" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 07 November 2015

Tips bangun sepertiga malam untuk sholat tahajud





Sahabat dunia islam, qiyamul lail, tahajud dan apapun istilahnya adalah sebuah bukti bahwasanya keinginan kita untuk selalu memohon kepada Allah SWT, pemilik hidup ini sangatlah kuat.

Tak terelakkan, kesibukan ibu rumah tangga selama sehari penuh sudah cukup padat. Mulai dari membangunkan anak-anak, memandikan mereka, memasak sarapan, mencuci hingga membacakan cerita pengantar tidur. Atau suami yang seharian mencari nafkah untuk keluarga yang pasti sanggat melelahkan. Qiyamul lail sering luput kita dapatkan.

“Dan pada sebagian malam hari maka shalat tahajjudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’/17: 79).

Berikut adalah beberapa Tips Bangun Sepertiga Malam untuk Sholat Tahajud yang di ambil dari ummi online untuk melaksanakan qiyamul lail.

Pertama, Niat yang kuat, Bangun untuk qiyamul lail juga merupakan bukti betapa kita serius merasa sangat kecil di hadapan Nya, sehingga kebutuhan ini harus, harus dan harus di tunaikan. Mengapa, karena sepertiga malam inilah, Sang pemilik kehidupan turun dari Arsy Nya, ke langit paling rendah untuk mengabsen sendiri hamba Nya yang istiqomah.

Abdul Ghani Al-Maqdisi rahimahullah berkata, “Hadits-hadits tentang turunnya Allah ke langit dunia setiap hari telah mencapai derajat mutawatir dan (sanadnya) shahih. Maka wajib bagi kita untuk mengimaninya.

Kedua, Tidur di awal waktu, seperti yang dilakukan nabi. Hal ini bisa dilakukan rutin dan menjadi kebiasaan keluarga yang baik. Sekaligus melatih anak- anak bangun lebih pagi juga.

Sahabat mulia Ibnu Abbas pernah bertutur: “Suatu ketika aku pernah bermalam dirumah bibiku Muimunah untuk melihat bagaimana shalatnya Rasulullah, beliau berbincang sejenak bersama istrinya, kemudian tidur”.(HR. Muslim: 763)

Ketiga, Melakukan amalan sebelum tidur
Menutup pintu, bejana, mematikan api, lampu. Dari Jabir Bin Abdullah bahwasanya Rasulullah bersabda: “Matikanlah lampu-lampu diwaktu malam jika kalian hendak tidur, dan tu tuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.(HR. Bukhari 6296 dan Muslim 2012)

Melantunkan dzikir sebelum tidur dan berbaring ke kanan, bisa sambil diajarkan ke anak-anak.

Keempat, Tidur siang, jika ada kesempatan untuk memejamkan mata sejenak siang hari, lakukanlah. Untuk menghimpun energi saat qiyamul lail nanti.

Kelima, Tidak makan terlalu kenyang,perut yang terlalu kenyang akan membuat hati dan tubuh malas untuk bergerak apalagi beribadah.

Keenam, Mengajak keluarga qiyamul lail, supaya menjadi pengingat satu sama lainnya. Diriwayatkan dari Zaid bin Aslam rahimahullaah bahwa ‘Umar radhiyallaahu ‘anhu melakukan shalat malam dalam waktu yang cukup lama hingga di akhir malam beliau membangunkan keluarganya untuk melakukan shalat. Beliau berkata, “Shalatlah kalian! Shalatlah kalian!”

Ketujuh, Konsisten, mengerjakan sesuatu yang baru kita mulai butuh perlakuan extra, termasuk ibadah. Sempatkan buat list harian, yang di tempelkan supaya kita dengan mudah mengkontrol ibadah kita. Insyaa Allah.

Kedelapan, Paksakan tubuh kita utk melaksanakan nya.
Kesulitan, kepayahan kita dalam menjalankan qiyamul lail, sebagian besar datang nya dari syaitan, atau hawa nafsu manusiawi yang didekengi oleh iblis. 

Sering kita seakan dibangunkan tepat waktu nya, yaitu sepertiga malam sekitar pukul 01.30 sampai sebelum pukul 04.00, lalu kita berpikir untuk memejamkan mata sekejap saja, sebelum berangkat wudhu tapi ternyata Allah berkehendak kita tertidur sampai matahari terbit. Qodarullah. Kerugian ada pada kita.



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.blogspot.com #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :