" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Minggu, 18 Oktober 2015

Puasa Bagi Penderita Kencing Manis (Diabetes Mellitus)



Untuk umat Islam, datangnya bulan puasa atau Ramadhan umumnya disambut dengan senang. Tetapi untuk beberapa pasien diabetes mellitus atau kencing manis, melaksanakan beribadah puasa terkadang amat menyusahkan. Penyandang kencing manis tetap diijinkan untuk menjalankan beribadah puasa tetapi pastinya harus ditanyakan ke dokter. Lalu, apakah pasien kencing manis atau penyakit gula bisa berpuasa?

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit menahun (kronis) yang berlangsung disebabkan masalah hormon insulin dalam tubuh. Hormon ini berperan untuk mengangkut gula dalam darah (yang umum dikatakan gula darah) ke semua jaringan tubuh, yang memerlukannya selaku sumber tenaga. Apabila konsumsi gula murni (sukrosa) ataupun karbohidrat kompleks, yang dapat dipecah jadi senyawa gula sederhana, selalu berjalan tiap-tiap hari, maka hormon insulin bakal kewalahan mengangkutnya. Mengakibatkan, bakal berlangsung penumpukan gula darah dalam darah.

Bila hal semacam ini terus-terusan berlangsung, maka lama kelamaan ’’sampah gula’’ ini juga bakal jadi toksin yang mencemari kesehatan tubuh dengan cara menyeluruh. Untuk mengecilkan efek negatif itu, kalau mungkin tubuh lalu turut menolong membuangnya. Timbunan gula yang berlebihan itu diserahkan pada ginjal, supaya dibuang ke luar tubuh. Gula buangan itu menumpang keluar berbarengan air kencing (urine), hingga air seni juga jadi rasanya manis. Tentunya, dari sinilah asal muasal kenapa penyakit diabetes mellitus lalu popular dikatakan dengan kencing manis.

Lantaran memiliki kandungan gula, air seni lalu jadi lebih pekat. Walau sebenarnya, ’’persyaratan’’ air kencing yang bisa lolos lewat saluran pembuangan itu sebaiknya yang encer. Selaku usaha untuk mengencerkan air kencing, gula lalu menarik air yang ada dalam jaringan tubuh. Hal inilah yang mendorong pasien DM untuk minum semakin banyak serta seringkali jadi haus. Bila dorongan untuk minum ini tak secepatnya dipenuhi, pasien dapat menderita dehidrasi (kekurangan cairan dalam tubuh). Situasi ini jadikan gula darah semakin pekat apabila dilewatkan dapat membahayakan.

Tak seluruh pasien penyakit kencing manis aman untuk berpuasa. Cuma pasien yang kandungan gula darahnya teratasi serta tak menanggung derita komplikasi penyakit lain yang dibolehkan. Gula darah dikatakan teratasi bila kandungannya ’’dalam uji klinis dinyatakan semacam nilai GTT (glucose tolerance test) ’’ tak kian lebih 180 miligram per 100 mililiter. Dalam keadaan sekian, jumlah gula darah berimbang dengan kekuatan insulin untuk mengangkutnya, hingga tak ada timbunan sampah gula dalam darah.

Diabetasi, diijinkan berpuasa apabila memanglah sangat mungkin menurut beberapa pertimbangan seperti penilaian keadaan fisik, penilaian kontrol metabolik, penyesuaian diet serta penyesuaian tipe obat.

Pasien DM yang diijinkan berpuasa, ialah yang kandungan gula darahnya teratasi yaitu kurang dari 110 mg/dl pada saat berpuasa serta kurang dari 160 mg/dl pada dua jam sesudah berpuasa.

Pasien DM jenis-1 (diabetes lantaran kurangnya produksi insulin) yang stabil atau teratasi dengan rencana makan serta olah raga diijinkan berpuasa. Puasa pula dapat dikerjakan seluruhnya pasien DM jenis-2 (diabetes disebabkan kurang sensitifnya jaringan tubuh pada insulin) dengan berat tubuh lebih dan kontrol yang baik serta pengawasan glukosa darah dengan cara ketat.

Pasien yang memperoleh suntikan insulin satu kali /hari bisa berpuasa sedang pasien yang memperoleh suntikan 2 x satu hari atau lebih disarankan untuk tak berpuasa.

Untuk diabetasi yang aman berpuasa, supaya memonitor kandungan glukosa darah dengan ketat serta belajar mengetahui tanda-tanda hipoglikemia serta dehidrasi dari awal. Jika glukosa darah kurang dari 63 mg/dl baiknya selekasnya berbuka.

Dalam pada itu untuk pasien DM jenis-1 yang tak stabil dan pasien DM jenis-1 serta jenis-2 dengan kontrol jelek, disarankan untuk tak puasa.

Puasa, pula disarankan tak dikerjakan oleh diabetasi yang tak ikuti diet, penggunaan obat serta penyusunan kesibukan. Pula tak baik untuk penyandang DM dengan komplikasi serius, pasien dengan kisah ketoasidosis, pasien yang tengah hamil, pasien yang tengah alami infeksi, umur tua dengan persoalan kesadaran dan yang alami 2 x atau lebih episode hipoglikemia sepanjang Ramadan.

Kandungan gula darah yang teratasi cuma barangkali terwujud bila pasien berdisiplin menggerakkan dietnya serta disiplin berolah raga. Kesiapan untuk berpuasa dapat diupayakan diantaranya dengan tak konsumsi sekalipun gula murni (sukrosa) seperti gula pasir, gula merah, dsb, jauh-jauh hari. Pula makanan atau bahan makanan yang memiliki kandungan gula (sirup, selai, cermat, manisan buah, susu kental manis, soft drink, es cream, cake, dodol, bermacam kue manis, abon, dendeng, sarden, dsb). Konsumsi makanan dari tepung baiknya dikurangi.

Konsumsi karbohidrat, terlebih yang datang dari makanan utama (nasi atu penggantinya) serta pula kalori mesti diganti sesuai sama dengan kesanggupan tubuh untuk memakainya. Hal semacam ini amat bergantung pada usia pasien, tipe kelamin, berat tubuh serta tinggi tubuh, kesibukan fisik, dan kelainan metabolik. Cuma dokter ataupun pakar gizi yang dapat membuat diet yang paling jitu untuk tiap-tiap pasien. Jauhi mengambil pola diet orang lain, sekalipun Anda serta dia mempunyai keadaan fisik, berat tubuh serta tinggi yang sama, umpamanya.

Perbanyak konsumsi bahan makanan yang kaya serat, baik serat yang berbentuk larut dalam air ataupun tak. Serat dapat didapat dari buah apel yang banyak memiliki kandungan pektin, bermacam kacang-kacangan (terkecuali kacang tanah, lantaran banyak memiliki kandungan lemak), sayuran fresh yang dimasak mudah ataupun yang disantap mentah semacam lalapan. Waktu berpuasa saluran pencernaan sekalipun tak terima konsumsi makanan serta minuman sepanjang lebih kurang 14 jam (di Indonesia) serta hal semacam itu mengakibatkan terjadinya berbagai pergantian fisiologis.

Puasa mengakibatkan penurunan kandungan glukosa darah namun tak dengan cara mencolok. Glukosa darah dipertahankan sejumlah 60-126 mg/dl lewat mekanisme kerja hormon insulin serta kontra regulator insulin. Puasa pula adalah satu stres untuk tubuh lantaran berlangsung penambahan hormon kontra insulin. Hal inilah yang mengakibatkan sistem glikogenesis serta glukoneogenesis pada pasien DM jadi tidak teratasi serta condong lebih cepat hingga mengakibatkan ketoasidosis serta dehidrasi.

Karenanya untuk yang memanglah hendak berpuasa supaya pada saat sahur dikerjakan mendekati imsak serta makanan di sajikan dengan lebih menarik, supaya jumlah yang dikonsumsi cukup serta konsumsi kalorinya lebih kurang sama juga dengan keperluan kalori tiap hari. Baiknya pasien DM konsumsi makanan yang fresh serta bergizi dengan cara bertahap yaitu 50% waktu berbuka puasa, 10% sesudah shalat taraweh serta 40% saat sahur. Konsumsi cairan sesuai dengan keperluan normal, seputar delapan gelas /hari. Baiknya membatasi makanan manis serta makanan yang digoreng dan menentukan untuk konsumsi karbohidrat kompleks saat makan sahur.