" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 12 Februari 2016

Apa Wajib Zakat Jika Hampir Seluruh Penghasilan untuk Bayar Hutang


Tue 2 October 2007 01:57 | zakat | 2.886 views
Pertanyaan : 
Assalamualaikum wr wb
Saat ini saya memiliki hutang yang harus saya bayar dengan hampir seluruh gaji saya tiap bulannya. Apa saya masih diwajibkan untuk membayar zakat penghasilan? Kalau dihitung-hitung memang penghasilan say sudah sampai senisab.
Mohon penjelasannya ustadz.
Jazakallah khairan katsiro
Jawaban : 
Assaalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 


Di antara syarat harta yang wajib dizakati adalahbila harta itu terbebas dari kewajiban untuk membayar hutang kepada orang lain. Atau disebut juga as-salamah 'anid-dain.

Sebab hutang itu merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Bahkan seorang yang mati syahid pun tidak bisa langsung masuk surga, kalau masih punya hutang.
Dan boleh dibilang bahwa orang yang punya harta namun sekaligus punya hutang yang harus dilunasi senilai dengan harta yang dimilikinya, sama saja dengan orang yang tidak punya harta. Dan orang yang tidak punya harta, hukumnya tidak wajib membayar zakat.
Seorang yang sudah jatuh tempo untuk membayar hutang hukumnya wajib untuk membayar hutang. Bahkan kewajiban zakat pun akan menjadi gugur. Karena pada prinsipnya, kewajiban zakat itu hanya terbebani di pundak orang yang punya harta secara sempurna. Adapun orang yang masih terbebani dengan pelunasan hutang yang harus segera dibayarkan, meski dia punya uang, tapi pada hakikatnya dia tidak punya harta.
Syarat ini juga terkait dengan sifat harta yang wajib dizakati, yaitu harta itu dimiliki secara sempurna. Bukan harta yang dimiliki secara semu. Dan termasuk harta yang semu adalah harta yang kita miliki namun kita pada saat yang sama, kita punya hutang senilai dengan harta itu.
Wallahu a'lam bishshawab, wassaalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :