" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 17 November 2015

Pelarangan Khamar di Dunia Islam dan Negeri Sekuler


Wed, 16 January 2008 09:59 - | Dibaca 2.324 kali | Bidang kuliner
Mohon ustadz menjelaskan bagaimana agama kita ini punya sistem yang baik sekali dalam menghindarkan masyarakat dari minuman keras.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Awalnya bangsa Arab adalah bangsa yang tidak bisa dilepaskan dari khamar. Khamar dan Arab nyaris dua mata koin yang tidak bisa dipisahkan. Di mana ada Arab di situ ada khamar dan di mana ada khamar di situ ada Arab. Arab di sini maksudnya adalah Arab sebelum datangnya masa risalah Muhammad SAW.
Bahkan Dr. Yusuf Al-Qaradawi menyebutkan, saking akrabnya orang Arab dengan khamar, sampai-sampai dalam bahasa Arab ada 100 penyebutan yang berbeda untuk sebuah minuman yang memabukkan ini. Bayangkan, 100 sinonim. Luar biasa!
Dan nyaris hampir semua syiir jahili tidak lepas dari pengagungan dan pemujaan terhadap khamar. Semua itu sebelum datangnya Islam.

Konsep Penghilangan Khamar
Mengapa di dunia Islam, pelarangan dan pengharaman khamar bisa berhasil dilakukan, sementara di negara maju dan modern yang berisi orang pintar semua, justru tidak pernah terjadi keberhasilan?
Jawabnya ada pada keseriusan syariat Islam dalam memerangi khamar, sesuatu yang tidak dimiliki oleh negara maju (baca: sekuler) di zaman sekarang dalam melakukannya.
Meski di negara maju banyak ahli kesehatan dan dunia kedokteran di sana sudah sangat maju, tetapi urusan bagaimana menghentikan peredaran minuman keras agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat, lain lagi ceritanya. Pandangan boleh sama, yaitu khamar itu berbahaya, tapi tindakan dan actionnya beda jauh.
Khamar di Dunia Islam
Selama 14 abad lamanya umat Islam bernaung di bahwa sistem negara yang menerapkan syariat Islam secara utuh dan apa adanya. Hasilnya, kita telah berhasil menghilangkan khamar dari manusia.
Salah satu rahasianya, ternyata khamar bukan hanya diharamkan di pengajian atau di dalam pembicaraan para ulama saja, tetapi masuk juga ke dalam sistem dan undang-undang negara secara formal. Dan semua orang memang memerangi khamar, mulai dari rakyat kecil sampai penguasa.
Sebab doktrin dasarnya adalah bahwa khamar itu najis dan merupakan perbuatan syetan, di mana umat beriman diwajibkan untuk menjauhinya.
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 90)
10 Orang yang Dilaknat Terkait Khamar
Selain itu, dalam pandangan syariat Islam, yang dilaknat terkait dengan khamar bukan hanya peminumnya, tetapi juga ada 10 pihak yang secara langsung diancam dengan laknat dari Allah, meski tidak ikut meminumnya. Hal itu sebagaimana sabda nabi SAW:
Rasulullah SAW telah melaknat terkait dengan khamar ini 10 orang:
yang memerasnya, yang minta diperaskan, yang meminumnya, yang membawanya, yang dibawakan, yang menuangkan, yang menjualnya, yang mendapat keuntungan dari jual belinya, yang membelinya, yang dibelikan 
(HR At-Tirmizy dan Ibnu Majar dengan rawi yang tsiqah)
Jadi mustahil di negeri muslim yang menjalankan syariat Islam secara utuh masih terdapat khamar. Dan mustahil negeri mayoritas Islam menghilangkan khamar kalau sistem hukum di negeri itu masih setengah-setengah, maksudnya setengahnya pakai hukum syariah dan setengahnya lagi pakai hukum jahiliyah.
Umar bin Abdul Aziz
Ada kisah menarik dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz, yaitu saat beliau menghukum cambuk kumpulan orang yang minum khamar, tiba-tiba ada info bahwa di antara mereka yang dihukum itu ada seorang yang tidak ikut minum, dia hanya ikut menemani saja, bahkan saat itu dia malah sedang puasa.
Tindakan yang diambil khalifah saat itu alih-alih membebaskannya dari hukuman cambuk, beliau malah memutuskan bahwa semua harus dicambuk dan yang pertama kali dicambuk justru yang sedang puasa. Lho kok gitu?
Sebab seharusnya dia melarang teman-teman semejanya itu dari minum khamar, tapi dia malah mendiamkan saja. Padahal seandainya dia tidak mampu menghentikan pesta minuman keras itu, dialah yang wajib segera meninggalkan tempat itu, bukannya malah ikut menemani, meski sambil puasa. Maka jadilah dia yang dicambuk duluan.
Dan larangan untu hadits di majelis yang beradar di tengah khamar adalah larangan yang jelas dan tidak main-main, bahkan Sunnah nabi SAW secara tegas melarangnya.
Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah duduk pada meja yang diedarkan di atasnya khamar. (HR Ahmad dalam musnadnya)
Khamar di Negeri Sekuler atau Non Islam
Kenapa negara maju seperti Amerika gagal menghentikan khamar? Atau kenapa Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim juga ikut gagal dalam menghindarkan bangsanyai dari bahaya khamar?
Jawabnya sederhana, karena mereka tidak pakai sistem yang sempurna, serius dan canggih seperti yang dimiliki oleh syariat Islam. Bayangkan saja, yang bikin undang-undang anti minuman keras, justru orang-orang yang hobi minum. Maka undang-undang yang dibuat hanya asal jadi, sekedar formalitas, tidak serius dan ogah-ogahan.
Tidak ada ancaman yang menakutkan, juga tidak ada kampenye serius tentang bahaya khamar. Film yang beredar di tengah masyarakat menggambar orang pada minum khamar dan tiap hari di putar di TV, akibatnya sistem nilai bawah sadar masyarakat atas khamar menjadi kacau. Seolah khamar itu wajar-wajar saja untuk diminum, meski berbahaya bagi kesehatan.
Lebih bodoh lagi, pabriknya malah diizinkan berproduksi, sebab bisa dijadikan pemasukan kas negara dari pajaknya. Itu terjadi di Indonesia, sebagai negeri yang punya ribuan ulama, pondok pesantren, madrasah, serta punya partai Islam terbanyak di dunia.
Demikian juga khamar itu boleh diperjual belikan dengan bebas di negeri ini, bisa dengan mudah kita dapat di hypermart dan supermaket di negeri dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. La haula wala quwwata illa billah.
Wallahu 'alam bishshawab, Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 
Ahmad Sarwat, Lc