" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 20 November 2015

Membangun Sistem Kekebalan Tubuh dengan Herbal - lupus





Image result for lupus

Membangun Sistem Kekebalan Tubuh dengan Herbal
Mirip fungsi tenaga satpam, tubuh kita juga punya aparat yang selalu bersiaga terhadap ancaman. Namanya sistem kekebalan atau imunitas tubuh (sistem imun). Sayangnya, dalam kondisi tertentu "satpam" dengan kesiagaan 24 jam itu bisa loyo atau malah pingsan sama sekali. Untuk mengembalikannya ke kondisi siaga, ada bahan-bahan alami yang bisa dimanfaatkan.
Rasanya tidak terlalu salah, jika analogi tenaga satpam, diberikan kepada sistem imun kita. Sebab, fungsi utama sistem imun memang menghalau segala potensi gangguan kesehatan tubuh dalam bentuk apa pun. Baik dari dalam maupun luar tubuh.
Ancaman bagi tubuh bisa terjadi setiap saat. Bahkan dari situasi sehari-hari yang mungkin kedengarannya sepele. Saat kita stres, misalnya, otak mengeluarkan kortisol yang ujung-ujungnya menekan sistem imun. Kuman yang mestinya dibasmi olehnya malah merajalela.
Coba, berapa kali kira-kira Anda stres dalam sehari?

Padahal, masih banyak kondisi lain yang bisa menekan kerja sistem imun dalam membentengi diri kita. Di antaranya pengaruh alam (cuaca misalnya), wabah penyakit, pola hidup, pola makan, lingkungan yang terpolusi, atau ketika sedang menderita penyakit tertentu.
Pendeknya, manusia di zaman modern dan tinggal di perkotaan nyaris tidak bisa menghindar dari kondisi yang merugikan tubuh. Persoalannya sekarang, bagaimana mencegah agar segala bentuk gangguan tadi tidak berubah menjadi penyakit berkepanjangan.
Ronda Siskamling
Sejujurnya, agak rumit menjabarkan secara komplet tentang profil sistem imun tubuh. Sistem ini amat berjasa menjaga kelangsungan hidup kita agar senantiasa dalam keadaan aman bin sentosa. Statusnya sama seperti sistem-sistem lain, misalnya sistem peredaran darah, pencernaan, atau reproduksi.
Secara spesifik lagi, ada tiga fungsi dari sistem yang juga sering disebut sebagai sistem kekebalan tubuh ini. Pertama, sebagai pertahanan tubuh. Tugasnya menangkal segala gangguan penyakit. Dalam kondisi sehat dan bugar, nyaris tak ada bibit penyakit yang bisa berbuat banyak di tubuh.
Kedua, menjaga keseimbangan pergantian sel. Seperti diketahui, sel-sel tubuh kita punya daur hidup sendiri dan secara periodik miliaran sel akan berganti dengan yang baru. Sel darah merah, misalnya, berganti setiap 40 hari. Sel kulit akan rontok setiap 21 - 28 hari. Nah, petugas yang mengatur mulusnya proses pergantian itu tidak sistem imun itu.
Ketiga, fungsi sistem imun adalah surveillance, perondaan. Ronda keliling, mirip siskamling, ke seluruh tubuh bertujuan mengecek sel-sel yang bermutasi. Jika mutasi tidak terkontrol, dikhawatirkan sel bakal berubah sifat. Dari yang tadinya baik-baik saja berubah menjadi sel ganas penyebab kanker. Kalau kejadiannya sudah begitu, urusannya tentu bisa gawat.
Menyimak tiga fungsi tadi, jelas sekali betapa penting dan berjasanya sistem imun. Hanya masalahnya, sistem yang tersebar meliputi hampir seluruh tubuh ini kondisinya bisa naik-turun karena faktor-faktor di atas tadi. Yang juga tidak bisa dilupakan, sistem ini berkembang sesuai umur manusia.
Pada bayi dan balita, sistem kekebalan tubuh begitu lemah, untuk kemudian berkembang seiring usia. Kondisi optimal dicapai pada usia dewasa (17 - 50 tahun) dan setelah itu menurun kembali di usia penuaan (lebih dari 50 tahun). Maka, kelompok usia di luar kondisi optimal membutuhkan perhatian ekstra.
Bukan main gerus
Jika kebetulan sistem imun dirasa sedang loyo, kita sebenarnya punya banyak pilihan untuk mendongkraknya naik kembali. Secara tradisional, banyak bahan alami yang bisa dimanfaatkan, seperti pegagan, mahkota dewa, daun dewa, sambiloto, jahe, mengkudu, atau meniran. Di masyarakat masing-masing tanaman itu sudah teruji empiris mampu membuat tubuh sehat walafiat.
Namun, tahukah Anda, penggunaan tanaman berkhasiat obat bukan asal main gerus atau rebus, lalu diminum airnya. Sebuah tanaman obat, bagaimana pun saktinya, mengandung ratusan bahan kimia yang efeknya berlainan bagi tubuh. Untuk mengetahui manfaat pastinya, dibutuhkan serangkaian pengujian di laboratorium dan klinik.
Satu contoh tanaman obat tradisional yang sudah teruji adalah meniran (Phyllanthus niruri L.). Ekstrak meniran bahkan sudah masuk kategori obat bersertifikat Fitofarmaka bermerek Stimuno, produksi PT Dexa Medica. Dokter meresepkannya sebagai imunomodulator atau obat yang diyakini mampu memperbaiki sistem imun (Fitofarmaka Jamu Yang Naik Kelas)
Sejak zaman nenek moyang, meniran telah dimanfaatkan untuk berbagai keluhan penyakit. Radang dan batu ginjal, susah buang air kecil, disentri, ayan, penyakit liver, sampai rematik. Walau buahnya cuma se-menir (remukan butiran beras), khasiatnya ternyata jempolan.
Dari ratusan kandungan kimia dalam meniran, yang dimanfaatkan hanya flavonoidnya. Pada tanaman lain flavonoid sejenis ini sebenarnya juga ada. Bedanya, pada meniran peningkatan aktivitas sistem imunnya ternyata lebih baik.
"Rumus dasar flavonidnya sama, tapi tambahan gugusan yang dimiliki meniran berbeda," jelas Dr. Suprapto Ma’at, peneliti dari Lab. Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.
Flavonoid perlu dipisahkan lantaran kandungan kimia lain punya efek juga bagi tubuh. Misal, ada kandungan yang berfungsi memperlancar air seni (diuretik), karenanya meniran biasa digunakan juga sebagai jamu pada penderita susah kencing. "Ini ’kan tidak diperlukan untuk meningkatkan sistem imun," tutur Suprapto yang lebih dari 10 tahun meneliti meniran. "Kecuali kalau pasiennya kepingin kencing terus, biar kurus, he-he-he."
Flavonoid dari meniran bekerja pada sel-sel tubuh yang menjadi bagian dari sistem imun. Caranya dengan mengirimkan sinyal intraseluler pada reseptor sel, sehingga sel bekerja lebih optimal. Jika sistem imun dalam sel berfungsi memakan bakteri (fagosit), maka nafsu makannya jadi tambah lahap. Jika fungsinya mengeluarkan mediator yang menambah ketahanan tubuh, hasil pengeluarannya akan lebih baik. Atau jika kerjanya mengurai sel lain, proses urainya berlangsung mulus.
"Bagusnya, ekstrak meniran bukan cuma menaikkan sistem imun, tapi mengendalikannya sehingga tetap seimbang. Di sini ada semacam prinsip yin dan yang seperti dalam pengobatan Cina," terang Suprapto dengan dialek Suroboyoannya yang khas.
Sengaja dibikin loyo
Sejauh ini, obat yang berfungsi sebagai imunomodulator kebanyakan berasal dari hijau-hijauan alias bahan herbal. Dari bahan kimia sintetik, boleh dikatakan sangat jarang, jika tak boleh dikatakan tidak ada. Salah satunya isoprenosine, obat pembasmi virus yang bekerja dengan cara menaikkan sistem imun.
Obat-obat yang melemahkan sistem imun, biasa disebut imunosupresan, justru lebih banyak. Namun hati-hati, ini bukan obat sembarangan. Hanya dipakai pada kasus di mana agresivitas sistem imun justru telah membahayakan tubuh. Seperti pada kasus pasien cangkok jantung, cangkok ginjal, dan cangkok-cangkok organ tubuh lain (jikalau kelak ada).
Pada kasus cangkok organ tubuh, sistem imun penerima donor sengaja dibikin loyo agar organ cangkokan tidak dihajar karena dianggap tamu tak diundang. Risikonya, bisa terjadi ketidakseimbangan bakteri di tubuh (mulut, usus, atau vagina) akibat tidak berfungsinya sistem imun.
Karena mendongkrak sistem imun, imunomodulator jelas tidak cocok diberikan pada kasus autoimun. Misal pada idiopatic thrombocytopenic purpura (ITP), ketika sistem imun justru menghancurkan tubuhnya sendiri. Begitu pula systemic lupus erythematosus, biasa disebut lupus saja, saat sistem imun terbutakan matanya. Gara-gara buta, dia malah menghajar organ tubuh tuannya sendiri seperti hati, jantung, paru-paru, atau ginjal.
Dalam pengobatan penyakit, kini imunomodulator juga diresepkan dokter sebagai terapi ajuvan. Artinya, obat yang dikonsumsi sebagai penunjang obat utama, bahkan diyakini bisa meningkatkan potensinya. Namun, dalam hal ini sifatnya tidak wajib.
Berdasarkan penelitian di sejumlah rumah sakit di Jakarta dan Surabaya, terapi ajuvan dengan Stimuno telah berhasil mempersingkat jangka waktu pengobatan pada beberapa penyakit seperti TBC, hepatitis, candidiasis vaginalis, dll. Jadi, flu yang biasanya butuh pengobatan seminggu, kini ada harapan bisa dituntaskan dalam tiga atau empat hari saja. Apakah kira-kira manfaatnya sebanding? Ya, semua terpulang pada keinginan pasien.
Netralkan bisa ular
Selain meniran, bahan alami tanaman echinacea (Echinacea angustifolia) juga diyakini dapat meningkatkan sistem imun. Tanaman asli Amerika Utara ini pertama kali dimanfaatkan dukun-dukun Indian sebagai pencegah infeksi, sakit tenggorokan, mengobati luka, sampai menetralkan racun bisa ular. Bisa disebut inilah tanaman sakti dari negeri seberang.
Di sebuah media massa, David Gusrizal, peneliti tanaman, menulis bahwa yang berperan merangsang sistem kekebalan tubuh adalah komponen polisakarida larut air yang dikenal sebagai inulin. Kandungan inulin yang banyak terdapat pada akar ini bisa meningkatkan aktivitas produksi limfosit-T dan sel NK. Dua sel itu merupakan motor dalam sistem kekebalan tubuh kita.
Echinacea sekarang telah dikemas modern. Di Amerika dan Eropa beredar pada kategori makanan kesehatan herbal penambah daya tahan tubuh, terutama untuk mencegah flu. Belakangan, ekstraknya dikhasiatkan juga sebagai imunostimulan, atau merangsang sistem imun.
Sepintas, imunostimulan kedengarannya beda-beda tipis dengan imunomodulator. Namun, rangsangan (stimulan) terhadap sistem imun saja tanpa adanya keseimbangan (seperti pada imunomodulator) ternyata ada batasnya. Konsumsi imunostimulan sebenarnya tak boleh lebih dari seminggu, seperti ditulis dalam kemasan produknya.
Obat-obatan dari bahan herbal memang dikenal aman, karena konon tanpa efek sampingan. Namun, sebelum mengonsumsinya, alangkah bijaksana bila kita mengenalnya lebih dulu secara baik.
Sumber : kompas


Cara Hidup Sehat Bagi Penderita Penyakit Lupus (Odapus)



penderita lupus
penderita lupus
Penyakit lupus merupakan penyakit yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh (sistem imun). Bahkan, tubuh akan menganggap jaringan tubuh sebagai benda asing dan diserang. Walhasil sistem kekebalan tubuh segera merusak jaringan tubuh sendiri sehingga sering disebut dengan penyakit autoimun.
Ciri-ciri penyakit lupus yang bisa terjadi yaitu kulit memerah, kerontokan rambut, nyeri otot dan sendi, dan sariawan. Gejala lain juga bisa muncul dengan keluhan yang berbeda di antara penderitanya. Seringkali penyakit lupus menimbulkan penurunan kualitas hidup penderita lupus yang sering disebut para odapus.
Meski terserang penyakit lupus tapi hidup harus tetap dijalani dengan optimisme. Dikutip dari CNN, ada beberapa cara untuk hidup sehat bagi penderita penyakit lupus:
  1. Hindari paparan sinar matahari. Terlalu banyak terpapar sinar matahari bisa memicugejala lupus semakin parah terutama yang menyerang kulit. Jika keluar rumah pakai tabir surya dengan SPF minimal 30.  Hindari terkena matahari pada pukul 10 pagi hingga 16 sore. Pakai baju lengan panjang, celana panjang, dan topi lebar kala keluar di siang hari.
  2. Berolahraga secara teratur. Olahraga akan menyehatkan fisik dan mental. Dengan aktivitas ini dapat melindungi jantung, mencegah osteoporosis, meningkatkan kekuatan otor, hingga menghilangkan stres. Berbagai manfaat olahraga diperlukan oleh pasien lupus. Namun, lakukan jenis olahraga yang cocok dengan kondisi fisik.
  3. Tidak merokok. Asap rokok dapat mempercepat dan memperburuk gejala lupus. Hindari untuk menjadi perokok aktif maupun pasif saat Anda tediagnosis memiliki lupus.
  4. Cukup tidur. Usahakan dapat tidur tujuh jam setiap malam. Istirahat akan mengurangi kelelahan. Namun kalau kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan lebih lelah. Hindari mengonsumsi makanan dekat dengan waktu tidur.
  5. Perhatikan makanan yang dikonsumsi. Pilih makanan dari jenis buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kaya protein, hingga ikan. Dalam minyak ikan, misalnya, terdapat asam lemak omega 3 yang membantu mengurangi peradangan.  Salah satu makanan yang mesti dihindari adalah kandungan alfafa. Ini adalah asam amino dalam kecambah dan biji yang bisa memicu peradangan.
  6. Tutup lampu neon dengan pelindung. Pasalnya, lampu neon juga mengeluarkan sinar ultraviolet. Pemakaian pelindung berteknologi nano dapat menyaring UV B dan UV C, serta sebagian UV A.
  7. Jauhi depresi dan bentuk mood buruk lainnya. Pasien lupus biasa mendapatkan mood buruk seperti itu. Namun tetaplah mencari jalan agar kesehatan mental membaik Mungkin bisa melakukan meditasi, olah napas, rekreasi, dan sebagainya.
  8. Hindari infeksi. Obat-obatan tertentu untuk lupus bisa membuat pasien lupus lebih rentan terkena infeksi. Cuci tangan dengan sabun dan air hangat agar bakteri atau virus menyingkir. Hindari menyentuh tangan, mulut, atau hidung dengan tangan yang kotor. Jika ingin mengambil imuninasi atau vaksin, tanyakan lebih dulu pada dokter.
  9. Pasien lupus kerap ditemui mengalami nyeri otot dan sendi di beberapa titik. Obat pereda nyeri memang membantu mengatasi. Namun bisa pula diatasi dengan cara lebih alami seperti mandi air hangat atau berendam di air panas. Bisa pula melakukan yoga, tai chi, akupuntur, dan sebagainya. Konsultasikan lebih dulu pada dokter Anda.
  10. Diskusikan dengan dokter tentang alergi obat. Obat alergi bisa memicu kemunculan gejala lupus.
Itulah beberapa hal mengenai cara hidup sehat bagi penderita penyakit lupus.


Penyakit Lupus Dan Cara Pencegahannya
Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang dapat mengenai kulit, sendi, ginjal, paru, susunan saraf dan alat tubuh lainnya, Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh. Seseorang yang mengidap penyakit Lupus disebut Odapus.
Penyakit Lupus terbagi menjadi 3 Jenis, yaitu :
  1. Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
  1. Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Termasuk paling banyak menyerang.
  1. Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat dan akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait. Umumnya berkaitan dengan pemakaian obat hydralazine (obat hipertensi) dan procainamide (untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur).

Gejala Penyakit Lupus

Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan.
Sama seperti penyakit lainnya, penyakit Lupus juga tentunya memiliki berbagai macam gejala, seperti :
  • Mudah mengalami gangguan pencernaan dan kulit peka terhadap sinar matahari yang sehingga mudah gosong.
  • Badan terasa lemah, dan terasa kelelahan yang berlebihan yang disertai pegal-pegal bahkan demam
  • Pada kulit, akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu. Kadang disebut (butterfly rash). Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini, maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja, harus dicurigai mengidap Lupus.
  • Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit lupus ini
  • Sering mengalami kerontokan pada rambut.

Cara Mencegah Penyakit Lupus

Mencegah datangnya suatu penyakit alangkah lebih baik, daripada harus kerepotan mangobatinya d masa yang akan datang. Beberapa hal yang lumrah dilakukan untuk mencegah penyakit Lupus, diantaranya :
  1. Tidak Merokok
Asap rokok akan meningkatkan dan menjadikan gejala lupus semakin menjadi. Lebih baik jangan mejadi perokok aktif atau juga pasif saat Anda sudah terkena penyakit ini.
  1. Berolahraga Secara Teratur
Cara mencegah penyakit lupus dengan hidup sehat lainnya yakni melakukan aktifitas olahraga yang teratur. Dengan aktivitas ini, Anda akan menjaga kesehatan jantung, mencegah osteoporosis, menambah adanya kekuatan otot, sampai mengatasi stres. Beragam khasiat dalam olahraga sangat dibutuhkan oleh pasien lupus. Namun, pilih jenis olahraga yang cocok dengan keadaan fisik.
  1. Cukup Tidur
Selalu istirahat yang cukup. Tidur tujuh jam setiap malam. Istirahat dapat meredakan rasa lelah. Namun jika banyak tidur juga akan membuat tubuh lelah. Jangan memakan makanan berat saat akan tidur.
  1. Hindari Paparan Sinar Matahari
Jangan selalu berada dalam paparan sinar matahari. Hal ini dapat meningkatkan gejala stroke. Jika keluar rumah lebih baik gunakan tabir surya yang memiliki SPF 30. Jangan sering terkena matahari saat jam 10 pagi sampai 16 sore. Gunakan baju lengan panjang, celana panjang, dan topi yang lebar saat keluar di siang hari.
  1. Tutup Lampu Neon Dengan Pelindung
Hal ini karena lampu neon ternyata bisa mengandung sinar ultraviolet. Gunakan pelindung dengan teknologi nano dapat menjadi filter untuk sinar UV B dan UV C, dan UV A.
  1. Hindari Infeksi
Obat-obatan tertentu yang biasanya dikomsumsi penderita lupus dapat menjadikan pasien lebih mudah terkena infeksi. Cuci tangan memakai sabun dan air hangat supaya bakteri atau virus hilang. Jangan menyentuh tangan, mulut, atau hidung memakai tangan yang kotor. Konsultasi dengan dokter jika ingin imuninasi atau vaksin.
  1. Mandi Air Hangat
Pasien penyakit lupus biasanya akan mudah terkena nyeri otot dan sendi. Obat pereda nyeri dapat mengatasi keluahan ini. Namun lebih baik dengan memakai cara alami yakni mandi air hangat atau berendam dalam air hangat. Melakukan yoga, tai chi, akupuntur, dan lainnya.
  1. Jauhi Depresi
Pasien penyakit lupus biasa mudah terkena mood buruk. Namun selalu cari solusi supaya kesehatan mental Anda tidak terganggu. Lakukan meditasi, liburan dan lainnya.
  1. Perhatikan Makanan Yang Dikomsumsi
Cara mencegah penyakit lupus dengan komsumsi makanan sehat seperti jenis buahan, sayuran, dan ikan. Kandungan minyak ikan memiliki asam lemak omega 3 yang meredakan peradangan. Jangan komsumsi makanan dengan kandungan alfafa seperti kecambah dan biji.
Anda mempunyai keluhan terhadap kesehatan Anda ?? atau Anda sedang mencari obat herbal untuk penyakit lupus yang bagus tanpa menimbulkan efek samping ?? Kami punya solusinya, obat penyakit lupus herbal dan juga obat untuk segala jenis penyakit dari Jepang S-Lutena. S-Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik.
Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.
S Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Superrlutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.
Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit
  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.


Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.




PANTANGAN PENYAKIT LUPUS, APA SAJA ?


Pantangan Penyakit Lupus – Penyakit lupus juga dikenal dengan nama systemic lupus erytematosus (SLE) merupakan salah satu penyakit autoimun. Autoimun menggambarkan suatu kondisi dimana sistim imun didalam tubuh tidak mampu membedakan antara kuman dan benda asing dari luar tubuh dengan sel-sel atau jaringan tubuh sendiri, sehingga sistim imun menyerang sel-sel dan jaringan tubuh sendiri. Oleh karena penampilan penyakitnya sangat beragam dan gejala serta tanda-tandanya banyak menyerupai penyakit lain, maka penyakit ini juga dikenal dengan istilah penyakit seribu wajah. Istilah ini menggambarkan bahwa pada penderita lupus bisa muncul gejala yang tidak khas dan samar-samar, yang menyebabkan kesulitan dalam mengenali lupus ini. Sekarang banyak sekali muncul beberapa jenis herbal yang ditawarkan buat pasien autoimun baik odapus. Ada beberapa pantangan lupus herbal yang tidak cocok bagi odapus karena kandungannya yang kontra indikasi.
pantangan penyakit lupus
Penyakit Lupus
Penyakit lupus banyak dijumpai pada wanita, terutama wanita usia reproduktif dibanding laki-laki, dan umur terbanyak adalah pada 15-45 tahun, namun demikian pada anak-anak dan usia lanjut juga bisa ditemukan. Meskipun 90% penderita penyakit lupus pemeriksaan laboratorium ANA (anti-nuclear antibody) nya positif, tidak ada satu pun pemeriksaan laboratorium tunggal yang dapat memastikan seseorang menderita penyakit lupus. Banyak penderita mengalami gejala-gejala lupus untuk beberapa tahun lamanya, sebelum mereka betul-betul ditetapkan menderita penyakit lupus.
Beberapa tanaman herbal yang menjadi pantangan penyakit lupus tersebut adalah :
  1. Mengkudu
Pantangan penyakit lupus yaitu buah mengkudu. Mengkudu atau buah noni yang termasuk dalam golongan famili Rubiaceae mempunyai khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Maka ini salah satu pantangan penyakit lupus. Buah mengkudu dan mangga mengandung bahan imunomodulator atau peningkat sistem kekebalan tubuh yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
  1. Pollen lebah, Propolis
Pantangan penyakit lupus ini mempunyai khasiat untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Hal ini tidak cocok buat pasien autoimun.
  1. Kunyit (Curcuma domestica)
Kunyit merupakan salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Kunyit masuk dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Nama lain kunyit berbagai daerah adalah turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura). Kunyit mempunyai khasiat imuno stimulator sehingga merupakan salah satu pantangan penyakit lupus.
  1. Meniran (Phyllanthus niruri)
Meniran adalah tumbuhan liar dari golongan Famili Euphorbiceace dan banyak tumbuh di Indonesia. Khasiat meniran salah satunya dapat meningkatkan imun tubuh kita. Maka tentu saja ini tidak cocok buat pasien autoimun, sehingga merupakan salah satu pantangan penyakit lupus.
  1. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Sambiloto merupakan tumbuhan berkhasiat obat berupa terna tegak yang tingginya bisa mencapai 90 sentimeter. Tanaman ini juga tidak cocok bagi pasien autoimun karena bersifat imuno stimulator, sehingga merupakan salah satu pantangan penyakit lupus.
  1. Echinaceae purpurea
Beberapa suplemen yang sering kita dengar yaitu imunos, imboost, starmuno adalah mengandung bahan echinaceae. Bahan ini dapat meningkatkan imunitas dan tidak cocok buat pasien autoimun.
  1. Siberian ginseng (Eleutherococcus), Ginseng – Radix
  2. Green Chiretta
Green Chiretta adalah nama ilmiah dari negara India/Pakistan untuk tanaman sambiloto.
  1. Colostrum, Lactoferrin : Increase immunity.
Kolostrum merupakan cairan yang keluar pada awal-awal masa menyusui sekitar 24-36 Jam pertama setelah melahirkan. Kolostrum memiliki banyak manfaat, salah satunya membawa zat imunitas (zat kekebalan) yang ditransfer dari ibu ke bayinya.Beberapa penelitian diketahui bahwa kolostrum dapat meningkatkan imunitas tubuh kita. Maka kolostrum tidak cocok buat pasien autoimun, sehingga merupakan salah satu pantangan penyakit lupus.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda-beda. Sehingga antara pasien satu dan pasien lainnya berbeda-beda juga rasa sakit di dalam tubuhnya beda-beda, tergantung bagaimana ia mengendalikan sakitnya tersebut. Bila ada penawaran herbal, perhatikan isi kandungannya. Kalau ada dari kesembilan jenis bahan alam di atas maka jangan konsumsi. Selain itu perhatikan khasiatnya, jika berguna untuk peningkatan immunitas maka jangan konsumsi. Semoga kita dapat selalu menjadi pasien yang cerdas dan berhati-hati agar semakin sehat.
Terimakasih telah membaca artikel mengenai pantangan penyakit lupus. Semoga artikel mengenai pantangan penyakit lupus diatas dapat bermanfaat untuk anda.
YAYASAN LUPUS INDONESIA SURABAYA
Jl. Manyar Jaya Gg. 14-31 Surabaya 60118
Telp. 031-71080307, 5944610, 0811-377585, 0856-3301021
Fax. 031-5944610
http://www.kabarsehat.com/yayasan-lupus-indonesia-yli.html/

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :