" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 12 Desember 2015

Inilah Orang Paling Lemah Menurut Rasulullah



Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnnya. Oleh sebab itulah manusia harusnya bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT tersebut. Manusia diberikan suatu kekuatan yang mendorong dan mengalahkan makhluk lainnya. Yakni kekuatan akal pikiran dan ruh yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Begitu besarnya nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada manusia. Namun banyak di antara mereka yang tidak mensyukuri pemberian Allah tersebut. Sehingga membuat mereka menjadi orang yang sombong karena merasa lebih segalanya dari mahluk lain. 


Padahal sebenarnya, manusia itu adalah mahluk yang paling lemah dan pelupa. Namun, di antara orang-orang yang lemah tersebut terdapat manusia yang paling lemah menurut Rasulullah SAW. Berikut ini adalah orang yang paling lemah menurut Rasulullah.

Allah SWT menciptakan manusia dari setetes sperma yang bertemu dengan indung telur. Tahap demi tahap dihingga tumbuh dan berkembang menjadi janin, bayi, kanak-kanan, remaja hingga akhirnya lansia. Tidak dapat dipungkiri, bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Hanya saja kekurangan yang mereka miliki dapat ditutupi dengan kelebihan yang dianugerahkkan kepada mereka. Namun hal yang sangat disayangkan kemudian adalah mereka menjadi angkuh kepada Allah SWT. 

Menurut Rasullah SAW, orang yang paling lemah itu ialah mereka yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT. 

“Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allâh). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi salam” (HR. Abu Ya’lâ, ath-Thabrâni, Ibnu Hibbân dan ‘Abdul Ghani al-Maqdisi. Syaikh al-Albaani rahimahullah menilainya berderajat shahih. Lihat ash-Shahihah no.601 dan Shahiihul Jaami no.1044).

Padahal, Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu memanjatkan doa kepada-Nya demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat. 

Allah Ta’ala berfirman : “Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir/40:60).

Hal tersebut menjadi bukti kelembutan Allah kepada para hamba-Nya dengan menyerukan kepada mereka agar selalu memohon hanya kepada-Nya. Hal ini bertujuan agar manusia tersebut dimudahkan dalam urusan dunia dan akhiratnya. Doa-doa yang diucapkan tersebut dapay berupa doa ibadah, doa permintaan serta yang lainnya dan Allah janji kepada mereka akan mengabulkan permohonan tersebut.

Sedangkan untuk mereka yang angkuh dan sombong tidak mau berdoa kepada Allah maka niscaya orang-orang dari golongan ini akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam yang sangat hina. Selain neraka, ada banyak hal lagi yang akan didapatkan oleh orang lemah yang malas berdoa ini. 

Doa secara mutlak bermakna permohonan hamba kepada Rabbnya untuk berkenan membawakan kebaikan bagi dirinya dan menyingkirkan keburukan dari kehidupannya. Orang yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah untuk memohon sesuatu, memuji dan menyanjung-Nya, sebenarnya ia dalam kebaikan dan ibadah yang besar. 

Lain halnya dengan mereka yang malas berdoa kepada Allah SWT. Merugilah orang-orang yang menyombongkan diri dengan tidak mau memohon kepada Allah, Dzat yang Maha Mengatur alam semesta dan segala perkara di dalamnya. 

Tanpa disadari, manusia sebenarnya adalah makhluk yang lemah, baik lemah fisik, jiwa dan hati serta punya banyak kekurangan. Untuk itu, janganlah menyombongkan diri dengan tidak mau berdoa kepada Allah dan beribadah kepada-Nya. Jangan sampai kita sebagai umat mukmin menjadi hamba Allah yang paling lemah. Perbanyaklah berdoa kepadanya agar bisa mendapatkan kebaikan dan karunia dari Allah Ta’ala.