" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 17 November 2015

Sholat Jamaah dan Permasalahannya

I REALLY LIKE THIS LINK



Mon, 14 January 2008 01:25 - | Dibaca 3.140 kali | Bidang shalat
1. Jika kita berada pada shaf yang tidak lurus, kita harus bagaimana? Ikut shaf yang mana? Biasanya saya ambil posisi di tengah antara kedua-duanya. Jadi agak di belakang yang lebih maju dan agak di depan yang lebih mundur
2. Bolehkah makmum membaca fatihah saat imam membaca ayat pendek?
3.Bagaimana jika orang di sebelah kita membaca dengan bacaan yang agak keras dan mengganggu konsentrasi sholat kita?Apakah itu yang dimaksud dalam Al-quran dengan membaca sholat dengan suara tidak keras dan tidak lemah?
4.Saat menungu imam selesai membaca surat pendek saat sholat zuhur dan ashar, boleh kah makmum sambil berzikir agar tetap konsentrasi dalam sholat?
5. Mengapa pertanyaan saya yang sebelumnya belum dijawab? Apakah pertanyaan saya tidak berkenan atau terlalu banyak? Mohon informasi dan jawabannya
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Patokan shaf makmum ada pada orang yang berdiri persis di belakang imam. Karena dari sanalah shaf itu mulai dibangun.
Kalau ada tiga orang makmum, maka ada satu orang yang berdiri tepat di belakang imam, satu temannya membuat barisan dengan berdiri di sebelah kanannya. Satu lagi membuat barisan dengan berdiri di sebelah kirinya.

Dan begitulah seterusnya, setiap kali ada satu makmum datang, dia berdiri di sebelah kanan barisan itu, bila kanan telah terisi satu orang, agar shaf itu seimbang, maka dia berdiri di sebelah kiri barisan itu. Sehingga panjang shaf itu seimbang dengan titik berat ada di tengah.

Makmumyang berdiri di tengah itu sebagai sandaran dari barisan. Bahkan seandainya imam batal shalatnya, dia pula yang berhak menggantikan imam. Termasuk kalau imam salah gerakan atau salah bacaan, dia juga yang membetulkan.
Jadi posisi orang yang berada di belakang imam itu memang sangat penting, bagai pesawat, maka dia adalah co-pilot.
2. Menurut mazhab Asy-Syafi'i, seorang makmum tetap diwajibkan membaca surat Al-Fatihah, meski sudah ada bacaan imam. Namun saat imam membaca surat Al-Fatihah itu, makmum diharuskan untuk mendengarkan.
Makmum baru membaca surat itu manakala imam sudah selesai membacanya. Jadi tempatnya adalah pada saat imam sedang atau akan membaca surat pendek.
3. Benar sekali, saat kita membaca ayat Al-Quran sebagai makmum, kita diharuskan melirihkan bacaan, agar tidak menggangu jamaah lain di sebelah kita.
4. Tempat dzikir bukan pada saat berdiri, jadi kalaukita sudah selesai membaca ayat pendek tapi imam belum juga selesai, kita boleh diam saja atau membaca ayat yang lainnya.
5. Pertanyaan yang antri di kami sekarang nyaris mendekati angka 11.000 buah. Kami sangat menyesal kalau belum mampu menjawab semua kebutuhan itu. Semoga suatu saat nanti ada jalan keluarnya.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :