah ini lebih afdhal dari pada saya gunakan untuk berqurban? Kita jawab, yang lebih afdhal saya berqurban. Menyembelih hewan qurban lebih afdhal dari pada bersedekah senilai hharga hewan qurban itu, dan juga lebih afdhal dari pada membeli dagingnya seharga hewan itu atau lebih banyak dari itu untuk saya sedekahkan. Karena maksud terpenting berqurban adalah beribadah kepada Allah ta’ala dengan menyembelihnya. Berdasarkan firman Allah (yanga artinya), ‘Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat sampai kepada-Nya’. Sebagaimana membebaskan budak lebih afdhal dari pada bersedekah senilai harga budak.
(Syarhul Mumthi’ 7/480).
Kedua, keterangan di atas sama sekali tidak menunjukkan bahwa sedekah yang anda berikan menjadi tidak berarti. Keterangan di atas hanya menyimpulkan bahwa ibadah kurban, tidak bisa disetarakan dengan sedekah uang senilai hewan qurban.
Sedekah yang anda sumbangkan, merupakan amal yang sangat bernilai dan berpahala. Hanya saja, semata dengan sedekah ini tidak bisa dinilai sebagai qurban atau mendapat pahala qurban. Meskipun sedekah ini disalurkan dalam rangka membantu kegiatan qurban. Dengan sedekah ini, insyaaAllah Anda tetap mendapat pahala membantu kegiatan qurban. Tidak ada amal kita yang disia-siakan oleh Allah,
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ( ) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَه
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. ( ) dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Az-Zalzalah: 7 – 8)
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :





Membagikan Hewan Qurban Setelah Dimasak



Membagikan Hewan Qurban Setelah Dimasak

Assalamualaikum wr. wb.

Saya mau tanya ustad apakah daging kurban boleh dibagi dlm keadaan tlh dimasak. yaitu dgn cara mengundang orang2 utk makan dirumah kita. terimakasih ustad. wassalamualaikum wr.wb

Dari: Umi
Jawaban:
Wa alaikumus salam wa rahmatullah
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Pertama, Allah ta’ala perintahkan kepada orang yang berqurban untuk memakan sebagian hewan qurbannya dan memberikannya kepada yang lain dalam bentuk disedekahkan ke orang yang membutuhkan. Allah berfirman,
لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian hasil qurban itu dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang membutuhkan dan fakir.” (QS. Al-Haj: 28)
Al-Qurtubi (w. 671 H) dalam tafsirnya mengatakan,
(فَكُلُوا مِنْها) أَمْرٌ مَعْنَاهُ النَّدْبُ عِنْدَ الْجُمْهُورِ. وَيُسْتَحَبُّ لِلرَّجُلِ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ هَدْيِهِ وَأُضْحِيَتِهِ وَأَنْ يَتَصَدَّقَ بِالْأَكْثَرِ، مَعَ تَجْوِيزِهِمُ الصَّدَقَةَ بِالْكُلِّ
‘Makanlah bagian hasil qurban itu’ ini merupakan perintah anjuran menurut jumhur ulama. Dianjurkan bagi orang yang berqurban untuk makan sebagian hasil qurbannya dan sebagian besar dia sedekahkan. Disamping mereka juga membolehkan disedekahkan semuanya. (Tafsir al-Qurtubi, 12/44) .
Dalam ayat di atas, Allah tidak menyebutkan teknis mensedekahkan hewan qurban itu. Allah hanya memberikan perintah, ’berikanlah untuk dimakan orang-orang yang membutuhkan dan fakir’ dan ini bisa diberikan dalam bentuk mentah atau sudah masak.
Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
فقول الله: (وَأَطْعِمُوا) يشمل عموم الإطعام نيئاً كان المطعوم أو مطبوخاً.
”Perintah Allah, ’berikanlah untuk dimakan orang-orang yang membutuhkan’ mencakup seluruh teknis memberi makan, masih mentah atau sudah dimasak.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 16492)
Kedua, secara umum, aturan yang berlaku untuk ibadah qurban sama dengan aturan dalam aqiqah. Ibnu Qudamah (w. 620 H) ketika membahas teknis pembagian aqiqah, beliau menjelaskan,
وسبيلها في الأكل والهدية والصدقة سبيلها
“Teknis pelaksanaan makan, diberikan dalam bentuk hadiah, dan sedekah untuk aqiqah sama dengan teknis pelaksanaan pada ibadah qurban.” Kemudian beliau mengutip keterangan Imam Ibnu Sirin – ulama tabiin – (w. 110 H) ketika menjelaskan pembagian daging sembelihan (qurban/aqiqah),
اصنع بلحمها كيف شئت
“Urusi dagingnya dengan cara apapun yang kalian inginkan.” (al-Mughni, 9/463).
Dengan demikian, tidak masalah memberikan hasil qurban dalam bentuk daging mentah atau sudah dimasak, dan keduanya tidak mempengaruhi keabsahan qurban.
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :