" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 04 November 2015

Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan?

Wirid Rabithah Apa Bisa Menyatukan Dua Hati yang Bermusuhan? 
Wed, 6 February 2008 02:35 - | Dibaca 4.339 kali | Bidang umum

Pak ustad langsung aja ya?
Saya mau nanya wrid rabithah itu apa? Apa benarbisa meluluhkan atau mendamaikan dua hati yang sedang tidak "enak"?
Bolehkah saya meminta untuk dituliskan lafalnya biar saya bisamenghamalkannnya? Karena saya sedang dimusuhi seseorang yang sekantor dengan saya. Saya cuma pengen semua bisa kembali seperti dulu yang damai.
Terima kasih sebelumnya
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bila ada orang yang hasad atau dengki kepada Anda, silahkan anda baca doa yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-Falaq. Di dalam ayat di surat itu, ada lafadz: wa min syarri haasidin idza haad (dari kejahatan orang yang hasud apabila dia menghasud).
Doa ini jauh lebih mengena dari pada wirid rabithah yang anda tanyakan itu. Karena merupakan doa yang Allah SWT ajarkan langsung kepada Rasulullah SAW untuk menangkal hasutan para pendengki.
Selain doa, tentu anda perlu juga melakukan klarifikasi, meminta maaf kalau ada salah dan silap, serta upayakan untuk berhusndzdzan kepada orang tersebut. Mungkin saja ada salah pengertian, atau juga ada informasi yang keliru. Tabayyun dan crosscheck adalah sarana yang insya Allah juga sangat efektif.

Wirid Rabithah
Sepanjang yang kami ketahui, wallahu a'lam, istilah wirid rabithah adalah lafadz doa yang digubah oleh Hasan Al-Banna. Entahlah kalau sebelumnya sudah ada wirid lain yang juga disebut dengan nama yang sama.
Wirid rabithah yang disusun oleh pendiri Jamaah Ikhwan di Mesir ini memang sering dibaca oleh para anggotanya, pada waktupagi dan petang. Bahkan di dalam makalah-makalahnya (rasail), Al-Banna meminta kepada jamaahnya untuk melazimkan doa ini.
Kami menyarankan agar pada saat berdoa, kita menggunakan lafadz-lafadz dari Al-Quran. Ada begitu banyak doa yang bertebaran di dalamnya, tinggal kita pilih mana yang sekiranya paling tepat dengan kondisi yang sedang anda alami.
Setelah itu, silahkan membaca doa yang kita dapat dari hadits-hadits Rasulullah SAW yang shahih. Sebab doa itu merupakan ritual ibadah tersendiri. Maka selagi masih mungkin doa diambil dari Quran dan Sunnah, maka akan semakin baik.
Namun selepas lafadz doa yang kita iqtibas dari kedua sumber ajaran Islam itu, para ulama juga tidak melarang kita untuk menggubah doa versi kita sendiri. Karena memang tidak ada larangan, selama lafadz doa itu memang benar, tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah.
Salah satunya
Lafadz doa itu adalah:
Ya Allah, sungguh Engkau tahu bahwa hati-hati ini telah berkumpul dalam kecintaan kepada-Mu, telah bertemu dalam ketaatan kepada-Mu, telah bersatu dalam dakwah-Mu, telah berjanji untuk membela syariat-Mu. Maka eratkanlah Ya Allah, rabithahnya (ikatannya), abadikan kecintaannya, tunjukilah jalan-jalannya, isilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tak pernah padam, luaskanlah dada-dadanya dengan luapan iman kepada-Mu, keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkan dengan ma'rifat-Mu, matikanlah dalam syahadat di jalan-Mu. Sungguh Engkau sebaik-baik Pelindung dan Penolong.
Secara sastra, lantunan lafadz doa ini sungguh sangat indah. Apalagi bila diniatkan untuk menyatukan hati umat Islam, yang saat ini sedang dilanda demam keteratakan hati.
Mengingat begitu banyak friksi yang timbul, begitu menghujam hujatan satu dan lainnya, dan seringnya su'udhzdzan menguasai hati-hati kita. Hari-hari umat Islam tidak sepi dari perang kata-kata di media, baku caci di internet, lempar tuduhan, menohok kawan seiring, menggunting dalam lipatan, menyalip di tikungan.
Lepas dari perbedaan pandangan sebagian kalangan terhadap eksistensi jamaah ikhwan dan fikrah-fikrahnya, namun harus diakui lafadz doa gubahan Al-Banna ini sangat indah. Barangkali suasana di masa beliau hidup ketika menuliskan bait-bait indah ini juga sama, ada begitu banyak perbedaan, persinggungan, dan fitnah internal dan serba ketidak-jelasan.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Ahmad Sarwat, Lc