" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 28 Januari 2016

Subhanallah Ternyata Fenomena Facebook Telah Disinggung didalam Alquran


Facebook merupaka salah satu media sosial yang terbesar di dunia. Dengan facebook kita dapat berkomunikasi dengan orang dimana pun dan kapan pun. Kita bisa saling berkomunikasi lewat chat maupun video call, berbagi foto, video, status, dan masih banyak lagi manfaatnya. Ternyata fenomena facebook telah disinggung di Al-Qur’an.


Perkembangan jaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Salah satu fenomena yang sedang booming yakni munculnya berbagai macam medsos seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram, Line, dsb. Facebook lebih dahulu dikenal oleh masyrakat daripada yang lain. Facebook dibuat oleh Mark Zuckerberg dan kawan-kawannya pada tahun 2004. 

Jejaring sosial ini sudah sangat digemari sejak awal kemunculannya. Banyak sekali orang yang menggunakan aplikasi ini, baik kalah mudah dan tua. Tapi, ternyata fenomena facebook sudah disinggung dalam Al-Qur’an.

Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa manusia mempunyai sifat suka mengeluh. Apabila ia diberi kesusahan ataupun musibah, ia selalu berkeluh kesah. Namun, jika ia diberkahi dengan kebaikan atau nikmat maka ia akan menjadi kikir. Hal ini tentu menjelaskan fenomena jamaah “fesbukiyah” pada umumnya. 

Apabila kita lihat di wall Facebook, maka kita akan menemui status-status yang bertebaran dan kebanyakan dari status orang-orang tersebut merupakan curhatan keluh kesahnya yang sedang ia hadapi. Hal ini serupa dengan sinetron-sinetron yang ada saat ini. Mulai dari jerawat, bisul, hingga sakit punggung semuanya dicurhatkan ke facebook. Tidak hanya itu, masalah keluarga yang harusnya di tutupi juga sering diperbincangkan difacebook demi mendapatkan rasa simpatik orang lain.Semuanya pun bisa dijadikan status, situs jejaring sosial sudah disinggung Al-Qur’an karena keluh kesah ini. 

Tidak hanya sampai disitu saja. Bahkan ibadah juga dibuat status, seperti “Akhirnya bisa buka puasa bersama teman-teman, moga besuk bisa lagi”, ada juga yang membuat status “Alhamdulillah, bisa khatam Al-Qur’an 2 kali”. Status tersebut bisa membuat orang yang membacanya menganggap bahwa ia pamer atau riya terhadap ibadah dan itu juga dapat membuat timbul dalam dirinya sendiri rasa sombong tersebut. Tapi semoga saja mereka berniat untuk menyebarkan kebaikan agar menjadi contoh bagi orang lain bukan untuk menyombongkan diri ataupun mendapatkan pujian. 

Sepertinya ada salah satu hal yang belum pernah dijadikan status, yakni masalah shalat. Sebagai contohnya “Baru shalat Jumatan nih, dan ini sudah rakaat kedua. Tapi bacaan imamnya panjang-panjang, jadi capek deh”. 

Ternyata fenomena facebook sudah disinggung di Al-Qur’an yang mengatakan bahwa apabila seseorang diberi kebaikan maka ia akan menjadi kikir. Sebagai contohnya adalah saat gaji naik, makan enak, mobil baru maka status yang muncul yakni kemewahan yang mereka tampilkan. Pendirinya sebenarnya ingin menginginkan bahwa Facebook bisa dijadikan sebagai sarana untuk berkomunikasi, berbagi pengalaman, foto, video atau yang lain sebagainya yang bermanfaat, meskipun berada di lokasi yang jauh berbeda. Namun, jika penggunaannya disalah gunakan maka bisa merugikan dirinya sendiri bahkan orang lain. 

Demikianlah ternyata fenomena Facebook sudah disinggung Al-Qur’an. Sifat mengeluh yang ada dalam diri kita hendaknya dapat dikurangi dan lebih mengutamakan rasa syukur atas nikmat yang telah diberi oleh Allah.

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :