" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 18 Januari 2016

Wajib BACA Bagi Muslim / Muslimah, Kemanakah Perginya Air Mandi Jenazah Rasulullah SAW


Kisah Yang Sangat Mengagumkan Mengenai Syeikh Mutawalli Sya'rawi Rahimahullah Pada masa sebelumnya, suatu muktamar Islami yang menghimpun para ulama muslimin telah dilakukan dalam periode selama seminggu. Syeikh Sya'rawi adalah di antara tokoh ulama Mesir yang diundang untuk meghadiri muktamar tersebut. Pada hari pertama muktamar, Syeikh Sya'rawi telah melihat pada diri ketua muktamar tersebut yang juga merupakan seorang ulama 'suatu perubahan besar dari segi keilmuannya dan makrifah yang tidak ada pada masa-masa sebelumnya. Lalu, syeikh bangun menuju ke podium dan berkata, "Aku akan mengajukan suatu pertanyaan kepada kamu dan aku inginkan jawabannya. Pertanyaannya: Ke manakah perginya air pemandian jasad Rasulullah SAW? ". Yaitu yang dimaksudkan beliau adalah air yang digunakan ketika dimandikan jenazah beliau SAW. Akan tetapi ketika pertanyaan itu diajukan, tidak ada siapa yang menjawabnya. Semua orang diam dan diam karena tidak tahu akan jawabannya. Ketua muktamar itu juga merasa sangat terkejut dengan pertanyaan tersebut dan mengatakan dalam dirinya, "Bagaimana aku tidak tahu akan jawaban pertanyaan ini?". Lalu ia mengambil jalan keluar dari persoalan ini dengan mengatakan, "Berikan kami kesempatan waktu, kami akan jawab pertanyaan kamu pada pertemuan besok insyaAllah". Maka ia pun pulang ke rumahnya dan tidak melakukan apa-apa selain terus memasuki perpustakaan khususnya untuk mencari, meneliti dan membelek kitab-kitab untuk menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Dia telah menghabiskan waktu yang lama dalam pencariannya, sampai diselimuti kelelahan dan akhirnya terlelap tidur di atas kitab yang dibacanya. Ketikamana ulama 'itu tidur, Rasulullah SAW telah datang bertemunya dalam mimpi dan bersama beliau seorang pria yang memegang sebuah lampu pelita. Maka dengan segera ia menuju kepada Rasulullah SAW dan bertanya, "Ya Rasulullah, ke manakah perginya air pemandian jasadmu?".Lalu Beliau SAW mengisyaratkan kepada pria pemegang lampu pelita yang berada di sisinya (supaya menjawab pertanyaan itu). Kemudian pria itu pun menjawab, "Air pemandian Rasulullah SAW menguap naik ke langit dan kemudian turun ke bumi dalam bentuk hujan. Setiap titisannya yang jatuh ke bumi, dibangun di tempat itu masjid ". Maka, terjagalah ia dari tidurnya dalam kondisi yang sangat gembira karena telah mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut. Keesokan harinya, ketua muktamar itu hadir untuk hari kedua dan menunggu persoalan yang telah dilontarkan oleh Syeikh Sya'rawi untuk diutarakan kembali. Akan tetapi syeikh tidak bertanya. Di ujung muktamar pada hari kedua, akhirnya dia bangun dan berkata kepada syeikh Sya'rawi, "Kemarin kamu telah mengajukan pertanyaan. Apakah kamu ingin mengetahui jawabannya? ". Syeikh berkata:" Apakah kamu tahu jawabannya? ". Beliau menjawab:" Ya ".Syeikh bertanya:" Maka ke manakah perginya air pemandian Rasulullah SAW? ". Beliau menjawab:" Air pemandian Rasulullah SAW menguap naik ke langit dan kemudian turun ke bumi dalam bentuk hujan.Setiap titisannya yang jatuh ke bumi, dibangun di tempat itu masjid ". Syeikh bertanya lagi:" Bagaimana kamu mengetahuinya? ". Beliau menjawab:" Rasulullah SAW telah datang kepadaku dalam mimpi (memberitahukan jawabannya) ". Syeikh berkata:" Bahkan seorang pria yang memegang lampu pelita yang menjawab kepada kamu ". Maka ulama itu terus merasa terkejut dan tertegun, lalu bertanya," Bagaimana kamu mengetahui hal itu? ". Lalu Syaikh Sya'rawi menjawab bahwa beliaulah lelaki yang memegang lampu pelita yang berada di sisi Rasulullah SAW dalam mimpi ulama 'itu. Acara ini telah memberikan dampak yang cukup mendalam kepada para hadirin dalam muktamar tersebut dan mengejutkan semua orang. Hal ini menunjukkan posisi maqam yang tinggi beliau di sisi Allah Ta'ala dan RasulNya. Kisah ini diceritakan sendiri oleh ulama 'yang menjadi ketua muktamar itu. Terima kasih Telah Membaca Artikel Ini semoga bermanfaat, jangan lupa sebar luaskan Artikel Ini. !!