" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 03 November 2015

Halalkah Arak yang Dipakai Dalam Makanan?

Halalkah Arak yang Dipakai Dalam Makanan? 
Thu, 14 February 2008 21:32 - | Dibaca 2.510 kali | Bidang kuliner

Assalammualikum Wr.Wb
Ustadz saya ingin menanyakan status makanan yang dimasak bersama arak/anggur...seperti masakan jepang, terkadang dalam masakan tersebut sering ditambahkan arak merah/anggur putih...apakah makanan tersebut dapat dikatakan haram? Bagaimana kandungan arak/anggur putih dalam masakan tersebut?
Terimaksih.
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Arak adalah istilah yang punya banyak pengertian. Salah satunya adalah khamar, yaitu minuman yang memabukkan bila diminum.
Bila yang dimaksud dengan arak adalah khamar yang kalau diminum akan memberikan efek mabuk, maka tentu saja bila arak itu dicampurkan ke dalam sebuah masakan, maka masakan itu ikut jadi haram.

Sebaliknya, bila sebuah bahan tertentu disebut sebagai arak, namun kalau diminum tidak memabukkan, bahkanbuat orang yang sama sekali belum pernah minum khamar sekalipu, maka istilah arak yang berhenti pada sebutan, bukan pada hakikatnya. Hakikatnya kalau memang tidak memabukkan bukanlah khamar. Dan kalau bukan khamar, maka tidak mengapa bila dicampurkan ke dalam masakan.
Dalam hal ini, Rasulullah SAW memberikan definisi yang mudah tentang pengertia khamar:
Semua yang memabukkan berarti khamar, dan setiap khamar hukumnya haram." (Riwayat Muslim)
Selain itu juga ada Khalifah Umar bin Al-Khattab radhiyallahu 'anhu yang juga memberikan batasan tambahan tentang definisi khamar. Dan Umar pun mengumumkan pula dari atas mimbar Nabi:
"Bahwa yang dinamakankhamar ialah apa-apa yang dapat menutupi fikiran." (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Pertama kali yang dicanangkan Nabi Muhammad SAW tentang masalah khamar, yaitu beliau tidak memandangnya dari segi bahan yang dipakai untuk membuat khamar, tetapi beliau memandang dari segi pengaruh yang ditimbulkan, yaitu memabukkan. Oleh karena itu bahan apapun yang nyata nyata memabukkan berarti dia itu khamar, apapaun merek dan nama yang dipakai, dan bahan apapun yang dipakai.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc