" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Rabu, 04 November 2015

Bagaimana Hukumnya Punya Hutang kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal?

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!




Thu, 24 January 2008 01:28 - | Dibaca 3.215 kali | Bidang mawaris

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz,
Saya mau tanya mengenai hukum berhutang kepada orang tua yang sudah meninggal. Ceritanya begini, orang tua saya punya hutang kepada Kakek dan Nenek saya yang kebetulan keduanya sudah meninggal, apakah hutang orang tua saya itu harus dibayar?
Kebetulan orang tua saya juga punya saudara yang merupakan sama-sama ahli waris. Dan orang tua saya ditagih oleh saudaranya agar hutangnya dilunasi.
Saudara orang tua saya juga sebenarnya punya hutang kepada Kakek dan Nenek saya. Rasanya tidak adil kalau hanya orang tua saya saja yang harus membayar hutangnya sedangkan saudara orang tua saya hutangnya tidak ditagih.
Bagaimana solusinya ustadz dalam menyelesaikan masalah ini, Dalil dalam Al-qur'an/ Hadist Nabi yang mana yang dijadikan acuan untuk menyelesaikan masalah ini. Mohon sekiranya ustadz menjelaskan masalah ini. Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Untuk menghitung ahli waris sesuai hukum islam klik tautan ini : KALKULATOR WARIS ONLINE

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Cara yang paling logis dan masuk akal adalah dengan duduk bersama semua ahli waris dari kakek. Mereka adalah putera puteri kakek, yaitu paman dan bibi.
Karena ahli waris yang berhak atas harta warisan punya hutang kepada almarhum kakek. Jadi tinggal nanti dihitung secara bersama-sama, maka siapa yang hutangnya lebih besar dari bagian warisannya, dia harus menomboki. Dan siapa yang hutangnya lebih kecil dari bagian warisannya, tinggal dikurangi.


Dalam pembagian waris itulah kemudian didata semua harta peninggalan kakek, baik harta yang ada dan siap dibagi maupun harta yang masih menjadi piutang. Semua didata dan dijumlahkan.
Dan jangan lupa juga, kurangi dengan semua hutang alarhum kalau ada, juga biaya penyelenggaraan penguburan jenazah dan seterusnya. Dan kalau almarhum pernah berwasiat untuk memberikan sebagian hartanya kepada selain ahli waris, maka laksanakan terlebih dahulu.
Setelah itu barulah dilakukan pembagian warisan. Pembagiannya amat sederhana. Hitungnya saja berapa jumlah anak-anak kakek, lalu dibagi rata. Ketentuannya, anak perempuan kakek dihitung 1/2 orang.
Sebagai ilustrasi, kalau kakek punya 4 anak yaitu 2 laki dan 2 perempuan, maka harta kakek dibagi 3. 1/3 buat anak laki pertama, 1/3 buat anak laki kedua dan 1/3 buat 2 orang anak perempuan dibagi rata.
Setelah masing-masing tahu berapa jumlah harta yang menjadi haknya, maka siapa saja yang pernah punya hutang kepada kakek tinggal disebutkan jumlahnya. Kalau haknya dari warisan lebih besar dari hutangnya, maka tinggal dikurangi. Sebaliknya, kalau haknya lebih kecil dari hutangnya, tinggal ditomboki.
Begitu saja, sederhana dan selesai.
Yang biasanya menjadi masalah bukan pada sistem dan hitungan pembagian warisannya, tetapi masalah itu seringkali terjadi gara-gara isu, fitnah, intrik, dan pengaruh dari pihak-pihak lain yang memanas-manasi. Intinya, mental kita yang membagi warisan rasanya lebih mirip seperti orang yang rebutan harta rampasan perang, kalau perlu satu dengan lainnya saling berbunuhan. Lupa suadara, lupa kerabat. Naudzu billah.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :