" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 07 Februari 2016

Misteri mayat yang melekat di Kubah Hijau Mesjid Nabawi


Kubah hijau yang megah di Masjid Nabawi dahulunya adalah tempat tinggal  baginda Rasul Muhammad SAW. 

Sejarah mengungkapkan bahwa ketika Baginda Rosul  sampai di Madinah, pertama kali yang dikerjakan adalah dengan membangun Masjid Nabawi yang berukuran hanya 3 x 30 m. 


Bangunan itu hanya berdindingkan tanah kering yang bertiangkan pohon kurma dan memiliki atap dari pelepah kurma.Masjid Nabawi di sebelah timur dibangun rumah Baginda Muhammad SAW, dan ruangan untuk orang miskin dari  kaum Muhajirin yang akan dibangun di sebalah barat sebagai  tempat ahli Suffah. 
Pada tahun ke-7 H, Nabi melakukan pelebaran Masjid Nabawi ke arah Utara, Timur dan Barat yang berbentuk bujursangkar 45 x 45 m dengan luas lahan mencapai 2.025 m2 dengan program pembangunan jangka panjang adalah memperluas Masjid Nabawi yang sekarang kita dapat melihatnya. Nabi Muhammad pernah bersabda sebelum menjelang wafat: “sebaiknya kita memperluas masjid ini”.

Pada tahun ke-17 H, Umar Bin Khattab, memperluas bagian selatan dan barat dari mesjidnabawi dengan masing-masing 5 m dan Utara 15 m, setelah itu dilanjutkan oleh Usman bin Affan khalifah yang ketiga memperluas area nya ke arah Selatan, Utara dan Barat dengan masing-masing 5 m.
Pada tahun ke-88 H. Pada masa kepemimpinan  Khalifah Bani Umayyah Al-Walid bin Abdul Malik memperluas ke seluruh sisi Masjid Nabawi termasuk yang ke arah Timur yaitu rumah Nabi beserta kamar-kamar isteri Nabi sehingga makam Nabi SAW, Abu Bakar Siddiq, dan Umar bin Khattab berada di dalam masjid yang sebelumnya masih terpisah dari masjid

Terakhir ada seorang pria yang dengan sengaja ingin menghancurkan kubah hijau masjid nabawi dengan memanjatnya ke atas kubah dan akhirnya tersambar petir secara tiba-tiba dan mati. Yang anehnya mayatnya itu melekat pada kubah hijau dan tidak ada satupun orang yang sampai sekarang yang dapat menurunkannya.
Seorang ahli sejarah Madinah, Syekh Zubaidy menceritakan bahwa ada seorang yang soleh di Madinah bermimpi, mendengar ada yang mengatakan bahwa Tidak akan ada seorang pun bisa menurunkan mayat tersebut kelak, hanya orang yang ada di akhir zaman yang akan menurunkannya”. 

Hingga sekarang mayat yang masih ada menempel di atas kubah Mesjid Nabawi masih ada dan dapat kita saksikan langsung dengan mata kepala sendiri. Bagi yang belum kesana semoga dapat bisa terwujud melalui perjalan Umroh/Haji 

Pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari kisah ini, bahwa Tauhid yang murni seperti pada zaman Nabi SAW adalah tujuan utama dakwah Islam, jika tidak menginginkan menjadi seorang pribadi yang musyrik. Selain itu perlu pemeliharaan nilai sejarah yang berharga termasuk para pelaku sejarah juga penting. Pelaku sejarah tidak boleh dikenang serta tidak dimuliakan sehingga kuburannya cukup diratakan, karena Nabi SAWpernah bersabda “Allah akan mengutuk kaum Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan itu sebagai tempat ibadah, adalah menyembah kuburan”.

Semoga Bermanfaat dan  kita bisa ambil pelajaran.
Tolong dibagikan juga kepada Sahabat Kita yang lain !!



Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :