" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 22 Januari 2016

Apa Manfaat Khitan pada Wanita




SUNAT atau khitan sudah menjadi sunat fitrah yang mesti dilakukan bagi seorang Muslim, sunat mampu mencegah penyakit yang bersarang di saluran kemih, sunat adalah memotong dan membuang lapisan luar pembungkus ujung penis (kulup). Di balik kulup merupakan tempat persembunyian ideal bagi yang terbawa oleh urin.

Adapun khitan perempuan, ialah memotong sedikit kulit yang terdapat di bagian atas faraj, yaitu pada ujung clitoris. Pada perempuan dinamakan pula khitan untuk memudahkan saja. Kata Mawardi, khitan perempuan ialah memotong kulit yang terdapat sebelah atas faraj seperti biji atau ranggah ayam. Dan yang wajib potong itu ialah kulitnya yang berlebih, tidak sampai pangkalnya.”

Dari Ummu Athiyah Al-Anshariyah Ra., seorang perempuan pernah dikhitan di Madinah. Maka bersabda SAW, kepadanya “Jangan terlalu dalam, karena yang demikian itu mahkota perempuan dan sangat disukai oleh suami,” (HR. Abu Dawud)

Sejumlah penelitian menunjukkan, sunat menurunkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), kanker penis, serta menekan risiko terjangkit virus HIV. Sebab setelah disunat, pembersih kotoran (smegma) mudah dilakukan

Dari sisi medis, sunat pada wanita tidak banyak manfaatnya, Karena tidak berpengaruh pada risiko penularan penyakit. Menurut Dr. Nur Rasyid, sunat pada wanita berbeda dengan pria, baik dari segi prosedur maupun kegunaannya. Prosedur sunat pada wanita dilakukan dengan menggores bagian ujung klitoris. “Sunat pada wanita hanya mungkin dilakukan bila terjadi kelainan congenital atau kelainan bawaan. Misalnya, ada kulup yang begitu lebar yang menutupi bagian paling sensitive atau bentuk klitoris yang terlalu besar. Itu pun dilanjutkan dengan bedah rekontruksi.”

Secara medis, sunat dapat dilaksanakan kapan saja sesuai dengan indikasi dan kondisi bayi atau anak. Kapan menyunat anak sebaiknya mempertimbangkan aspek psikologis anak. Bila ia sudah siap dan bersedia melakukannya secara sukarela. Jangan melakukannya dengan paksaan. Selain menyulitkan ahli kesehatan yang akan menyunat (karena anak menangis dan meronta-ronta), juga bisa membuat anak mengalami trauma psikologis.

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :