" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 15 November 2015

Mengapa Fatimah menangis dan tertawa saat mengetahui Rasulullah akan wafat

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




ilustrasi muslimah menangis – keluargacinta.com

Di antara bentuk kesedihan yang dialami oleh seseorang adalah saat ditinggalkan oleh orang yang disayanginya. Baik untuk bepergian, belajar di tempat yang jauh, merantau untuk mencari penghidupan maupun dijemput ajal.

Kesedihan saat ditinggal mati akan lebih terasa ketika yang dicabut nyawanya adalah ibu, bapak, suami/istri, anak, kakak, adik, ustadz, murid, maupun orang-orang yang memiliki kedekatan perasaan khusus.

Kesedihan itulah yang dialami oleh Fathimah az-Zahra ketika mengetahui bahwa ayah yang amat disayanginya-Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-akan menghadap keharibaan Allah Ta’ala.

Lantaran sedihnya itu, Fathimah menangis. Anehnya, sesaat setelahnya, Fathimah pun tertawa. Jika ia menangis lantaran sedih, lantas apakah yang menyebabkan ia tertawa setelahnya?

Ummu Salamah berkata, “Rasulullah memanggil Fathimah pada tahun terjadinya penaklukan Kota Makkah.” Setelah bersua, Nabi membisikkan sesuatu kepada anaknuya itu. Setelah itu, lanjut Ummu Salamah, “Fathimah pun menangis.”

Tak lama kemudian, Rasulullah kembali membisikkan sesuatu kepada istri Sayyidina Ali bin Abi Thalib ini. Anehnya, terang Ummu Salamah, “Fathimah pun tertawa.”

Waktu pun berlalu hingga Rasulullah wafat. Baru setelah itu, Ummu Salamah bertanya kepada Fathimah, “Mengapa ketika Rasulullah membisikkan sesuatu, kamu menangis kemudian tertawa?”

Jawab Fathimah sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, “Aku menangis tatkala beliau memberitahu bahwa beliau akan wafat.” Kemudian, “Beliau memberitahukan pula bahwa aku akan menjadi penghulu wanita surga seperti Maryam binti ‘Imran.” Karena hal itulah, lanjut Fathimah, “Aku pun tertawa.”

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas sebagaimana dikutip Sayyid Quthb dalam “Fi Zhilalil Qur’an”, yang menjadi sebab tertawanya Fathimah adalah perkataan Rasulullah, “Bersabarlah,” lanjut Nabi sebagimana diriwayatkan oleh Al-Hafizh Baihaqi, “Karena engkau adalah anggota keluarga yang pertama kali menyusulku.”

Itulah kesedihan saat ditinggalkan ayah yang amat dicintainya, ketika ia yang bahunya menjadi sandaran saat seorang anak gundah gulana pergi dan tak mungkin kembali. Maka kebahagiaan itu didapati manakala keduanya akan kembali dipertemukan, apalagi dalam keadaan yang lebih baik.

Dan, kabar pertemuan kembali itulah yang menjadi sebab kebahagiaan hingga Fathimah tertawa. Meski maknanya, pertemuan itu harus didahului dengan kematian. [Pirman]

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :