" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 02 Maret 2016

Tutuplah Jalan Menuju Zina

Saya ingin membahas sebuah ayat serta berbagai wawasan
dari ayat surat Al-Isra’[17]:32. Bunyinya sebagai berikut:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu merupakan sebuah tindakan yang keji. Serta sebuah jalan yang buruk.” (Qs. Al-Isra’[17]:32)


Dalam ayat ini, Allah berfirman bahwa kami jangan mendekati zina. Dirinya tidak berfirman “jangan perbuat zina”, melainkan Dirinya berfirman “Jangan mendekati zina.” Dengan kata lain, ada zina itu sendiri, serta ada tindakan-tindakan kecil lainnya yang menuju terhadap zina, serta kami bahkan tidak boleh mendekatinya.


Allah Azza wa Jalla memberitahu kami bahwa ada hal-hal tertentu yang sebetulnya tidak haram, tapi ketika kamu melakukannya, kamu bakal tersedot ke dalam medan gravitasinya, serta dirinya bakal luar biasa kamu sedikit demi sedikit, serta pada akhirnya dirinya bakal memerangkap diri anda.

Salah satu faktor yang kami pelajari mengenai setan   setan itu sangat sabar. Dirinya tidak bakal sukses menjebak kamu dalam sekali coba. Dirinya bakal mendatangi kamu serta luar biasa kamu sedikit demi sedikit hingga dirinya menghancurkan akhlaq anda. Dirinya tidak bakal langsung membikin kamu melakukan yang haram.

Bahkan dalam kisah Adam a.s serta Hawa, bagaimana setan mendekati mereka dalam surat Al-A’raaf sangat menarik. Setan tidak kenal lelah. Dirinya terus-menerus mencoba membangun gagasan dalam diri mereka hingga mereka berpikir bahwa itu gagasan mereka. Serta Allah berfirman: “Anda (setan) tidak bakal bisa mempengaruhi hamba-hamba-Ku yang saleh.” Dengan kata lain, bagi orang yang sangatlah tunduk pada Allah, jadi setan tidak bisa mempengaruhi mereka. Tetapi terhadap orang yang keimanannya kurang, setan bakal memerintahkan mereka untuk melakukan hal-hal kurang baik tanpa rasa malu.

Jadi ketika kamu mendengarkan setan sedikit, kamu memberikannya sedikit kekuatan. Ketika kamu mendengarkannya lebih lagi, kamu memberikannya lebih tidak sedikit kekuatan. Serta apabila kamu semakin mendengarkannya, jadi setan pada akhirnya memiliki kekuatan untuk memerintahmu.

Telah tidak sedikit orang yang menelpon saya serta mengatakan “Aku tidak bisa membantu diriku lagi. Aku bahkan tidak tahu bagaimana tutorial mengalahkan nafsuku. Aku tidak tahu apa yang membuatku melakukan itu tiap malam. Aku tidak tahu apa yang membuatku berangkat ke tempat itu, chatting pribadi dengan lawan jenis, berlangganan ke situs terlarang itu, melihat film tidak senonoh itu.

Kenapa aku semakin melakukan itu? Kenapa aku tidak bisa menundukkan pandangan ketika melihat lawan tipe di jalan? Aku tidak tahu apa yang wajib dilakukan.” Itulah ketika setan telah menjerat kamu begitu dalam, serta kamu telah tertelan ke dalam lingkaran yang jahat. Apabila kamu tidak berusaha mengatasinya, masalahnya bakal tambah buruk. Serta ini menghancurkan keruhanian kamu seluruhnya.

Hubungan kamu dengan Allah tergantung pada kebersihan hati. Setiap kali kamu terkena sesuatu yang kotor, bakal lebih tidak sedikit noda yang ditumpahkan ke hati anda. Apabila noda-noda itu semakin ditumpahkan, pada akhirnya ketika kamu mendengar firman Allah, kamu tidak bisa meneteskan satu air mata pun. Ini sebab hati kamu telah menjadi sangat keras sebab terlalu lama melakukan dosa. Serta kamu bahkan sehingga tidak peduli lagi.

Ketika hati yang bersih melihat sesuatu yang haram, jadi hatinya bakal merasa terganggu. Dirinya tidak bakal merasa terpikat. Hati nurani kamu bakal langsung bekerja, bagai sirine yang menyadarkan anda.

Tapi ketika kamu sedang sendirian, serta kamu tidak punya rasa bersalah melakukan dosa. Misalnya, sebelum kamu menatap seorang gadis, kamu malah melihat ke sekeliling “Apakah ada yang melihatku?” Seusai memastikan tidak ada yang melihat anda, kemudian kamu menatap gadis itu hingga puas.Rasa takut terhadap Allah telah sangatlah hilang dari diri anda.

Satu-satunya rasa takut yang kamu rasakan merupakan sebab takut kepergok, bukan takut pada Allah. Ini merupakan keadaan ruhani yang telah sangat buruk. Allah

tahu lirikan kamu yang mencuri-curi pandang. Dirinya tahu faktor itu. Serta Dirinya Maha Mengenal apa yang disembunyikan hati kita.

Zina rutin dianggap tindakan yang memalukan serta vulgar, serta dalam ayat Al-Isra’:32 ini, Allah menggambarkannya sebagai sebuah JALAN yang buruk. Kami tahu bahwa jalan tersusun dari langkah-langkah kaki kita. Sehingga kamu wajib mengawasi langkah yang kamu ambil. Apa yang membikin kamu terjerat ke dalamnya, setiap langkah yang kamu ambil, ada prosesnya. Umpama kamu sedang di ruangan seorang diri, alias seusai sekolah kamu punya berbagai jam sebelum orangtua kamu pulang ke rumah, alias kamu bersama sekumpulan kawan yang akhlaqnya buruk. Kamu wajib mengidentifikasi apa saja yang menuntun kamu terhadap dosa ini serta kamu wajib menghindari jalan menujunya. Kamu wajib berhenti melangkah ke jalan itu.

Apa yang menakjubkan bagiku mengenai ayat ini, merupakan mengenai situasinya. Cocok seusai ayat 32 ini, pada ayat 33, Allah berfirman “Jangan membunuh manusia yang tidak bersalah.” Allah menyatakan zina terlebih dahulu serta kemudian mengenai membunuh.

Dapatkah kamu memikirkannya? Kami berpendapat pembunuhan sebagai dosa yang sangat besar. Disini Allah seolah-olah berfirman “Menghinakan harga diri seorang manusia merupakan sebuah kejahatan.”

Menatap lawan tipe dengan penuh nafsu sama dengan menghinakan harga diri kamu serta harga diri orang yang kamu tatap. Serta ketika kami membunuh seseorang, kami telah melanggar hak fisik mereka untuk hidup. Sehingga ada dua tipe pembunuhan dalam surat Al-Isra’ ayat 32 serta ayat 33. Allah menyatakan pembunuhan keruhanian terlebih dulu dalam ayat 32, serta pembunuhan dengan cara fisik pada ayat 33.

Dan di zaman sekarang, standar nasib kami menjadi sangat rendah. Umpama ketika sebuah film baru keluar di bioskop dengan adegan vulgar di dalamnya, kami mengatakan “Ah, ini cuma sedikit adegan vulgar, tidak apa-apa. Ini film remaja, tidak apa-apa.” Tapi kami tahu bahwa apa yang dulunya dikategorikan film dewasa 10 tahun yang lalu, kini sehingga film remaja.

Apa yang dulunya film remaja kini sehingga film anak-anak. Mereka menyelipkan adegan tidak senonoh dalam semua tipe film. Mengapa kami tidak peduli pada dampak negatif yang diakibatkan? Hal-hal negatif ini mempengaruhi shalat kita, mempengaruhi do’a kita, mempengaruhi akhlaq kita, mempengaruhi kehidupan rumah tangga kita. Saya sangat serius dalam faktor ini. Kenapa kami tidak peduli serta malah berpikir “Memang zaman kini serba begini, tidak ada yang bisa kami lakukan.”

Banyak sekali dari kami yang tidak peduli gambar semacam apa yang kami upload di profil Facebook kita. Saya pribadi berhenti memakai Facebook, serta saya tidak mengatakan Facebook itu haram, tapi bagi saya dengan cara pribadi, saya tidak mau menggunakannya lagi.

Saya hanya memakai situs Bayyinah (website dakwah) untuk keperluan saya alias untuk bersosialisasi. Ini sebab hal-hal yang saya lihat di Facebook sangat mengecewakan. Sebab ketika membuka Facebook, saya melihat tidak sedikit sekali foto-foto yang tidak pantas diupload. Serta yang lebih parah lagi, yang menguploadnya merupakan para Muslim. Jadilah orang yang punya harga diri, jaga kehormatan keluarga anda. Jagalah pandangan anda.

Hal terbaru yang bakal saya beritahu pada kamu kini merupakan mengenai kata “fahisa” yang diterjemahkan sebagai “rasa tidak tahu malu” alias “kevulgaran.” Bahasa Arab punya akar kata yang saling berdekatan, yaitu wahs serta fahs. Wahs berarti “binatang liar” serta “fahs” berarti “seseorang yang bersikap semacam binatang liar.” Disini, rasa tidak tahu malu digambarkan sebagai kelakuan yang mirip dengan perilaku binatang.

Allah telah membawa derajat kami sebagai manusia. Hukuman terhadap Adam a.s sehabis makan khuldi merupakan dirinya menjadi telanjang. Pakaian Adam serta Hawa dilucuti. Itulah hukuman dari Allah.

Dan mereka langsung menyadari bahwa mereka wajib menutupi diri mereka. Mereka tidak belajar tutorial menutupi diri dari masyarakat. Bukanlah masyarakat yang mengajarkan mereka untuk punya rasa malu. Dengan cara alami, kami seharusnya sebagaimana kami apa adanya, semacam binatang liar. Adam a.s tidak belajar apapun dari masyarakat manapun, melainkan dirinya diberikan kesadaran. Itulah mengapa pada saat pakaiannya dilucuti, mereka berdua mencoba menutupi dirinya.

Kita seharusnya sehingga orang yang menjaga diri kami dengan menutup aurat serta menjaga kehormatan orang lain dengan tidak menatap mereka. Meskipun apabila mereka tidak menghormati diri mereka dengan berpakaian tidak senonoh, tapi kami wajib punya rasa hormat bagi mereka, serta tidak menatap mereka. Sebab mereka juga merupakan makhluk Allah, sama semacam kita. Kami tidak boleh menatap lawan tipe sebagaimana binatang menatap binatang lain.

Semoga Allah Azza wa Jalla membikin kami sehat dengan cara spiritual serta membawa kami dari masalah-masalah di masyarakat yang semakin bertambah, serta persoalan itu merupakan tidak bisa menundukkan pandangan kita. Serta semoga Allah TIDAK memasukkan kami dalam pertemanan, situasi, alias aktivitas yang mengarahkan kami ke jalan yang buruk. Semoga Allah Azza wa Jalla mempermudah jalan kami terhadap kehidupan spiritual yang sehat.



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :