" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 17 November 2015

Islam Vs Ahmadiyah


Thu, 17 January 2008 12:52 - | Dibaca 3.053 kali | Bidang aqidah

Assalamualaikum wr wb
Ustaz yang saya hormati,
Ahmadiyah dianggap sebagai aliran sesat oleh MUI dan ulama-ulama di Indonesia karena menyimpang dari Ajaran Islam. Mereka beranggapan bahwa Nabi Muhammad Saw. Bukanlah nabi terakhir.
Oleh karena itu, saya mohon penjelasan dari Ustaz mengenai hal ini berikut dalil yang menguatkan bahwa Muhammad adalah khatamman nabiyyin...
Syukron
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Ahmadiyah dianggap sesat bukan hanya oleh MUI saja, tapi oleh semua negeri Islam. Bahkan sebenarnyasudah dianggap bukan bagian dari agama Islam oleh 1, 5 milyar umat Islam sedunia. Sebab umat Islam sedunia tidak mau agamanya dirusak oleh kelompok sesat buatan oleh agen Inggris itu. Tidak ada satu pun mufti atau ulama di dunia kecuali jelas dan tegas menyebutkan bahwa Ahmadiyah bukan agama Islam.
Dalam agama Islam, bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir adalah harga mati. Keluar dari keyakinan itu berarti bukan ISlam.
Sebaliknyabagi agama Ahmadiyah, bahwa Mirza adalah nabi juga harga mati. Bukan Ahmadiyah kalau tidak mengakui Mirza sebagai nabi.

Maka Islam dan Ahmadiyah memang dua buah agama yang sejak dari dasarnya sudah berlainan. Karena secara aqidah dasar, doktrin keduanya memang tidak bisa bertemu selamanya.
Tidak ada ceritanya agama Kristen mengakuiMuhammad SAW sebagai nabi. Kalau sampai mengakui kenabian Muhammad SAW, tentu sudah bukan Kristen lagi, bukan? Nah demikian juga dengan agama Islam, tidak ada ceritanya mengakui Mirza sebagai nabi. Kalau sampai ada orang Islam mengakui Mirza sebagai nabi, jelas dan pasti dia telah keluar dari agama Islam. Sederhana saja masalahnya.
Sumber Masalah = Mengaku-ngaku sebagai Agama Islam
Yang jadi penyakit adalah agama Ahmadiyah ini tidak percaya diri untuk hidup mandiri. Dengan aqidah yang berbeda itu, masih saja mengaku-ngaku sebagai agama Islam.
Padahal seandainya agama Ahmadiyah secara gentle mengakui bahwa mereka memang terpisahdari agama Islam, tidak mengaku-ngaku sebagai bagian dari agama Islam, masalahnya sudah selesai. Yang membuat masalahnya tidak selesai-selesai sampai sekarang adalah para pemuka kelompok itu masih saja beranggapan ajaran mereka sebagai bagian dari agama Islam.
Ini lucu sekaligus aneh. Islam adalah agama yang tidak mengakui kenabian setelah Muhammad. Kalau mengakui ada nabi setelah Muhammad, maka bukan termasuk agama Islam. Tiba-tiba ada orang yang tidak mau mengakui prinsip dasar itu tetapi tetap memaksakan diri untuk dianggap sebagai muslim.
Dalil Muhammad SAW Nabi Terakhir
Dalam agama Islam, ada dua sumber hukum utama yang diakui, yaitu Al-Quran dan Hadits Nabawi. Sedangkan di dalam agama Ahmadiyah, sumber kedua bukan hadits nabi melainkan menggunakan logika, atau lebih tepatnya akal-akalan semata. Mereka tidak mau percayakepada hadits nabi yang kita kenal itu.
Tidak dipakainya hadits nabi Muhammad SAWoleh Ahmadiyah sudah cukup menjelaskan perbedaan kedua agama ini. Jadi agama Ahmadiyah memang 100% bukan agama Islam.
Hadits-hadits Tentang Muhammad SAW Sebagai Nabi Akhir Zaman
Dalil-dalil ini harus kita akui sebelumnya, bahwa tidak akan ada gunanya untuk disodorkan kepada para pemeluk agamaAhmadiyah, karena agama Ahmadiyah memang bukan agama Islam, jadi mereka tidak akan percaya hadits nabi, seberapa pun shahih dan banyaknya.
Bahkan sebenarnya mereka juga tidak percaya kepada Al-Quran sebagaimana kita mempercayainya, karena Al-Quran yang mereka yakini bukanlah sebagaimana yang kita yakini. Mereka hanya meyakini bunyi dan teks ayatnya saja, tapi makna dan pengertiannya pun mereka ingkari. Dan mereka bikin sendiri makna ayat itu seenak perutnya, meski tidak ada seorang ahli tafsir pun yang membenarkannya.
Jadi tidak ada gunanya kita jadikan hujjah di depan mereka. Sama saja percuma berdebatdengan orang Atheis menggunakan ayat Al-Quran, sebab sejak awal mereka memangtidak percaya kepada Al-Quran.
Tapi hadits-hadits berikut ini akan berguna buat kita umat Islam, yang masih percaya kepada Al-Quran dan hadits shahih.
Rasulullah SAW berkata kepada 'Ali, "Hubunganmu dengankuseperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku." (Bukhari dan Muslim).
Nabi SAW bersabda, "Kaum Israel dipimpim oleh beberapa nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan datang sesudahku, melainkan hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku (HR Bukhari)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ""Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan merekaheran lalu berkata: 'Kenapa kamu tidak letakkan satu batu ini.?' Nabi menjawab: Aku adalahbatu itu dan Aku penutup Nabi-nabi" (HR Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, "Silsilah kerasulan dan kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku." (Hr. At-Tirmizy, Ahmad)
Dari Jubair bin Mut'im radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya Aku punya beberapanama, Aku adalah Muhammad, AKu adalah Ahmad, Aku adalah Al-Mahi di mana Allah menghapuskan kekafiran karena Aku, Aku adalahAl-Hasyir yang mana manusia berkumpul di kakiku. Aku adalahAl-'Aqib yang tidak ada Nabi setelahku" (HR Muslim)
Rasulullah SAW bersabda, "Allah telah memberiku dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: [1] Aku dikaruniai keahlian berbicara yang efektif dan sempurna. [2] Aku diberi kemenangan kare musuh gentar menghadapiku[3] Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. [4] Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. -[5] Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia.[6] Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (HR.Muslim, At-Tirmizy, Ibnu Majah)
Rasulullah SAW berkata, "Seandainya benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin Khattab." (HR At-Tirmizy)
Masih ada banyak lagi hadits yang secara tegas menyebutkan bahwa Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir. Tetapi cukup sampai di sini saja, karena memang tidak akan ada gunanya kalau disodorkan kepada pemeluk Agama Ahmadiyah, karena mereka memang tidak percaya hadits. Dan mereka juga termasuk penyeleweng dari ajaran Al-Quran yang paling sesat karena menggunakan tafsir 'dengkul'.)*
*) Tafsir Dengkul = tafsir yang dibuat seenak dengkul sendiri
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc