" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 19 Desember 2015

Ketahui 10 Adab dalam Menjamu Tamu

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Y a RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

I REALLY LIKE THIS LINK








Tamu merupakan orang yang bertandang ke kediaman kita dikarena ada suatu keperluan. Tenyata memuliakan tamu di dalam Islam adalah salah satu sifat terpuji dan merupakan perintah dari Allah SWT dan Rasul-Nya.

Selain untuk menjalin silaturahim, ternyata bertamu dan menjamu tamu ini memiliki keberkahan tersendiri bagi pelakunya. Oleh sebab itu, sebagai umat muslim kita diwajibkan untuk memuliakan tamu yang mendatangi kediamannya

Ternyata di dalam menjamu tamu tersebut, ada adab-adab yang harus dilakukan oleh tuan rumah. Sangatlah penting bagi kita mengetahui apa-apa saja adab tersebut agar bisa menjamu tamu sesuai dengan syariat agama Islam. Berikut ini ulasan selengkapnya. 

1. Bersegera dalam Menyambut dan Menjamu Tamu
Adab pertama yang harus dilakukan tuan rumah dalam memperlakukan tamunya adalah dengan bersegera menyambut dan menjamu tamu tersebut. Jangan biarkan tamu tersebut berlama-lama di luar rumah karena kita tidak membukakan pintu.

Hal ini sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as, beiau bersegera untuk mendatangi keluarganya dan mempersiapkan hidangan untuk menjamu tamunya. Tanpa harus menawari dulu kepada tamunya. Perintah untuk bersegera dalam beramal ini juga merupakan tuntunan Islam. Rasulullah bersabda: "Bersegeralah dalam beramal …" (HR. Muslim)

2. Menjawab Salam dengan yang Terbaik
Selain bersegera dalam menyambut dan menjamu tamu, umat Islam juga diharuskan untuk menjawab salam dengan baik. Sebagaimana firman Allah (artinya): "Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan (salam), maka balaslah penghormatan (salam) itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (An Nisa': 86).

3. Menghidangkan Kepada Tamu dengan Hidangan yang Paling Baik
Ketika kedatangan seorang tamu hendaknya untuk memberikan hidangan yang paling baik untuk dirinya. Hal ini sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim ketika menghidangkan daging anak sapi yang gemuk kepada para tamunya.

4. Meletakkan Hidangan tersebut di Dekat Tamunya
Adab selanjutnya yang harus dilakukan oleh tuan rumah dalam menjamu tamunya adalah dengan meletakkan hidangan tersebut di dekat tamunya. Hal ini bertujuan agar tamunya tersebut dapat dengan mudah menjangkau hidangan yang telah disajikan. Hal ini juga telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim as. 

5. Menyambut/Mengajak Bicara dengan Bahasa yang Sopan dan Baik
Selain perbuatan yang menyenangkan, tuan rumah juga harus bertutur kata yang baik dan sopa kepada tamu yang bertandang ke rumahnya.

Nabi Ibrahim berkata kepada tamunya: ”Keselamatan atas orang-orang yang tidak dikenal”. Beliau tidak mengatakan ”Keselamatan atas kalian, kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal”. Ketika menghidangkan makanan Ibrahim berkata,”Silahkan kalian makan”

Beliau tidak mengatakan: ”Makanlah”. Jadi menggunakan lafadz "Silahkan" atau yang semisalnya.

6. Menjaga dan Melindungi Tamunya dari Hal-Hal yang Bisa Memudharatkannya
Sebagai tuan rumah hendaknya mampu menjaga tamunya dari hal-hal yang dapat membahayakan tamunya tersebut. Ini dilakukan oleh Nabi Luth ketika datang kepadanya para Malaikat yang menjelma sebagai tamu yang sangat tampan wajahnya. Kedatangan tamu-tamu tersebut mengundang fitnah terhadap kaumnya dan mereka hendak berbuat Liwath (homoseks). Menghadapai hal itu Nabi Luth berupaya untuk menjaga dan melindungi tamunya dari kekejian yang hendak dilakukan oleh kaumnya (Lihat surat Hud ayat 77-83 dan Al Hijr ayat 67-71.)

7. Tuan Rumah Hendaknya Berwajah Gembira
Mungkin banyak di antara kita yang masih mengabaikan perkara yang satu ini. Biasanya meskipun ada orang yang bertamu di rumah namun kita tetap saja menampakkan wajah yang sedih atau malah wajah yang tidak menyenangkan. 

Padahal semestinya apapun masalah yang sedang dihadapi, jika ada orang yang bertamu ke rumah hendaknya kita senantiasa menunjukkan wajah yang gembira jangan pernah menampakkan wajah sedih ataupun kesal ketika menyambut tamu. Untuk itu senantiasalah bersikap ramah. 

8. Tidak Terburu-buru Mengangkat Hidangan dari Meja Tamu
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan ketika menjamu tamun adalah jangan terburu-buru untuk mengangkat hidangan yang telah disajikan di hadapan mereka sebelum tamu tersebut benar-benar memakanannya dan membersihkan tangannya.

9. Tidak Memaksa Tamu Memakan Hidangan yang Mungkin tidak Disukainya
Tidak semua orang yang memiliki selera yang sama dalam hal makanan. Untuk itu, ada baiknya untuk tidak memaksa tamu memakan hidangan yang telah disajikan apabila ia tidak menyukainya. 

10. Jika Tamu Berpamitan Hendaknya Tuan Rumah Mengantar Sampai ke Luar Rumah
Adab terakhir yang harus dilakukan oleh tuan rumah dalam menjamu tamunya adalah mengantarkan tamunya tersebut sampai keluar rumah ketika ia hendak berpamitan pulang.

Demikianlah ulasan mengenai 10 adab dalam menjamu tamu menurut pandangan Islam. Untuk itu sebagai umat muslim yang beriman kita harus mengikuti perintah tersebut agar amalan yang dilakukan dapat bernilai ibadah.

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :