" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 04 November 2015

Karangan Bunga Buat Almarhum Pak Harto

Karangan Bunga Buat Almarhum Pak Harto 
Tue, 29 January 2008 00:36 - | Dibaca 2.313 kali | Bidang umum

Assalamu'alaikumww, ustad,
Mari kita mendoakan pa harto semoga diterima setiap amal ibadahnya,
Ustadz, ada yang saya lihat tentang pengucapan belasungkawa untuk orang sakit atau meninggal ada yang mengirim karangan bunga, dan juga tentang pakaian hitam-hitam ketika melayat orang yang meninggal (berkabung), bagaimana Islam memandang hal ini, mohon penjelasannya,
Jazakallah
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Dalam aqidah Islam, hal yang bermanfaat bagi seorang yang telah dipanggil berpulang ke rahmatullah sebenarnya bukan karangan bunga. Juga bukan dengan cara berpakaian hitam-hitam saat penguburannya. Tapi amal kebajikan yang bersangkutan serta doa dari umat Islam tentunya, siapa pun jenazahnya.
Selama seseorang memeluk agama Islam, dan mati dalam keadaan muslim, lepas dari hisab dan timbangan amal, yang pasti doa yang tulus dari sesama muslim akan tetap bermanfaat bagi almarhum.

Di antara lafadz doa sesama muslim kepada saudaranya yang telah wafat dalam keadaan muslim aalah lafadz bacaan shalat jenazah, seperti:
Allahumghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu
Ya Allah, ampunilah dia, kasihanilah dia, berilah dia keafiatan dan maafkanlah dia.
Memang sayang sekali kalau tata cara Islam dalam masalah jenazah malah kurang populer. Orang lebih banyak yang sekedar melambaikan tangan, mengirim karangan bunga dengan harga berjuta, atau berpakaian hitam-hitam. Sementara yang melakukan shalat jenazah yang merupakan fardhu kifayah malah kurang nampak terlihat.
Padahal yang lebih dibutuhkan oleh jenazah di alam kubur tidak lain setelah amal kebajikan dirinya sendiri adalah doa dari orang yang masih hidup. Sebab saat di dalam alam kubur, malaikat tidak terpengaruh oleh karangan bunga, apalagi dengan baju berwarna hitam, atau membeludaknya orang yang mengantar jenazah.
Yang Dinilai Malaikat
Yang akan diproses oleh malaikat pertama kali buat seseorang yang telah dipanggil ke rahmatullah adalah syahadat dan dasar aqidah Islam. Apakah dia bertuhan hanya pada satu Tuhan saja ataukah jenazah itu bertuhan juga kepada selain Allah? Apakah dia bernabi kepada Muhammad SAW atau tidak? Apakah dia membenarkan agama Islam atau juga membenarkan agama selain Islam?
Maka yang berpaham liberalis dan membenarkan semua agama perlu bertaubat segera dan kembali ke jalan benar, biar tidak bermasalah nanti di alam kubur. Kalau cuma bermasalah dengan polisi di Indonesia, mungkin masih bisa 'damai'. Tapi malaikat di alam kubur tidak pernah ada ceritanya bisa diajak damai.
Berikutnya, akan ditanya tentang shalatnya, terutama yang fardhu. Apakah shalat fardhunya telah terlaksana dengan benar dan lengkap? Kalau masalah shalatnya tergolong baik, maka sesuai hadits nabi, amal-amal lainnya akan lebih mudah dinilai baik. Dan hal itu berlaku sebaliknya.
Tentu saja semua dosa dan maksiat juga akan dijadikan sebagai alasan untuk siksaan selama di alam kubur. Baik dosa kepada Allah maupun dosa kepada sesama manusia. Maka seharusnya tobat dulu sebelum mati. Dan selesaikan dulu urusan hutang harta dan nyawa kepada sesama manusia.
Nah, pada saat itulah amal baik dan amal buruk akan dipertimbangkan. Salah satu yang bisa menambah bobot amal kebajian adalah doa dan permohonan ampunan dari kita, sesama muslim, kenal atau tidak kenal.
Kirim Pahala Bacaan Quran?
Kemudian barulah urusan khilafiyah, yaitu tentang kiriman pahala dari orang yang baca Quran. Sebagian ulamaberanggapan bahwa bacaan Al-Quran bisa dikirimkan pahalanya kepada almarhum. Tapi ini tetap masalah khilafiyah. Kami sudah seringkali membahas masalah ini sebelumnya, silahkan searching sendiri.
Waqaf Yang Terlupakan
Yang tidak ada khilafiyahnya dan disepakati oleh semua ulama adalah waqaf berupa harta. Pahala dari waqaf inilah yang akan sangat bermanfaat dan bersifat abadi dan terus menerus tanpa putus.
Seandainya selama hidupnya, almarhum pernah mewaqafkan hartanya di jalan Allah, maka selama harta waqaf itu masih bermanfaat buat orang, selama itu pula ada pahala yang terus mengalir kepada almarhum. Sayangnya, justru urusan waqaf inilah yang paling jarang dibahas. Umumnya, belum kering kuburan sang Ayah, anak-anak sudah rebutan harta warisan, naudzubillah tsumma naudubillah.
Seandainya almarhum semasa hidupnya belum pernah mewaqafkan suatu harta, atau kurang banyak jumlahnya, ada pendapat yang kuat menyebutkan bahwa ahli warisnya boleh mewaqafkan harta itu untuk almarhum.
Dan bentuk waqaf itu akan menjadi jauh lebih berarti bila belum pernah ada yang melakukan sebelumnya. Misalnya dengan membangun ribuan sekolah gratis untuk fakir miskin, sebab pemerintah negeri ini termasuk jajaran pemerintah yang paling pelit dan kurang peduli dengan pendidikan.
Bandingkan dengan Al-Azhar di Mesir, merekahanya yayasan swastayang menggratiskan semua sekolah mulai dari jenjang SD sampai level perkuliahan. Al-Azhar adalah institusi waqaf para orang kaya di Mesir yang sadar bahwa yang akan bermanfaat di alam kubur salah satunya adalah waqaf.
Dengan mendirikan kampus agama Islam yang berkualitas dan full beasiswa, kampus it nantinya akan melahir para ulama besar. Dan pahalanya akan terus berlipat ganda selama para ulama itu terus bermanfaat buat umat. Sayangnya, tidak ada yang terbetik pikirannya untuk melaksanakannya.
Selain pendidikan, bisa juga dengan mendirikan stasiun radio yang dikhususkan untuk dakwah agama Islam, di mana semua kebutuhan operationalnya diambil dari harta peninggalan almarhum.
Bahkan bisa juga dengan mendirikan rumah sakit modern tapi gratis khusus buat orang miskin dan seterusnya.
Pendeknya, waqaf harta seperti itu akan jauh lebih bermanfaat buat almarhum di alamnya, ketimbang sekedar meresmikan nama almarhum jadi nama jalan atau jadi pahlawan nasional. Diresmikan namanya jadi nama jalan atau dijadikan pahlawanan nasional justru tidak arti apa-apa buat almarhum, sebab dia sudah tidak hidup di alam kita ini. Hanya bermanfaat buat pelajaran sejarah dan penghargaan buat yang masih hidup.
Barangkali keluarga dan kita semua sudah harus memikirkan hal-hal yang lebih realistis dan bermanfaat secara langsung buat almarhum. Kan sedih sekali kalau kita ramai-ramai melayat almarhum, menaburkan karangan bunga, melakukan berbagai upacara pelepasan, sementara almarhum lagi kesusahan di alam kubur berhadapan dengan malaikat. Mengapa kita tidak pasok bekal buat beliau?
Atau jangan-jangan banyak di antara kita yang tidak percaya kehidupan alam kubur pasca kematian? Wah gawat.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc