" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 17 Oktober 2015

Terbuka Hati Membaca Kisah Ini



Semoga kisah berikut ini bisa membuka hati kita tentang arti kebahagiaan dan kesuksesan yang sebenarnya.


Mari kita baca kisahnya :


Ada dua orang laki-laki bersaudara ,mereka sudah yatim piatu sejak remaja,keduanya bekerja pada sebuah pabrik kecap,mereka hidup rukun , dan sama-sama tekun belajar agama.


Mereka berusaha mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin.


Untuk datang ke tempat pengajian, mereka acap kali harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah Sang Ustadz.


Jaraknya sekitar 10 km dari rumah peninggalan orangtua mereka.


Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rejeki untuk membeli sebuah mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya, bila pergi mengaji.


ALLAH mengabulkannya,jabatannya naik dia menjadi kepercayaan sang direktur.


Dan tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki.


Dia mendapatkan bonus karena omzet perusahaannya naik.


Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, ALLAH mengabulkan nya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik akhlaknya.


Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada ALLAH akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain.


Dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada ALLAH.


Dan ALLAH selalu mengabulkan semua do'anya itu.


Sementara itu, sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya.


Namun karena kakaknya sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, maka sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji ke rumah guru mereka.


Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya.


Dia teringat bahwa adiknya selalu membaca selembar kertas saat dia berdo'a, menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a.


Lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihatiadiknya supaya selalu berdo'a kepada ALLAH dan berupaya untuk membersihkan hatinya : " Dik, sesungguh ketidak mampuan kita menghafal Al-Quran, hadits dan bacaan doa bisa jadi karena hati kita kurang bersih. "


Sang adik mengangguk, hatinya terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkanterima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.


Suatu saat sang adik sakit parah sehingga meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu, tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.


Sang kakak kemudian membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid.


Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-Fatihah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimat di akhir do'anya :" Yaa ALLAH,tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan MU,Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku,Jadikan Kakakku selalu dalam lindungan dan cinta-MU,Bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat. "


Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya.


Dia telah salah menilai adiknya.


Tak dinyana ternyata adiknya tak pernah sekalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya.


Kesuksesan yang kita raih harus kita sadari bahwa itu bukan hanya hasil dari jerih payahdan doa kita sendiri, bisa jadi faktor dari doa orang-orang terdekat dengan kita yang kita sayangi dan kita cintai, mereka adalah orang tua kita, istri kita, anak2 kita, tetangga2 kita, karyawan2 kita dan juga orang2 yang pernah kita tolong.


Kekayaan, kemiskinan, kebaikan, keburukan dan setiap musibah yang menimpa manusia merupakan ujian dari ALLAH Subhanahu Wata'ala yang diberikan kepada hamba-NYA.


Dan itu bukan lah ukuran kemuliaan atau kehinaan seseorang.


Janganlah bangga karena kekayaan dan jangalah putus asa karena kemiskinan.


Sesungguhnya ukuran kesuksesan seseorang adalah bila ia mendapatkan kemuliaan disisi ALLAH Subhanahu Wata'ala.


Dan orang seperti apakah yang akan mendapat kemuliaan disisi ALLAH Subhanahu Wata'ala.?


” Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi ALLAH ialah orang yang paling taqwa diantara kamu ”


(Qs Al-Hujurat 49:13)


Dari Ibnu Umar Radiyallahu anha, Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam : “ Siapakah orang yang paling mulia disisi ALLAH.?


Jawab Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam : “ Yaitu orang yang selalu mengingat mati dan melakukan persiapan untuk itu. Dengan itulah hilangnya kerakusan duniawi ”


(Ibnu Abi Dunya)


“ Manusia yang paling cerdik adalah yang terbanyak mengingat kematian serta yang terbanyak persiapannya untuk menghadapi kematian itu,mereka itulah yang benar2 cerdik, dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat "


(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim)


Dan hal2 apakah yang bisa menghalangi seseorang dari memperoleh kemuliaan ALLAH Subhanahu Wata'ala.?


Tidak lain adalah orang2 yang tertipu oleh dunia (mencintai dunia dan menjadikan dunia sebagai tujuannya).


“ Demi ALLAH, bukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi aku justru khawatir (kalau-kalau) kemegahan dunia yang kalian dapatkan- yaitu sebagaimana yang di berikan kepada orang-orang sebelum kalian–akan membuat kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga kalian binasa, sebagaimana yang dialami oleh orang-orang sebelum kalian.”


(HR.Bukhari)


“ Sesungguhnya diantara yang aku khawatirkan atas kalian sepeninggalku nanti, ialah terbuka lebarnya kemewahan dan keindahan dunia ini kepadamu ”


(HR. Bukhari & Muslim)


Pepatah bijak mengatakan :


" Orang yang paling berbahagia tidak lah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik,melainkan melakukan yang terbaik dengan apa yang kita miliki "


SubhanALLAH,semoga kita bisa mengambil hikmah yang baik dari kisah ini.


Rasulullah Shalallahu'alaihi Wasallam bersabda :


Barang siapa Menunjukkan kepada Kebaikan,maka ia memperoleh Pahala yang sama seperti yang melakukan atau mengamalkan Kebaikan itu.


(HR. Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)


Yuk bagikan artikel ini,semoga menjadi tambahan amal kebaikan bagi kita semua,Aamiin.

Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email  dibawah ini  :