" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Selasa, 03 November 2015

Baru Masuk Islam Lantas Meninggal Dunia...

Baru Masuk Islam Lantas Meninggal Dunia... 
Thu, 14 February 2008 23:46 - | Dibaca 2.851 kali | Bidang aqidah

Asslamu 'alaikum.wr wb
Tahun lalu ana pernah baca di suratkabar bahwa ada seorang mantan agen intelijen Rusia yang tinggal di Inggris diracun oleh pemerintahnya sendiri karena membeberkan kepada pers tentang kejahatan tentara Rusia terhadap muslim Chechnya. Dua hari sebelum meninggal ia menyatakan memeluk Islam, Alhamdulillah.
Yang ana ketahui kalo ada orang kafir masuk Islam maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu selama ia masih kafir meskipun ia seorang agen intelijen yang kemungkinan besar suka membunuh atas nama negara.
Yang ingin ana tanyakan, kalo dia baru masuk Islam seperti cerita di atas terus 2 hari kemudian ia meninggal, ada kemungkinan dosanya kan masih sedikit karena baru beriman, apakah lebih cepat hisabnya diakhirat kelak? Dan kemungkinan masuk surga besar?
Wassalam.wr wb
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Yang namanya untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak. Kalau Allah SWT berkehendak ingin memberi hidayah kepada seseorang, pasti tidak ada yang bisa membuat orang itu tetap sesat selamanya. Sebaliknya, kalau Allah SWT berkehendak membuat seseorang sesat, maka tidak ada lagi hidayah baginya.
Dan barangsiapa yang ditunjuki Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Dia. (QS. Al-Isra': 97)
Maka beruntunglah orang yang telah diberi hidayah oleh Allah SWT, lalu masuk Islam dan setelah itu langsung dipanggil Allah untuk menghadap-Nya.
Maka tentu saja dosanya masih sedikit, sebab dengan keIslamannya, Allah SWT menghapus dosa-dosanya yang pernah dikerjakan sebelumnya.
Hal itu pernah ditanyakan oleh seorang shahabat nabi, 'Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhusaat beliau masuk Islam.
Dari Amr bin Al-Ash ra. berkata, "Ketika Allah azza wa jalla memasukkan Islam ke dalam hatiku, aku mendatangi Rasulullah SAW untuk memba'iatku. Beliau SAW menjulurkan tangannya kepadaku. Namun aku berkata, "Aku tidak akan berbai'at dengan Anda, ya Rasulallah hingga Anda mintakan aku ampunan atas dosaku." Rasulullah SAW menjawab, "Ya Amr, tidakkah kamu tahu bahwa hijrah itu menghapus dosa-dosa sebelumnya? Ya Amr, tidakkah kamu tahu bahwa masuk Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?"(HR Ahmad)

Jadi memang benar bahwa seorang non muslim yang masuk Islam akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, seolah-olah bayi yang baru saja dilahirkan oleh ibunya.
Kalau belum lama berselang dari keIslamannya dia meninggal, logika dan nalar kita akan membenarkan bila kesempatan orang tersebut masuk surga akan sangat besar. Mengingat dari segi dosa, barangkali kita yang sudah lama jadi umat Islam malah lebih banyak dari dosa-dosa yang dimilikinya.Maka boleh jadi proses masuk surganya jauh lebih cepat dari kita.
Tapi kita pun juga jangan dulu berkecil hati. Atau malah punya pikiran ngeres, misalnya, kalau gitu kita murtad saja dulu, terus masuk Islam lagi, kan dosa-dosanya akan diampunkan.
Itu namanya 'piktor', alias pikiran kotor. Ngapain harus pake murtad dulu, kan untuk menghapus dosa bisa dengan bertaubat? Ya kalau pas lagi murtad tidak dicabut nyawanya oleh Allah, gimana kalau pas lagi murtad jadi orang kafir itu, tiba-tibaIzrail datang dan main betot nyawa di dada? Kan malah rugi dunia akhirat.
Taubat Menghapus Dosa
Bagi seorang muslim, bila ingin dosa-dosanya dihapus, tidak perlu murtad dulu. Sebab dosa-dosa bisa gugur seperti daun di musim gugur dengan taubat.
Ingatlah taubat seorang wanita Ghamidiyah yang pernah berzina dan minta dirajam. Allah SWT menerima taubatnya bahkan lewat lisan Rasulullah SAW dikatakan bahwa bila taubatnya itu dibagikan lagi kepada orang lain, maka cukuplah untuk 70 orang penduduk Madinah.
Tapi jangan 'piktor' lagi, misalnya ada yang bilang, pak ustadz, kalau begitu biar taubatnya tambah seru, apakah harus berzina dulu?
Hah? No comment lah
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc