" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 16 Maret 2016

Jasad Para Nabi Apakah Masih Utuh?



Wed 29 August 2007 03:18 | aqidah | 3.551 views
Pertanyaan : 
Assalamualaikum, wr, wb
Saya pernah baca ada hadfts yang menyatakan bahwa jasad para nabi, termasuk Rasululllah SAW, akan awet tidak akan hancur oleh tanah. Benarkah hadits tersebut?
Wasalam
Jawaban : 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salah satu di antara pemuliaan yang Allah SWT berikan kepada para nabi dan rasul-Nya adalah bahwa bumi atau tanah tidak akan memakan jasad mereka di dalam kubur, meski berapa lama pun lamanya mereka di alam kubur. Jasad mereka tetap akan utuh sebagaimana ketika mereka meninggal dunia.
Keterangan tentang hal itu telah disebutkan oleh Rasulullah SAW 14 abad yang lalu.
Sesungguhnya Allah SWT telah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi. (HR Abu Daud dan An-Nasai)
Di dalam kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah jilid 2 halaman 40 karya Ibnu Katsir disebutkan kisah yang membuktikan hadits nabi di atas. Dikisahkan bahwa ketika membebaskan Persia dan memasuki rumah Hurmuzan, salah satu pembesar negeri itu, para prajurit Islam menemukan jasad seorang jenazah yang tidak membusuk dan di atasnya ada mushaf. Kemudian di dapat keterangan bahwa jasad itu adalah jasad seorang nabi di kalangan Bani Israil pada masa lalu.
Nabi itu bernama Nabi Danial. Konon di masa lalu, Kerajaan Persia yang berperang dengan Syam menangkap nabi Danial dan memenjarakannya. Namun hingga wafat dan sampai ratusan tahun kemudian, jasadnya masih ada. Utuh seluruh tubuhnya kecualirambut di bagian kepala belakangnya saja yang sudah punah. Padahal dalam catatan sejarah, usia jasad itu telah mencapai 800-an tahun.
Kemudian jasad Nabi yang mulia itu dikuburkan oleh para prajurit Islam ke dalam tanah. Dan itu adalah bukti keshahihan hadits nabi di atas secara empiris.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc