" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 24 Februari 2016

Cara Meraih Surga Ibu

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Tausiah Islam - Syahdan, seorang laki-laki sebuah ketika bertanya

terhadap Ibn Abbas RA, ''Saya meminang seorang wanita, namun dirinya menolak pinangan saya. Seusai itu, datang orang lain meminangnya, lalu dirinya menerimanya. Saya menjadi cemburu serta membunuhnya. Apakah tobat saya diterima?''

Baca Juga : Mukjizat Hadist Nabi Muhammad Tentang Sayap Lalat



Cara Meraih Surga Ibu



Bagaimana Cara Meraih Surga Ibu


Ibn Abbas bertanya, ''Apakah ibumu tetap hidup?'' Dirinya menjawab, ''Tidak.'' Ibn Abbas berkata, "Bertobatlah terhadap Allah serta mendekatlah kepada-Nya semampumu." Atha' bin Yasar yang hadir ketika itu bertanya terhadap Ibn Abbas, "Mengapa engkau bertanya terhadap lelaki itu, apakah ibunya tetap hidup?" Ibn Abbas menjawab, "Saya tak tahu tindakan yang paling mendekatkan (seseorang) terhadap Allah SWT, melainkan mengabdi terhadap ibu." (HR
Bukhari).

Demikian mulia kedudukan seorang ibu. Di antara bapak serta ibu, ibulah yang lebih berhak untuk menerima perhatian dari seorang anak. Tak hanya itu, dalam sebuah sabda Nabi Muhammad SAW yang masyhur, bunda mempunyai hak tiga kali lipat lebih besar daripada seorang bapak.

Ada beberapa argumen mengapa seorang bunda mempunyai hak tiga kali lipat lebih besar daripada seorang bapak. 

Pertama, seorang bunda menanggung beberapa kesusahan, baik ketika mengandung maupun melahirkan. Bahkan, ketika anaknya telah berusia empat puluh tahun pun, perhatian seorang bunda tak sempat berhenti, ia terus mendoakan anaknya (QS Al-Ahqaf [46]: 15).


Kedua, kesusahan ketika mengandung itu bertambah serta terus bertambah (QS Luqman [31]: 14).

Ketiga, kesusahan seorang bunda mencapai puncaknya ketika hendak melahirkan. Alquran memberi angan-angan alangkah sakit waktu melahirkan dengan ungkapan bahwa Maryam binti Imran mengharapkan kematian alias menjadi barang yang tak berarti 

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

(QS Maryam [19]: 23).

Keempat, seusai melahirkan, kewajiban bunda belum selesai. Ia wajib menyusui serta memelihara anaknya. Ia tak bakal sempat merasa tenang apabila keselamatan serta kenyamanan sang anak terancam. Faktor ini semacam bunda dari Nabi Musa AS ketika ia diperintahkan Allah untuk menghanyutkan anaknya di sungai 

وَأَوْحَيْنَا إِلَى أُمِّ مُوسَى أَنْ أَرْضِعِيهِ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلا تَخَافِي وَلا تَحْزَنِي إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ (٧)فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ (٨) وَقَالَتِ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ قُرَّةُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ لا تَقْتُلُوهُ عَسَى أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (٩)وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَى فَارِغًا إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلا أَنْ رَبَطْنَا عَلَى قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (١٠) وَقَالَتْ لأخْتِهِ قُصِّيهِ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (١١) وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ (١٢) فَرَدَدْنَاهُ إِلَى أُمِّهِ كَيْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لا يَعْلَمُونَ (١٣

(QS Alqashash [28]: 7-13).

Empat perkara ini lumayan membahas mengapa Allah serta Rasul-Nya menempatkan derajat bunda lebih tinggi daripada bapak. Bahkan, surga--sebagai sebaik-baik tempat kembali bagi manusia sesudah mati--diasosiasikan berada di bawah telapak kaki seorang ibu.

Semoga Bermanfaat


 
 
 

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :


alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar