" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 22 Oktober 2015

Perawatan Luka (Ulkus) Diabetes



Perawatan yang benar pada luka (ulkus) diabetes dapat meredam resiko infeksi serta kemungkinan aksi amputasi. Bahkan juga, dapat melakukan perbaikan kwalitas hidup serta menghindar potensi kambuh.

Kandungan gula darah yang tinggi serta tak termonitor pada penderita diabetes punya potensi mengakibatkan kerusakan pembuluh darah arteri serta perifer (angiopathy). Keadaan ini menyebabkan menyusutnya konsumsi oksigen serta nutrisi yang dapat menyebabkan resiko kematian jaringan (nekrosis). Keadaan ini pula menyebabkan rusaknya pada saraf (neuropathy), hingga menyebabkan menyusutnya sensitifitas pada nyeri. Itu penyebab, kerapkali munculnya luka pada penderita DM, baru diakui sesudah luka keluarkan cairan/nanah, berbau serta terlanjur infeksi. Berbagai pemicu yang lain ialah trauma, deformitaskaki, serta tekanan tinggi pada telapak kaki.

Repotnya, masalah nyatanya tak berhenti hingga disitu. Maklum, luka diabetes kerapkali susah sembuh. Tetapi, hal semacam itu umumnya berlangsung lantaran terbatasnya pengetahuan penderita ataupun keluarga dalam menjaga luka. Di segi lain, rasa malas penderita untuk pergi berobat kerapkali beresiko pada luka sebagai makin kronis. Alhasil, penderita baru pergi berobat saat keadaan luka telah terlampau kronis, bahkan juga membutuhkan aksi amputasi. Semacam aksi “life saving” lantaran membawa resiko kematian, disebabkan infeksi yang tak bisa dikendalikan.

Pasti, diperlukan perhatian spesial untukpencegahan infeksi pada penderita DM. Lantaran, kecuali alami penurunan system imunitas, kulit penderita diabetes biasanya lebih berpori (porous). Hal semacam ini bakal memudahkan bakteri atau jamur masuk ke pori-pori, serta menyebabkan infeksi yang cepat meluas. Itu penyebab, perawatan teratur pada ulkus (tukak) serta monitoring (deteksi awal) pada kemungkinan terjadinya infeksi adalah poin utama pada luka diabetes. Perlakuan ini ditujukan untuk melakukan perbaikan manfaat (jaringan yang rusak) serta kwalitas hidup penderita DM, dan menghindar kemungkinan kambuh sesudah luka pulih. Memanglah, ada yang mempunyai kesempatan untuk pulih dengan cara keseluruhan serta ada yang tak. Tetapi, sekurang-kurangnya dapat menghimpit resiko infeksi serta hindari aksi amputasi.

Antisipasi Penangan Luka Diabetes
Perawatan pada luka diabetes tak cukup cuma terlalu fokus pada pengobatan lukanya saja, namun mesti dikerjakan secara detail (holistik) mencakup :
Kontrol Systemik
Mengkonsumsi obat anti diabetes atau injeksi insulin sesuai sama keadaan/kandungan gula darah pasien. Penyakit penyerta yang lain (hipertensi, hiperlipidemia, jantung koroner, obesitas, serta yang lain) pula mesti diakukan dengan cara simultan.

Kontrol Infeksi
Untuk kurangi jumlah bakteri pada luka, perawatan luka dengan dressing antimikroba serta therapy antibiotik systemik yang idealnya berdasar pada hasil kultur bakteri.

Konsumsi Nutrisi
Pasien mesti melakukan diet yang sesuai sama keadaan penyakitnya. Baiknya pasien mesti lakukan konsultasi dengan pakar gizi untuk memastikan tipe serta jumlah konsumsi nutrisi yang jitu.

Pengurangan Tekanan
Ada beragam alat bantu yang berperan untuk kurangi tekanan pada ruang kulit serta luka, seperti sepatu spesial pasien diabetes/sepatu orthopedik.

Disiplin
Pasien mesti tahu bahwa penyakit yang terkena bakal amat memengaruhi kwalitas hidup. Yakinkan pasien tahu apa
yang perlu dikerjakan untuk menghindar terjadinya luka dengan semua komplikasi nya. Mesti disiplin dalam lakukan
kontrol dengan cara mandiri serta check-up (kontrol teratur) dengan cara berkala ke dokter.