" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 04 November 2015

Kapan Kita Masuk Islam?

Kapan Kita Masuk Islam? 
Thu, 31 January 2008 22:37 - | Dibaca 4.318 kali | Bidang aqidah

Assalamu 'alaikum. pak ustadz..
Saya pernah ditanya sama temen kerja. tentang masalah agama Islam tapi saya binggung belum bisa jawab. saya cuma jawab nanti saya tanyakan dulu sama orang yang lebih tahu. yang ingin saya tanyakan sama pak ustadz.:
  1. Sejak kapan kita masuk Islam.
  2. Apa nabi Muhammad Saw dulu juga membaca dua kalimat syahadat ketika masuk Islam.
  3. Kapan umat Islam dapat perintah untuk pengurusan jenazah (siapa nama umat Islam yang dishalatkan jenazah oleh nabi Muhammad Saw)
  4. Mana yang betul antara shalawat yang ada syayidina dengan yang tidak.
Mohon dijawab dan kalau ada dikasih dalilnya. trima kasih.
Wassalamu 'alaikum.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Pada dasarnya setiap orang dilahirkan dari perut ibunya dalam keadaan muslim. Sebagaimana sabda nabi SAW bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Baru kemudian orang tuanya akan menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi.
Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR Bukhari)
Jadi kalau pertanyaannya sejak kapan kita ini masuk Islam, maka jawabannya adalah sejak kita diciptakan, sebenarnya setiap orang sudah beragama Islam.
Buktinya bayi-bayi yang meninggal sebelum beranjak dewasa, akan dimasukkan ke dalam surga.
Kalau ditanya, bagaimana orang tidak mengucapkan syahadat kok bisa masuk surga, jawabnya bahwa semua manusia sudah berikrar bahwa Allah SWT adalah tuhannya. Ikrar itu diucapkan saat ruh belum lagi dibenamkan ke dalam jasad.
Danketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab, "Betul, kami menjadi saksi." agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan, "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah terhadap ini " (QS. Al-A'raf: 172)

2. Kapan Nabi Muhammad Membaca Syahadat?
Pertanyaan ini agak jenaka, tapi menarik untuk dijawab. Jawabnya sejak beliau pertama kali diangkat jadi Nabi dan Rasul.
Jadi saat bertahannuts di Gua Hira di malam Ramadhan, Allah SWT telah menunjuknya menjadi Nabi buat umat manusia. Penunjukan ini tentu tidak seperti sumpah jabatan para pejabat yang sering kita lihat. Tidak ada sumpah pakai kitab Al-Quran, juga tidak ada ikrar ini dan itu.
Pokoknya beliau di Gua Hira itu ditetapkan jadi Nabi begitu saja. Maka jadilah beliau sebagai Nabi. Tugasnya menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada umat manusia.
Pada hakikatnya, yang namanya syahadat itu adalah pengakuan atas ketuhanan Allah SWT dan atas kenabian Muhammad. Tentu saja Muhammad SAW adalah orang pertama yang mengakui hal itu.
Kan tidak masuk akal kalau dibilang bahwa Nabi Muhammad tidak pernah baca syahadat. Bagaimana mungkin, padahaldia itulah justru orangyang mengajarkan syahadat. Karena syahadat pada hakikatnya adalah pengakuan atas kenabian dirinya.
3. Shalat Jenazah
Disebutkan dalam sirah nabawiyah, bahwa pada saat Raja Habasyah meninggal dunia, Rasulullah SAW melakukan shalat ghaib. Oleh para ulama, shalat beliau ini adalah awal mula disyariatkannya shalat jenazah.
Namun siapakah shahabat nabi yang pertama kali jenazahnya dimandikan, dikafani dan dishalatkan, kami sampai saat ini belum mendapatkan datanya.
4. Khilaf Lafadz Sayyidina
Urusan 'sayyidina' ini memang sejak lama dijadikan bahan keributan, antara yang mendukungnya dan yang membid'ahkannya. Padahal hanya urusan sepele saja.
Pasalnya sederhana, pernah suatu ketika Rasulullah SAW ditanya tentang bagaimana cara bershalawat kepada dirinya. Beliau menjawab, "Ucapkanlah Allahuma shalli 'ala Muhammad", tanpa ada kata sayyidina.
Oleh sebagian orang, karena hormat dan takdzimnya, disisipkan kata 'sayyidina' yang artinya jujungan kami. Tapi sebagian orang tidak setuju dengan hal itu. Maka jadilah perdebatan panjang berabad-abad lamanya, antara yang mendukung dan yang menentang sisipan kata itu.
Cukup aneh memang sifat umat ini, hanya secuil kata dalam shalawat, urusannya bisa panjang, lebardan dalam. Sementara ada jutaan umat Islam mati dibunuh di Palestina sampai hari ini, rasanya tidak ada yang ribut. Ada jutaan muslim di Indonesia dimurtadkan oleh para penginjil, semua tenang-tenang saja.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc