" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 16 Desember 2015

Empat Hikmah di Balik Keguguran dan Kematian Anak Dalam Islam

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Musibah hilir mudik mendatangi manusia sebagai ujian terhadap keimanan seseorang. Salah satu ujian terberat yang dihadapi adalah kehilangan orang yang sangat dicintai. Misalnya saja kehilangan anak yang seharusnya menjadi generasi penerus keluarga.

Banyak kasus kematian anak yang membuat orang tua depresi hingga gila. Mereka tidak bisa menerima kenyataan pahit harus kehilangan buah hati tercinta dalam usia yang masin muda. Kematian anak baik saat masih dalam kandungan atau pun setelah tumbuh menjadi balita memang menyakitkan. 




Namun, orang yang kehilangan dilarang meratapi kepergian sang anak berlarut-larut. Karena dibalik itu semua, ada hikmah tersembunyi yang seharusnya orang tua wajib tahu. Berikut empat hikmah di balik keguguran dan kematian anak dalam Islam

1. Anak Tersebut Langsung Masuk Ke Dalam Surga Tanpa Hisab
Hikmah pertama yang akan diperoleh di balik keguguran dan kematian anak dalam Islam adalah anak tersebut aan langsung masuk ke surga tanpa harus dihisab terlebih dahulu. Pasti orangtua akan senang mendengarkan hal ini, mereka akan bahagia karena anak yang dikandungnya akan langsung masuk ke dalam surga. Memang musibah tersebut membuat hati terluka dan sedih yang luar biasa. Namun, orangtua akan bertemu dengan anaknya di akhirat kelak jika mereka juga masuk surga. 

“Tiap-tiap anak orang Islam yang mati sebelum baligh akan dimasukkan ke dalam syurga dengan rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Anak-Anak Tersebut Akan Mengantarkan Orang tuanya Untuk Masuk Pula Ke Dalam Surga
Anak-anak yang meninggal sebelum dilahirkan atau meninggal sebelum baligh dapat mengantarkan orangtuannya ke dalam surga. Tentu saja hal ini menjadi penyejuk meskipun hati tengah berduka. Karena kelak akan berjumpa dan bersama-sama dengan buah hati yang dicintai di dalam surga
Anak yang telah meninggalkan kita di dunia yang belum dalam keadaan baligh akan mengantarkan kita sebagai orang tuanya ke dalam surga. Sungguh sangat senangnya kita bila diri ini masuk kedalam surga Allah bersama buah hati yang kita cintai.

Menurut Hadits Qudsi
Allah SWT berfirman pada harui kiamat kepada anak-anak:
"Masuklah kalian ke dalam surga!"
Anak-anak itu berkata: "Ya Rabbi (kami menunggu) hingga ayah ibu kami masuk."
Lalu mereka mendekati pintu syurga! tapi tidak mau masuk ke dalamnya. Allah
berfirman lagi: "Mengapa, Aku lihat mereka enggan masuk? Masuklah kalian ke dalam surga!"
Mereka menjawab: "Tetapi (bagaimana) orang tua kami?" Allah pun berfirman:
"Masuklah kalian ke dalam syurga bersama orang tua kalian". (Hadits Qudsi Riwayat Ahmad dari Syurahbil bin Syua'ah yang bersumber dari sahabat Nabi SAW)

Diriwayatkan dari Anas ra: ”Rasulullah saw bersabda, tidaklah seorang muslim kematian tiga anaknya yang belum baligh, kecuali, Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga berkat kasih sayang-Nya kepada anak-anaknya tersebut, ”(HR Bukhori muslim).

3. Allah Tidak Pernah Membebani Sesuatu Di Luar Kadar Kesanggupan Hamba-Nya
Hikmah selanjutnya di balik kehilangan buah hati adalah, Allah tidak pernah membebani sesuatu di luar kadar kesanggupan hamba-Nya. Pastinya perkataan tersebut sudah sangat familiar di telinga. Jadi mengapa sedih? Meski Allah memberikan cobaan yang berat, namun ingatlah Allah adalah Dzat yang Maha Adil dengan memberikan hikmah di balik setiap kejadian. 

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari (kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), `Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau khilaf.'"

4. Allah Akan Memberi Ganti Yang Lebih Baik Lagi, Jika Orang tuanya Bersabar
Di balik cobaan kehilangan buah hati yang disayangi, ternyata Allah memberikan hikmah di baliknya. Allah akan memberi ganti yang lebih baik lagi jika orangtuanya tersebut bersabar. Teruslah berdoa kepada Allah SWT agar setiap doa yang terucap dapat dikabulkan. Karena Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. 

Itulah hikmah di balik keguguran dan kematian anak dalam Islam. Meskipun tengah berada dalam kedukaan karena kehilangan orang yang disayangi, cobalah untuk mengambil pelajaran dari cobaab tersebut. Mungkin saja Allah menyelipkan hikmah di balik semua itu dan dan meningkatkan derajat kita di hadapan-Nya.


Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



alikhlasmusholaku.top & alikhlasmusholaku.blogspot.com

YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MENGUCAP "AAMIIN" DIKOMENTAR..
.
Sudah baca Like, komen Aamiin, lalu BAGIKAN dengan Ikhlas!




Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)





TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19





Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :