" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 06 Maret 2016

Bagimana dengan Hukum Menikah Sebab Dipaksa Orang Tua


Tausiah Islam - Tidak selayaknya orang tua memaksa anak gadisnya
menikah tanpa meminta persetujuan darinya. Seorang anak apabila ia tetap gadis, jadi ia wajib dimintai persetujuan. Serta di antara tanda persetujuannya pada pernikahan tersebut merupakan dengan diam.



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



لاَ تُنْكَحُ اْلاَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ، وَ لاَ اْلبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ كَيْفَ اِذْنُهَا؟ قَالَ: اَنْ تَسْكُتَ

“Seorang janda tak (boleh) dinikahkan hingga ia diajak musyawarah, serta seorang gadis tak (boleh dinikahkan) jadi dimintai izinnya”. Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, lalu bagaimana izinnya?”. Beliau menjawab, “Ia diam”. (HR. Jamaah)


عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، تُسْتَأْمَرُ النِّسَاءُ فِى اَبْضَاعِهِنَّ؟ قَالَ: نَعَمْ. قُلْتُ: اِنَّ اْلبِكْرَ تُسْتَأْمَرُ فَتَسْتَحِى فَتَسْكُتُ. فَقَالَ: سُكَاتُهَا اِذْنُهَا

Dari ‘Aisyah radhiyallahu

‘anha ia berkata: Aku sempat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah wanita-wanita itu (harus) diminta izinnya dalam urusan pernikahan?”. Beliau menjawab, “Ya”. Aku bertanya lagi, “Sesungguhnya seorang gadis apabila diminta izinnya ia malu serta diam”. Beliau menjawab, “Diamnya itulah izinnya”. (HR. Al Bukhari serta Muslim)



Nah, bagi anak gadis, apabila ia tak ridha menikah dengan seseorang yang sudah dipilihkan orang tuanya hendaklah ia memberi tau itu terhadap orang tuanya. Jangan diam saja sebab diam itu tanda setuju. Komunikan dengan orang tua dengan cara baik-baik. Insya Allah, orang tua di zaman kini pasti mau mendengarkan anaknya apabila anak tersebut mengutarakan isi hatinya dengan cara baik-baik.

Masalah ini kadang muncul sebab tak adanya komunikasi. Orang tua merasa anaknya setuju sebab tak berkomentar. Sedangkan anak diam saja merasa dipaksa oleh orang tua serta tak berani bicara.

Pernikahan tak boleh dilakukan dengan keterpaksaan salah satu mempelainya. Sebab pernikahan itu salah satu tujuannya merupakan membentuk keluarga yang sakinah; ada ketenangan, ada kedamaian. Kalau hingga suami istri saling benci sebab menikah dengan terpaksa, yang terjadi pasti bukan sakinah.

Rukun nikah itu ada lima: mempelai laki-laki serta perempuan, wali, saksi, mahar serta ijab qabul. Kedua mempelai tersebut haruslah saling ridha dalam menikah. Apabila salah satunya tak ridha, jadi pernikahan menjadi tak sah.

Karena itu, sekali lagi, orang tua serta anak wajib berkomunikasi dalam soal pernikahan ini. Sebab menikah ini untuk selamanya. Menikah ini untuk masa depan. Menikah bukan suatu permainan. Wallahu a’lam bish shawab.

Kunjungi website kami :


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :