" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 01 Juli 2016

Doa Setelah Sholat Tarawih dan Doa Sholat Witir Bahasa Arab dan Artinya

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Menjaga sholat fardhu

Doa Setelah Tarawih – memasuki bulan Ramadhan, kita diperintahkan untuk menunaikan ibadah wajib berpuasa Ramadhan. Selain itu kita juga dinajurkan untuk berlomba-lomba dalam beramal shalih. Menebar kebaikan dan (klk ini) menghidupkan sunnah.
Begitu mulianya bulan Ramadhan, karena karunia Allah begitu melimpah di bulan nan suci tersebut. Di bulan Ramadhan, setiap malamnya umat muslim senantiasa melaksanakan sholat sunnah tarawih.
Setelah itu dilanjut dengan tadarus Al-Qur’an agar jiwa lebih tentram ruhani dan hati bisa lebih dekat dengan Allah. Semoga Allah merahmati dan mengampuni kita semua, di dalam (klik ini) Ramadhan juga terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, ialah Lailatul Qadar.
Dalam artikel ini, akan kami sampaikan mengenai doa setelah sholat tarawih untuk saudaraku semuanya. Semoga bermanfaat.

Doa Setelah Sholat Tarawih

1. Membaca Syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
“Asyhadu allaa illaha illaallah”
(Artinya : “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah”)

2. Membaca Istigfar

أَسْتَغْفِر ُاللهَ
“Astaghfirullah”
(Artinya : “aku mohon ampun kepada Allah”)

3. Doa Mohon didekatkan dengan Surga dan dijauhkan dari Neraka

اللّهُـمَّ إِنِّـي أَسْأَلُـكَ الجَـنَّةَ وأَعوذُ بِـكَ مِـنَ الـنّار
“Allahumma inna as alukal jannata wa a’udzubika minnan naar”
(Artinya : “Wahai Tuhanku. sesungguhnya aku memohon surga kepadaMu dan aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka”)
(Nomor : 1, 2 dan 3 dibaca sebanyak 3x dan di ikuti oleh jamaah)

4. Doa Lailatul Qadar

اَللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu annii” (di baca sendiri)
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna. Ya kariim” – (dibaca 3x dan diikuti oleh jamaah)
(Artinya: “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku / kami. Yang Maha Mulia”)
Kemudian dilanjutkan bacaan doa yang diamini oleh jamaah, sebelumnya membaca sholawat Nabi, misal “Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad” doanya sebagai berikut :


Doa Setelah Tarawih (Doa Kamilin)

5. Doa kamilin, di baca setelah membaca doa yang ke 1,2,3, dan 4 di atas.

Doa kamilin Tulisan Arab

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْاِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ اُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا.
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلاَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه اَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Bacaan latin doa kamilin :



Allahummaj ‘alnaa bil iimaani kaamiliin, walil faraaidhi muaddiin,





walis shalaati haafidhiin, waliz zakaati faa ‘iliin,




walima ‘indaka thaalibiin, wali’afwika raajiin, 


wabilhudaa mutamassikiin, wa’anil laghwi mu’ridhiin, 


wafid dunya zaahidiin, wafil aakhirati raahibiin, wabilqadhaa-i raadhiin, 


walinna’maa-i syaakiriin, wa ‘alal balaa-i saabiriin, 


watahta liwaa-i sayyidina muhammadin saw yaumal qiyaamati saa-iriin, 


wa-ilal haudhi waaridhiin, wa-ilal jannati daahiliin, waminan naari naajiin, 


wa ‘ala sariiril karaamati qaa ‘idiin, wamin huuril ‘aini mutazawwijiin, 


wamin sundusin wa istabrakin wadiibaajin mutalabbisiin, wamin ta’aamil jannati aakiliin, 


wamin labanin wa ‘asalin musaffan syaaribiin, bi-akwaabiw wa abaariqaw waka’sim mimma’iin, 


ma’al ladziina an’amta ‘alaihim minan nabiyyiina was siddiiqiina was syuhadaa-i was saalihiin, 


wahasuna ulaa-ika rafiiqa, dzaalikal fadhlu minallaahi wakafaa billaahi ‘aliima. 


Allaahummaj ‘alna fii haadzihil lailatis syariifatil mubaarakati minas su’adaa-il maqbuuliin,walaa taj’alnaa minal asyqiyaa-il marduudiin, wasallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa-aalihi wa sahbihi ajma’iin, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdulillaahi rabbil’aalamiin.

Terjemahaan Doa Kamilin :



Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, sanggup menjalankan semua kewajiban, mampu menjaga shalat,


bisa mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan dan berpegang teguh pada petunjuk-Mu juga dipalingkan dari segala permainan/tipu daya,


tergolong menjadi orang-orang yang zuhud di dunia dan mencintai kehidupan akherat, ridha akan qadha’ yang sudah digariskan, bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan,


sabar atas segala musibah, termasuk orang-orang yang beralan di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad,


pada hari kiamat sekaligus bisa mendatangi telaga kautsar, yang masuk ke dalam surga dan selamat dari api neraka,


menjadi orang-orang yang bisa duduk di atas dipan kemuliaan, mempersunting bidadari, yang berpakaian sutra,


yang bisa menikmati hidangan surga, minum air susu dan madu yang murni dengan gelas dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmatyaitu dari golongan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.


Mereka itulah teman yang terbaik. Kesemuanya itu adalah anugerah dari Allah,


dan cukuplah Dia sebagai Dzat yang Maha Mengetahui.


Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk golongan orang-orang yang beruntung yang diterima segala permohonannya,


dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk golongan orang-orang yang celaka yang tidak diperkenankan amalnya,


Shalawat beserta salam Allah semoga tetap terlimpahkan atas pemimpin kami Nabi Muhammad Saw, keluarga dan semua sahabatnya dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang paling Pengasih di antara para pengasih.


Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.


Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Setelah membaca doa, dilanjutkan dengan sholat witir.

Doa Setelah Sholat Witir

6. Subhanal malikil qudduus

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
“Subhanal malikil qudduus”
(Artinya : “Maha suci Tuhan yang Merajai lagi Maha Suci“)

7. Subbuhun quddusun rabbunaa

فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ :« سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ يَمُدُّ بِهَا صَوْتَهُ فِى الآخِرَةِ يَقُولُ :« رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ
“Subbuhun quddusun rabbunaa wa rabbul malaa-ikati warruuh”
(Artinya : “Maha suci lagi quddus Tuhan kami, Tuhan para Malaikat, dan Malaikat jibril“)
(Nomer 6 dan 7 dibaca ulang 3X dan diikuti oleh jamaah)

8. Tasbih

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ اِلَهَ إلاَّ اللهُ وَ اللهُ اَكْبَرُ
“Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar, wa Laa haula wa laa quwwata illa billah” – (dibaca 3x dan diikuti oleh jamaah)
(Artinya : “Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar.dan Tiada daya dan tiada kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah”)

9. Doa Setelah witir

Membaca doa sholat witir dan di amini oleh jamaah, jangan lupa sebelumnya baca sholawat Nabi, misal “Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad“, doanya sebagai berikut :
اَللهُمَّ إِنَّا نَسْـأَلُكَ اِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًاقَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَاءَ عَنِ النَّاسِ، اَللهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخُشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللهُ يَااَللهُ يَااَللهُ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Bacaan Latin :
Allaahumma innaa nas-aluka iimaanan daa-iman, 

wanas-aluka qalban khaasyi’an, wanas-aluka ‘ilman naafi’an, 
wanas-aluka yaqiinan shaadiqan, wanas-aluka ‘amalan shaalihan, 
wanas-aluka diinan qayyiman, wanas-aluka khairan katsiira, 
wanas-alukal ‘afwa wal’aafiyata, wanas-aluka tamaamal ‘aafiyati, 

wanas-alukasy syukra ‘alal ‘aafiyati, wanas-alukal ghinaa-a ‘anin naasi,

Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa washiyaamanaa 
waqiyaamanaa watakhasysyu ‘anaa watadlarru ‘anaa wata ‘abbudanaa 
watammim taqshiiranaa yaa allahu yaa allaahu yaa allaahu yaa arhamar raahimiin. 
Washallallaahu ‘alaa khairi khalqihii muhammadin wa’alaa aalihii washahbihii 
ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin
Artinya :
“Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap,
kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat,
kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh,
kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak,
kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna,
kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia.

Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam”
Semoga bermafaat, barakallahu lana.

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :