" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 09 November 2015

Melihat Islam Tak Mengenal Kasta, 300 Pemeluk Hindu India Akan Bersyahadat


Eramuslim.co -Ratusan penganut Hindu dari Dalit Valmiki di Rampur, kasta terendah dalam kasta sosial India, berikrar siap untuk masuk Islam pada 14 April nanti. Ini merupakan bentuk kegusaran umat melihat diskriminasi yang terjadi di permukiman mereka.
Melihat Islam yang tidak mengenal kasta, sekitar 300 masyarakat dalit yang kesehariannya bekerja kasar, mulai penyapu jalanan dan membersihkan kotoran manusia, berikrar menginginkan Islam. Terlebih, saat ini diskriminasi terjadi lagi kepada mereka. Permukiman Dalit Valmiki terancam digusur untuk pengembangan pusat perbelanjaan.
‘Ini tak lebih dari sebulan setelah beberapa Dalit di Meerut memeluk Islam setelah mereka dilarang untuk masuk kuil,” seperti dalam laporanThe Hindu, Jumat (10/4).
The Hindu melaporkan, ada sekitar 300 orang yang telah mengajukan petisi kepada gubernur setempat, Ram Naik, untuk mendengar keluhan mereka. Mereka menuding pemerintah abai, melarang memeluk Islam, tapi membiarkan mereka dalam kesengsaraan.
Tak lebih dari sebulan lalu, sekelompok Dalit memutuskan untuk memeluk Islam di Meerut. Ini lantaran disalah seorang anggota komunitasnya tidak diberi akses ke sebuah kuil terkemuka.
“Apa gunanya menjadi seorang Hindu dan memiliki benang suci ini di pergelangan tangan saya jika saya bahkan tidak bisa masuk kuil dan melakukan pemujaan,” ujar Shyam Singh, atau Azad seperti dilansironislam (15/3).
Azad dan masyarakat Dalit Valmiki di desa Moga dari Meerut dilarang melakukan pemujaan di kuil terkemuka Valmiki November lalu. Pada waktu itu, imam masyarakat Yadav mengatakan kepada Dalit Valmiki bahwa mereka tidak memiliki hak untuk melakukan pemujaan.