" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 03 Maret 2016

Jangan Bersedih Ketika Kesulitan Mendera


Tausiah Islam - Allah s.w.t bakal menguji hamba-hamba yang
dicintai-Nya. Serta Dirinya bakal menonton apakah kalimat syahadat yang mereka ucapkan merupakan benar. Allah s.w.t berfirman dalam Quran:

Baca Juga : Karena Satu Keburukan, Jadi Terhapuslah Amal 70 Tahun


Janganlah Bersedih Ketika Kesulitan Mendera Kita“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tak diuji lagi? Serta sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, jadi sesungguhnya Allah mengenal orang-orang yang benar serta sesungguhnya Dirinya mengenal orang-orang yang dusta.” (Qs. al-Ankabut [29]: 2-3).

Baca Juga : Ada Berita Gembira bagi Anda, Saat Buah Hati Wafat

Allah tak bakal membiarkan kamu hingga Dirinya mengetes kamu sebagai seorang munafiq alias mukmin. Allah tak bakal membiarkan kamu memasuki surga kecuali Dirinya bakal menguji kamu berulang kali. Seorang mukmin tak bakal menjadi wali Allah hingga dirinya diuji.

Dan bakal ada orang-orang yang menguji keimanan anda, keluarga anda, alias kehormatan kamu dalam kehidupan sehari-hari.

Allah s.w.t berfirman:

“Dan sungguh bakal Kami berbagi cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa serta buah-buahan. Serta berikanlah kabar gembira terhadap orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna serta rahmat dari Tuhan mereka, serta mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah[2] : 155-157)

Ketika seseorang memfitnah kamu tanpa bukti, Allah tahu bahwa kamu terbebas dari tuduhan itu. Allah tahu orang itu cuma menuduh anda, tapi Dirinya menguji kamu jadi Dirinya bisa menaikkan derajat anda! Ketika orang-orang merendahkan anda, derajat kamu bakal naik menjadi orang yang dicintai Allah apabila kamu bersabar! Jadi jangan mengeluhkan ujian melainkan sambutlah ia!

Ketika orang beriman memperoleh kesukaran, dirinya tak menjadi depresi sebab dirinya mengingat Allah serta ridha terhadap keputusan Allah jadi Allah memberikan ketenangan batin padanya. Seorang Muslim sejati tak bakal merasa depresi. Apabila seseorang merasa depresi serta stres, jadi ada sesuatu yang salah dengan imannya.

Dan dikatakan dalam hadist qudsi:

“Barangsiapa yang tak ridha dengan apa yang Allah berbagi padanya. Barangsiapa yang tak bersabar ketika Allah menimpakan kesukaran, jadi Dirinya lebih baik mencari tuhan lain tidak hanya Aku. Serta apabila seseorang ridha dengan Allah meskipun Allah hanya memberinya sedikit, jadi Allah bakal ridha dengan amalannya yang sedikit.”

Jika Allah memberi sedikit rezeki terhadap seseorang, umpama dirinya punya suatu motor tua, rumah sederhana, serta baginya itu telah cukup. Dirinya tak makan 3 kali sehari setiap hari, tapi dirinya memperoleh secukupnya untuk mengisi perutnya. Dirinya ridha dengan Allah, jadi Allah bakal ridha dengan amalannya yang sedikit.

Kesukaran hanya menjadi negatif apabila faktor itu menjadi penghalang antara kamu serta Allah s.w.t. Tapi kesukaran menjadi positif serta menjadi motivasi bagi kamu ketika ia mendekatkan kamu terhadap Allah s.w.t.

Setiap orang yang melewati kepedihan serta kesukaran wajib menyadari bahwa semua ini bukan berarti Allah s.w.t ingin menghukum anda, melainkan ini merupakan seruan dari Allah s.w.t supaya kami mendekat kepada-Nya.

Dan inilah salah satu hikmah dari cobaan serta musibah. Kami menjadi dekat satu sama lain dengan saling mengobrol serta menelpon, tetapi kami menjadi dekat terhadap Allah s.w.t melewati cobaan serta musibah!

Dan kamu

bisa menanggapinya sebagai berikut: Yang pertama, kamu menghadapi kesukaran serta mendekatkan diri terhadap Allah s.w.t. Yang kedua, kamu memilih untuk begitu saja menerima kesukaran itu seorang diri, tak melakukan apapun, serta kemudian kamu bakal menonton dampaknya terhadap keimanan anda. Ketika kamu terisolasi, kamu mulai merasakan keimanan mulai memudar! Nilai shalat, khusyu’nya shalat, semuanya memudar! Performa kamu untuk menyimak Quran, untuk berpuasa, tak lagi ada.

Apa yang kamu lakukan? Yang kamu perbuat merupakan menyerahkan diri terhadap setan! Serta setan telah berjanji untuk menyesatkan jalan kamu dari Allah s.w.t. Jadi dalam masa-masa susah kamu wajib mencari orang-orang yang beriman serta beramal shaleh, serta buatlah mereka menuntun kamu terhadap Allah s.w.t.

Cobaan paling ringan yang diterima seseorang merupakan dirinya sedang berjalan-jalan serta tertusuk oleh duri serta membuatnya mengatakan “Aduh!” Rasulullah s.a.w bersabda: “Tidak seorang pun tertusuk duri, kecuali Allah s.w.t menghapuskan dosanya karenanya.”

Cobaan serta musibah merupakan tutorial memperoleh ampunan, semua itu merupakan tutorial memurnikan anda, jadi kamu bisa berangkat ke tempat tersuci (surga). Hukuman Allah bukanlah sebab kemarahan alias kemurkaan-Nya, melainkan tutorial untuk membersihkan kamu dari dosa.

Jangan hanya duduk serta mengira-ngira mengapa Allah memberikan kesukaran pada anda, sebab tak mungkin kamu bisa mengenal penyebabnya. Tapi saya menjamin satu faktor pada anda. Allah berfirman dalam Quran bahwa Dirinya bakal membahas kenapa hal-hal tertentu menimpa kamu di dunia. Dirinya tak bisa memberitahu kamu sekarang, sebab apabila Dirinya memberitahu kamu sekarang, jadi ini tak lagi disebut ujian.

Dan dalam hadist Allah Azza wa Jalla memilih orang yang paling dekat kepada-Nya untuk diberikan ujian terberat. Kenapa Allah melakukan itu? Sebab Allah Azza wa Jalla tak hanya ingin untuk memberikan derajat tinggi kepadanya, tapi Allah Azza wa Jalla juga ingin menjadikannya sebagai contoh bagi umat manusia. Serta Allah Azza wa Jalla ingin menjadikan bahwa mereka punya argumen yang kuat untuk berangkat ke jannah (surga). Temanku, apabila kamu ingin berangkat ke jannah (surga), Allah wajib menunjukkan di hari kiamat “Hamba-Ku yang ini memperoleh jannah sebab argumen ini.”

Rasulullah s.a.w bersabda: “Perkara seorang mukmin itu aneh, ketika Allah merahmatinya dengan sesuatu yang baik serta dirinya bersyukur terhadap Allah, jadi Allah memberinya pahala serta merahmatinya. Serta ketika Allah memberinya kesulitan, kemudian dirinya bersabar untuk melewati kesulitan itu, dirinya juga memperoleh pahala serta rahmat dari Allah.”

Pahala yang bakal diberikan Allah terhadap orang-orang yang bersabar tak terhitung banyaknya! Seseorang bakal menderita selagi berbagai tahun, serta meskipun di sepanjang hidupnya dipenuhi cobaan yang berat, umpama penyakit yang parah hingga kematian merenggutnya. Tetapi ketika kematian datang, penyakitnya juga dicabut! Tak ada seorangpun yang menderita kanker di dalam kubur alias di jannah (surga).

Kesukaran-kesukaran ini sesungguhnya baik, tapi kami menganggapnya sebagai sesuatu yang jahat.
Allah mengirimkan kesukaran untuk menguji anda! Kematian bisa merenggut kamu kapan saja! Jadi pastikan rutin iman kamu berada dalam kondisi baik. Dirinya mengirimkan ujian pada kamu untuk menjaga kamu dari dosa-dosa kamu sendiri!

Allah Azza wa Jalla mengirimkan kesukaran pada kamu mungkin sebab kamu belum berdo’a sejak waktu yang lama, serta saat ini waktunya mendekat kembali pada Allah! Terkadang kami baru bisa mendekat terhadap Allah ketika ujian mendera, kami wajib merasakan kesulitan dulu baru mau mengingat Allah s.w.t, Serta Allah membuka jalan untuk itu. Dirinya mengirimkan kesukaran untuk menyempurnakan kita!

Berbagai kegunaaan ada bersama datangnya kesukara. Juga semacam yang dikatakan pepatah “Cobaan itu baik bagimu sebab ia merupakan kepedihan. Serta kepedihan merupakan kelemahan yang keluar dari tubuhmu. Apabila kepedihan itu tak menghancurkanmu, jadi ia membuatmu lebih kuat.” Serta supaya kami ingat bahwa kami merupakan milik Allah! Dengan demikian Dirinya memiliki segala hak untuk melakukan apapun terhadap kami semacam yang diinginkan-Nya.

Tidakkah kami mengenal kisah para Anbiyya (para nabi) a.s, merekalah orang-orang yang menerima ujian terberat, walau begitu mereka tak sempat berpaling dari Allah s.w.t! Tetapi sedikit saja kesulitan datang terhadap kita, kami langsung berpikir “Apa salahku? Aku telah shalat 5 waktu, bersedekah, melakukan ini serta itu! Kenapa Allah menimpakan ini padaku?” Kamu seringkali mendengar orang-orang mengatakan faktor bego ini! “Kenapa aku menerima kesulitan?”, kata mereka. Apabila Allah s.w.t menguji para anbiyya (nabi), kenapa Dirinya tak boleh menguji kita? Ini merupakan hak-Nya. Wallahu'alam.