" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 15 November 2015

Kegagahan Pasukan Infantri di Masa Rasulullah dan Khulafaurrasyiddin



Semua anggota pasukan perang di masa Rasulullah dan Khulafaurrasyiddin adalah orang Islam dari seluruh bangsa dan suku. Pasukan itu dipimpin oleh seorang komandan dan panglima tertinggi (amir).
Khalifah di Madinah menyerahkan otoritasnya kepada para jenderalnya. Pada tahap-tahap awal, jenderal yang menaklukkan wilayah tertentu juga bertindak sebagai imam shalat dan hakim.

Al-Baladhuri mengisahkan bahwa Khalifah Umar mengangkat qadhi (hakim) untuk wilayah Damaskus, Yordania, Himsh, dan Qinnasrin. Jika memang demikian, maka dia adalah khalifah pertama yang membentuk lembaga kehakiman.

Pengelompokan pasukan menjadi pasukan inti, dengan dua sayap mengapit di depan dan di belakang, telah dikenal sejak masa Nabi, bukan berasal dari Bizantium atau Sasaniyah. Khamis (yang lima) adalah istilah yang digunakan untuk satuan militer ini. Pasukan berkuda ditempatkan berada di kedua sayap.

Dalam pengelompokan itu, kesatuan yang terdiri atas suku-suku Arab dijadikan sebagi pasukan cadangan. Masing-masing suku memiliki ciri yang berbeda, misalnya secarik kain yang dilekatkan di ujung tombak yang dibawa oleh orang yang paling berani di antara mereka.

Diriwayatkan bahwa panji-panji perang Nabi bergambar uqub (burung elang). Pasukan infanteri bersenjatakan busur dan panah, ketapel, ada juga yang melengkapi diri dengan perisai dan pedang. Pedang itu dimasukkan ke dalam sarungnya yang menjuntai di pundak sebelah kanan.
Harbah (pelontar) sebagai salah satu alat perang, diperkenalkan dari Abissinia.


Senjata utama pasukan Muslim yang berkuda di masa Nabi dan Khulafaurrasyidin adalah rumh (tombak panjang) bergagangnya. Atau dikenal dalam literatur Arab sebagai khaththi, diilhami oleh ketokohan al-Khaththi. Ia pengembara dari wilayah pesisir di Bahrain yang pertama menanam dari India.

Di samping busur dan panah, tombak merupakan senjata nasional Arab. Pedang yang terbaik adalah pedang buatan India, sehingga sering disebut hindi. Perlengkapan perlindungan meliputi baju zirah dan perisai. Baju pelindung pasukan Arab lebih ringan dibanding baju pelindung pasukan Bizantium.

Formasi tempur yang digunakan oleh tentara Arab-Muslim masih primitif, yaitu dalam bentuk melintang atau membujur dan berkelompok. Pertempuran dimulai secara individu yang dilakukan oleh para ksatria yang maju keluar dari barisan dan menyampaikan tantangan.

Prajurit Arab menerima bayaran yang lebih tinggi dari pada prajurit Persia atau Bizantium, dan menerima rampasan perang dalam jumlah tertentu.
Keprajuritan bukan hanya profesi paling mulia dan membanggakan di mata Allah, tapi juga paling menguntungkan. Kekuatan pasukan Arab Muslia bukan terletak pada keunggulan senjatanya atau kehebatan organisasinya tapi pada semangat moralnya yang lebih tinggi.

Dalam hal ini, agama bisa dipastikan telah memainkan peranan yang penting untuk membentuk daya tahan mereka, ciri khas orang-orang padang pasir dan mobilitas yang tinggi, terutama didukung oleh unta yang menjadi sarana tranportasi yang evektif di padang pasir.
Senjata utama pasukan Muslim yang berkuda di masa Nabi dan Khulafaurrasyidin adalah rumh (tombak panjang) bergagangnya. Atau dikenal dalam literatur Arab sebagai khaththi, diilhami oleh ketokohan al-Khaththi. Ia pengembara dari wilayah pesisir di Bahrain yang pertama menanam dari India.

Di samping busur dan panah, tombak merupakan senjata nasional Arab. Pedang yang terbaik adalah pedang buatan India, sehingga sering disebut hindi. Perlengkapan perlindungan meliputi baju zirah dan perisai. Baju pelindung pasukan Arab lebih ringan dibanding baju pelindung pasukan Bizantium.

Formasi tempur yang digunakan oleh tentara Arab-Muslim masih primitif, yaitu dalam bentuk melintang atau membujur dan berkelompok. Pertempuran dimulai secara individu yang dilakukan oleh para ksatria yang maju keluar dari barisan dan menyampaikan tantangan.
Prajurit Arab menerima bayaran yang lebih tinggi dari pada prajurit Persia atau Bizantium, dan menerima rampasan perang dalam jumlah tertentu.

Keprajuritan bukan hanya profesi paling mulia dan membanggakan di mata Allah, tapi juga paling menguntungkan. Kekuatan pasukan Arab Muslia bukan terletak pada keunggulan senjatanya atau kehebatan organisasinya tapi pada semangat moralnya yang lebih tinggi.

Dalam hal ini, agama bisa dipastikan telah memainkan peranan yang penting untuk membentuk daya tahan mereka, ciri khas orang-orang padang pasir dan mobilitas yang tinggi, terutama didukung oleh unta yang menjadi sarana tranportasi yang evektif di padang pasir.

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Y a RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

alikhlasmusholaku.top

#Gerakan saber donatur dan sebar takjil ramadhan 1438 H - 2017 M untuk ahli surga

Realisasi #Gerakan saber donatur dan sebar takjil ramadhan 1438 H - 2017 M untuk ahli surga

Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :