" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 02 November 2015

Meneruskan Tema "Menikahi Wanita Ahli Kitab"



Meneruskan Tema "Menikahi Wanita Ahli Kitab" 
Fri, 7 March 2008 02:46 - | Dibaca 2.544 kali | Bidang nikah

Assalamu'alaikum WrWb,
Afwan Ustadz, ana jadi keterusan untuk mengikuti tema ini. Karena berawal dari pertanyaan terkait film "Ayat-ayat Cinta" hingga pertanyaan ini, membuat ana penasaran.
Ana setuju dengan jawaban Ustadz tentang kebolehan menikahi wanita ahli kitab yang nasrani atau yahudi. Namun jadi bertentangan dengan hati ana yang bikin tidak tenang.
Karena demikian hukumnya, lalu bagaimana dengan kedudukan hadis yang memberikan panduan untuk memilih calon isteri, pilihlah agamanya dahulu? Lalu apakah ini nanti akan menjadi senjata bagi para kaum liberal dan orientalis untuk membenarkan pernikahan beda agama? Padahal jelas sekali doktrin itu sedang dikembangkan oleh mereka. Begitu juga dengan para feminis yang sedang giat-giatnya mengubah UU Perkawinan agar disahkan pernikahan beda agama.
Mohon penjalasannya, Ustadz...supaya ana dapat jawaban yang jelas dan menenangkan batin. Syukron, jazakallah.. Wassalam
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ada baiknya sebelum kita perang, kita berbekal senjata, atau setidaknya kita bisa menggunakan senjata. Perang tanpa senjata atau tanpa mampu menggunakannya, maka cuma bunuh diri jadinya.
Kita sepakat untuk berperang melawan liberalisme yang memang mau merusak syariah. Tapi menghadapi jaringan liberal, tentu saja anda harus juga belajar syariah. Biar anda punya peta yang pasti, yang anda bela itu apa.
Jangan-jangan kita ini sibuk perang melawan orang yang ingin merusak syariah, malah kita sendiri yang ikut merusaknya juga. Bukan apa-apa, justru karena kita sendiri malah tidak pernah belajar syariah secara serius. Cuma sekedar dengar-dengar ceramah sepotong-sepotong saja, lalu merasa diri sudah jadi ulama besar.
Menikahi Wanita Ahli Kitab

Apa yang kami sampaikan dalam pembahasan-pembahasan lalu tentang hukum menikahi wanita ahli kitab, bukan sekedar mengarang sesuai selera. Tetapi memang demikian adanya pendapat fiqih di kalangan ulama.
Kalau kita buka literatur hukum fiqih, maka semua itu memang ada dan telah diterima oleh mereka.
Jadi rasanya bukan merupakan sikap yang tepat untuk permasalahkan lagi tentang kebolehan hukum menikahi wanita ahli kitab. Sebaliknya, yang perlu kita lakukan adalah bersikap lebih teliti, mempelajari syariah dengan lebih mendalam, agar kita bisa membedakan mana yang benar-benar lahir dari kajian syariah dan telah diterima para ulama, dan mana yang hanya sekedar akal-akalan para gembong liberalisme.
Sikap dan tindakan ini penting bagi kita, agar kita tahu mana yang kita harus perangi dan mana yang harus dibela. Ibarat dalam pertempuran, yang penting bukan sekedar bisa nembak, tapi juga bisa membedakan mana kawan dan mana lawan.
Saran kami, setidaknya anda boleh membuka lagi literatu kitab fiqih dan lihat apa pendapat para ulama tentang hukum menikahi wanita ahli kitab. Dari sana kita akan tahu, manakah pernikahan antar agama yang haram dan mana yang memang dibenarkan dalam syariah.
Ternyata memang tidak semua bentuk pernikahan antar agama itu haram, ada juga yang halal, yaitu bila laki-laki muslim menikahi wanita ahli kitab. Tapi kalau yang laki-laki bukan muslim, jelas hukumnya haram. Atau bila wanita non muslim itu bukan ahli kitab, misalnya beragama HIndu, Budha, Konghuchu, Shinto, atau ateis, maka hukumnya juga haram.
Memang ada detail-detail hukum syariah yang perlu lebih kita teliti lagi.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc