" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 07 Februari 2016

Gaji PNS Halalkah?


Sat 20 October 2007 04:55 | muamalat | 3.640 views
Pertanyaan : 
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Ust. Mau tanya neh....PNS (pegawai negeri sipil) sekarang kan banyak diminati, tapi saya belum yakin apakah gaji rutin perbulan dari PNS itu halal?
Memang gaji PNS didapat mereka karena jasa yang mereka lakukan untuk melayani masyarakat. Masalahnya gaji yang dibayarkan untuk PNS kan berasal dari pendapatan negara, sedangkan pendapatan terbesar negara di dapat dari pajak yang di ambil dari masyarakat.
Masalahnya ga semua pajak datang dari jalan yang halal. Banyak dari pajak itu di ambil dari pajak-pajak tempat hiburan, bar, diskotik dll. jadi menurut ust. Atau ijtihad para ulama yang ust. Ketahui bagaimana seh status kehalalan gaji PNS/ pejabat negara?
Jazakumullah Khair
Jawaban : 
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Seandainya logika yang anda gunakan itu kita jalankan, yaitu kita menganggap bahwa gaji PNS haram lantaran pendapatan negara ada yang bersumber dari yang haram, karena memungut pajak dari yang haram, maka ada banyak masalah yang muncul nantinya.
Kalau uang negara hukumnya haram, maka semua yang dilakukan negara juga haram. Bukankah begitu logikanya?
Nah, kalau semua uang negara haram, maka akan ada begitu banyak kegiatan dan fasilitas yang menjadi haram hukumnya, tidak terbatas pada gaji PNS saja.
Terpikirkah oleh kita bila memang logika itu yang digunakan bahwa listrik itu haram kita gunakan, karena listrik itu dibiayai negara lewat PLN. Artinya, semua lampu di negara ini haram, karena listriknya dibiayai negara.
Dan bukan hanya lampu yang haram, tetapi mesin cuci, setrika, TV, radio, komputer, kulkas, tape, VCD, kamera, telepon, hp, faksimile, microwave, mesin potong rumput, sampai pemanas air juga tidak boleh digunakan. Karena semua hanya bisa hidup kalau pakai listrik. Dan listrik di negeri ini masih disuplai PLN. PadahalPLN disubsidi dari uang negara.
Kita tidak bisa membayangkan sebuah negara tanpa listrik.

Selain listrik, semua kendaraan bermotor, mulai dari sepeda motor, mobil, bus kota, kereta api, pesawat terbang, kapal laut juga haram ditumpangi. Mengapa? Karena semua kendaraan itu menggunakan bahan bakar yang dibiayai atau disubsidi oleh negara.
Kalau semua uang negara haram, jika masih bersikeras menggunakan logika di atas, seharusnya semua kendaraan bermotor haram ditumpangi, bukan?
Bahkan kita pun tidak boleh berjual beli dengan menggunakan uang rupiah, karena uang sebagai alat tukar dibuat oleh negara, dalam hal ini Bank Indonesia dan Peruri. Kesemuanya dibiayai oleh negara. Kalau semua uang negara haram, maka haram pula berjual beli dengan menggunakan uang rupiah.
Intinya, kita mustahil hidup di negeri ini. Karena kita sudah menuduh bahwa negara ini hidup dari uang haram.
Lalu kita mau pindah ke mana?
Ke Arab? Atau ke Afghanistan?
Ternyata di sana sama saja. Negara arab pun banyak berdagang dengan yahudi. Saudi Arabia banyak berkolaborasi dengan Amerika dan Eropa. Bahkan sebagian besar uang orang arab itu malah diparkir di bank-bank Amerika dan Eropa. Tentunya ada bunganya, bukan? Bukankah bunga itu haram?
Sementara negeri arab pun membangun sarana dan prasarana dengan keuangan mereka, tentunya juga dari bunga ribawi.
Maka logikanya, kita pun haram tinggal di negeri arab, karena uang mereka pun haram juga, kalau menggunakan logika di atas. Bukankah begitu?
Maka satu-satunya jalan, kita harus pindah ke bulan. Karena di sana tidak ada uang haram. Tapi masalahnya, di sana juga tidak ada sarana penunjang kehidupan. Setidaknya di sana tidak ada oksigen. Berarti harus beli. Eh, ternyata yang jual juga orang kafir yang duitnya didapat dengan cara yang haram.
Mungkin meninggal adalah salah satu cara terakhir yang paling mudah. Tapi kain kafan dan mobil jenazahnya buatan orang kafir.
Bayangkan, kalau logika yang anda sampaikan di atas mau secara konsekuen dijalankan, jangankan hidup, mati saja susah.
Maka dari semua hal di atas, rasa-rasanya yang perlu diperbaiki adalah logika berpikirnya. Bahwa sesuatu yang haram sebenarnya tidak bersifat menular. Dan dalam Islam tidak ada dosa turunan, sebagaimana juga tidak ada istilah haram turunan.
Kalau pemerintah negeri ini memungut pajak dari dunia hiburan dan maksiat, kita tidak bisa mengatakan bahwa semua uang milik negara ini 'tertular' keharamannya. Yang haram adalah sikap mengizinkan tindakan haram dan maksiat, bukan uangnya. Uang tidak pernah berstatus haram. Yang ada hanya istilah uang yang didapat dengan jalan haram. Yang haram adalah jalannya, bukan bendanya.
Seandainya ada maling membeli bensin di sebuah pom bensin, apakah semua uang yang dimiliki oleh pom bensin itu lantas menjadi haram? Dan apakah keharaman menular ke semua bensin sehingga akhirnya keluar vonis bahwa haram hukumnya membeli bensin di pom bensin itu?
Maka kesimpulan sederhananya, sebelum membuat logika fiqih, sebaiknya kita belajar dulu ilmu ushul fiqih, agar kita tidak menjadi pembuat fatwa dadakan. Kalau mendadak menjadi penyanyi dangdut, mungkin orang maklum. Tetapi bikin fatwa tidak bisa mendadak.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Y a RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

alikhlasmusholaku.top

#Gerakan saber donatur dan sebar takjil ramadhan 1438 H - 2017 M untuk ahli surga

Realisasi #Gerakan saber donatur dan sebar takjil ramadhan 1438 H - 2017 M untuk ahli surga

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)




TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :