" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 11 Oktober 2015

Ujian, Obat Bagi Yang Dicintai-Nya


SAUDARAKU,


SEMUA orang pasti mengalami musibah dan ujian. Ada yang menganggap ujian itu suatu kebaikan namun banyak sekali yang menyalah artikan sebuah ujian. Bila ia dapat mengartikan suatu ujian itu dengan baik maka ia akan mendapatkan kebaikan dari apa yang dilakukannya.


Namun bagaimana jika seseorang tidak bisa menyikapi suatu ujian atau musibah itu dengan baik ? Disinlah keiman itu diuji. Dimana setiap mukmin dan mukminat pasti akan diuji, baik melalui nafsu, musibah, atau sesuatu yang ia cintai. Demikianlah takdir, selalu datang silih berganti dari sisi Allah yang Maha Bijaksana dan Maha mengetahui.


Saudaraku,


Sungguh, berbagai musibah dan cobaan adalah ujian bagi seorang hamba dan tanda cinta Allah terhadapnya. Ujian seperti obat meskipun pahit, namun kita akan tetap memberikannya kepada orang yang kita cintai.


Dalam sebuah Hadis Sahih disebutkan, ”Sesungguhnya besarnya pahala itu bergantung pada besarnya ujian, dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia pasti akan memberikan ujian kepadanya. Barangsiapa yang ridha maka dia akan mendapatkan keridhaan Allah, namun barang siapa yang tidak ridha maka dia akan mendapatkan kemurkaan Allah.”


Saudaraku,


Ibnu Al-Qayyim rahimahullah berkata, “Sungguh ujian yang dialami oleh seorang mukmin itu seperti obat yang mengeluarkan berbagai penyakit didalam tubuhnya. Apabila penyakit itu dibiarkan, maka akan membinasakannya, atau mengurangi pahalanya dan menurunkan derajatnya. Dengan demikian ujian dan cobaan itu, mengeluarkan berbagai penyakit itu dari dalam dirinya, dan dengan ujian itu dia dapat bersiap-siap menuju pahala yang sempurna dan kedudukannya yang tinggi.”


Saudaraku,


Tidak diragukan lagi wahai saudaraku, kedatangan ujian adalah kebaikan bagi seorang mukmin, daripada dia harus menimbun hukuman bagi dirinya di negri akhirat. Bagaimana tidak ? ujian itu dapat mengangkat derajat dan menghapus dosa-dosanya, Rasulullah Saw. Bersabda, “Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hambanya, maka dia akan menyegerakan hukuman baginya didunia. Jika Allah menghendaki keburukan bagi seorang hambanya maka dia akan menahan hukuman atas dosanya sehingga Dia dapat menunaikannya pada hari kiamat.” 



PARA ulama menjelaskan, orang yang ditahan hukumannya adalah orang munafik. Allah menahan hukumannya di dunia supaya Dia dapat menunaikan hukuman atas seluruh dosa yang dilakukannya di hari kiamat.

Saudaraku,

Diriwayatkan dari Umar r.a bahwasannya dia banyak bersyukur atas ujian yang menimpanya dan ketika dia ditanya tentang hal tersebut dia menjawab, “ Tidaklah aku ditimpa suatu ujian kecuali Allah telah memberikan kepadaku didalam ujian tersebut empat kenikmatan : Sesungguhnya ujian itu tidak terjadi pada agamaku, ujian yang aku dapatkan tidak lebih besar dari ujian itu, aku tetap bisa bersikap ridha dan sabar, dan aku berharap pahala atas ujian tersebut.”

Saudaraku,

Urwah Ibn Zubair rahimahullah terkena penyakit di kakinya, dan para dokter memvonis untuk mengamputasinya. Dia hanya mengatakan, “ Ya Allah, segala puji hanya milik-Mu. Jika Engkau mengambil sesuatu pasti Engkau telah menyisakan yang lainnya, dan jika memberikan ujian pasti Engkau telah mengampuni dosa.”


Saudaraku,

Keesokan harinya seekor keledai mendepak putranya yang bernama Muhammad sampai meninggal dunia saat itu juga. Dia merupakan putra kesayangan dan masih belia. Hingga akhirnya kabar itu sampai kepadanya. Namun ia hanya mengatakan seperti perkataan yang pertama. Ketika ditanya tentang hal tersebut ia hanya berkata, “ Sesungguhnya aku memiliki empat anggota badan lalu Allah mengambil satu anggota itu dariku dan menyisakan tiga anggota lainnya untukku. Aku juga memiliki tujuh orang anak, lalu Allah mengambil satu orang anakku dan menyisakan enam anak lainnya untukku. Allah juga sudah mengampuni seluruh dosa yang pernah aku lakukan selama hidupku, Kemudian sekarang dia memberikan ujian kepadaku sebagaimana yang kalian ketahui. Apakah tidak boleh aku memuji Allah atas semua itu?” .

Wahai saudaraku tercinta …
Janganlah Anda lupa untuk mencari pahala dalam sebuah ujian, dan tidak ada jalan untuk mencapainya kecuali dengan kesabaran. 


Sumber : Jangan Berputus Asa Dari Rahmat Allah/Ahmad Abduh ‘Iwadh/Salamadani/2012

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email  dibawah ini  :