" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 18 Oktober 2015

Retinopati Diabetes, Penyebab Kebutaan Pada Penderita Diabetes



Diabetic retinopathy jadi pemicu paling utama kebutaan di semua dunia dalam grup umur 20-60 th.. Kehilangan produktivitas serta kwalitas hidup pasien dengan retinopati diabetik bakal mengakibatkan penambahan beban sosial-ekonomi orang-orang.

Factor resiko diabetic retinopathy mencakup :
1. Diabetes Melitus
2. Hipertensi
3. Kehamilan
4. Hiperlipidemia
5. Usia tua
6. Etnis Afro-Amerika

Klasifikasi Klinis diabetic retinopathy ialah semacam tersebut :
1. Non-proliferatif Diabetik Retinopati (NPDR)
Lesi di retina pada step ini ada dalam retina serta termasuk juga mikro-aneurisma, pendarahan 'dot blot', kelainan mikrovaskuler intraretinal (IRMA) serta cotton wool spot.

Hadirnya lesi pada beragam derajat memastikan apakah NPDR ialah 'ringan', 'moderat', 'berat' serta 'sangat parah'.

Diabetic retinopathy terdapat di serta di seputar makula digambarkan semacam maculopathy diabetes, yang bisa menyebabkan masalah pandangan yang penting. Seluruhnya pergantian retina disebabkan diabetes disebabkan patologi yang berlangsung pada tingkat mikrovaskuler retina, termasuk juga dilatasi kapiler, rusaknya dinding kapiler serta penutupan kapiler yang mengakibatkan hipoksia serta mikro-infark.


2. Proliferatif Retinopati Diabetik (PDR)

Patologi Micro-vaskular dengan penutupan kapiler di retina mengakibatkan hipoksia jaringan. Hipoksia mengakibatkan pelepasan aspek vaso-proliferasi yang merangsang pembentukan pembuluh darah baru untuk menyajikan oksigenasi tambah baik pada jaringan retina. Pembuluh darah baru yang tumbuh pada retina dikatakan neovascularisasi ditempat lain (NVE) serta pada diskus optik dikatakan neovascularisasi diskus (NVD). Pembuluh darah baru ini bisa pecah serta membuahkan perdarahan ke vitreous.

Skrining untuk Retinopati Diabetik

Diabetic retinopathy tak turunkan pandangan dalam step awal, bila diberikan penyembuhan yang paling efisien. Menghindar kebutaan disebabkan retinopathy tergantung pada deteksi awal penyakit tanpa ada tanda-tanda dengan kontrol fundus. Fundus bisa di check oleh oftalmoskopi, memakai slit lamp, atau mungkin dengan fotografi retina, yang bisa memakai film konvensional atau kamera digital. Sudah dapat dibuktikan bahwa fotografi fundus ialah jalan yang paling akurat untuk skrining retinopathy. Foto-foto sangat mungkin dokter mata untuk mengecek beberapa besar mata amat cepat. Digital fotografi fundus mahal awal mulanya, namun mempunyai ongkos operasional yang amat rendah lantaran tak membutuhkan film, atau meningkatkan gambar. Kwalitas photo digital tak sebaik film konvensional, tetapi cukup mencukupi untuk screening retinopathy.

Penyembuhan
1. Kontrol Diabetes
Seperti dijelaskan pada awal mulanya, kontrol glikemik yang baik dengan cara penting kurangi resiko retinopati diabetes berkembang. Utamanya kontrol yang baik mesti diutamakan.

2. Laser photocoagulation
Timbulnya photocoagulation laser retina sudah dengan cara dramatis merubah pengelolaan retinopati diabetes. Photocoagulation non-retinopati diabetik proliferatif dengan edema makula klinis yang penting dikatakan fotokoagulasi makula, serta fotokoagulasi luas untuk retinopati diabetik proliferatif dikatakan fotokoagulasi pan-retina.

3. Vitrectomy

Vitrectomy diindikasikan untuk perdarahan vitreous - dikerjakan awal untuk penderita diabetes insulin dependent serta sesudah enam bln. pada penderita diabetes non-insulin dependent bila perdarahan tak terang.
4. Manajemen tindak lanjut

Pasien dengan retinopati diabetik, baik di proses atau tak, butuh tindak lanjut periodik. Pasien dengan diabetes maculopathy mesti dilihat 3 hingga 4 bln. sesudah penyembuhan untuk mengecek apakah edema makula sudah mereda. Pasien yang terima PRPC mesti dilihat dalam 3 bln. untuk mengecek regresi atau hadirnya neovaskular.

Pencegahan Kebutaan disebabkan Retinopati Diabetik

Pencegahan kebutaan disebabkan retinopati diabetik membutuhkan keterangan mengenai prevalensi retinopati diabetes pada populasi umum, mengidentifikasi golongan berisiko tinggi diantara penderita diabetes, memakai cara skrining yang efisien ongkos seperti oftalmoskopi atau fotografi fundus. Pusat sarana pemrosesan memerlukan photocoagulator. Penting diingat bahwa pasien diabetes pada populasi spesifik mungkin saja mempunyai masalah pandangan atau kebutaan lantaran pemicu lain, seperti masalah refraksi atau katarak.