" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 19 Oktober 2015

Olahraga Yang Tepat Untuk Penderita Diabetes



Kecuali mencermati pola makan tiap hari, penderita diabetes atau kencing manis mesti melakukan latihan fisik. Pada prinsipnya olahraga untuk penderita diabetes atau kencing manis tak tidak sama dengan yang untuk orang sehat. Pula pada penderita baru maupun lama. Olahraga itu terlebih untuk membakar kalori tubuh, hingga glukosa darah dapat terpakai untuk tenaga, karena kandungan gulanya dapat turun.

Cuma dengan latihan olahraga mereka mampu hidup seperti beberapa orang sehat tidak dengan obat. Sebaiknya mengobati dengan cara alamiah, itu prinsip yang patut dicontoh. Bila dengan latihan, gula darahnya dapat turun, kenapa mesti dengan obat. Obat baru diberikan bila penurunannya alot hingga di kuatirkan timbul komplikasi beberapa macam penyakit.

Pengalaman memperlihatkan, beberapa orang yang tak bergantung insulin, dapat turun kandungan gulanya cuma dengan exercise (latihan olahraga). Juga, saat menghadiri pesta, penderita diabetes dapat makan banyak. Namun, besoknya dia mesti lari untuk membakar kalori yang sudah masuk. Penderita diabetes yang sudah lama di kuatirkan dapat menderita arterosklerosis (penyempitan pembuluh darah). Tetapi, dengan olahraga timbunan kolesterol di pembuluh darah bakal menyusut, hingga resiko terkena penyakit jantung pun terjadi penurunan.

Ada baiknya tipe olahraga untuk penderita diabetes atau kencing manis diambil yang mempunyai nilai aerobik tinggi, jenis jalan cepat, lari (joging), senam aerobik, renang, serta bersepeda. Tipe olahraga yang lain, tenis, tenis meja, juga sepakbola, juga bisa dikerjakan asal dengan perhatian ekstra.

FID (frekuensi, intensitas, serta durasi) olahraga untuk penderita diabetes pada prinsipnya tak tidak sama dengan yang diaplikasikan untuk orang sehat. Frekuensi berolah raga ialah 3 – 5 kali satu minggu. Sebaiknya, diambil saat yang pas lantaran panas matahari dapat membakar kalori semakin banyak. Ini beresiko lantaran dapat mengakibatkan hipoglikemia, kekurangan gula darah.

Hanya, penderita yang memakai suntikan insulin mesti hati-hati. Mesti dicermati saat puncak kerja insulin yang disuntikkan. Jangan hingga saat puncak insulin bekerja, penderita olahraga. Waktu itu kandungan gula darah bakal banyak turun. Bila ditambah latihan, dapat lebih turun lagi, dapat terkena hipoglikemia.

Jadi, insulin yang dipakai mesti di ketahui dahulu kerjanya, short acting atau long acting. Umumnya, menurut keadaan penderita, dokter memastikan tipe insulin yang didapatkan. Nah, jadwal olahraganya sesuai dengan kerja insulin itu. Intensitasnya berkisar 60 – 75% DSM (denyut nadi optimal, yang perhitungannya 220 – usia dalam th.). Durasinya kurang lebih 60 menit setiap saat olahraga pada zone latihan. Untuk penderita diabetes atau kencing manis yang berbadan gemuk, durasinya dapat ditambah, contoh 90 menit. Dengan menambahkan lama latihan, tak hanya gula darah yang menyusut, lemak tubuh juga turut dibakar.

Latihan beban pula disarankan untuk penderita diabetes. Di samping merawat kandungan gula darah, penderita pun merawat massa ototnya supaya ototnya terus kokoh, hingga dapat terus berproduksi seperti yang lain.

Spesial yang telah amat kronis, umpamanya saraf kakinya telah terganggu, diambil olahraga yang mudah serta tak terlampau banyak dan keras benturannya. Umpamanya bersepeda. Itu juga mesti hati-hati, terlebih bila telah hingga berlangsung retinopati diabetik (masalah retina mata), lantaran kemungkinan terjadinya perdarahan amat besar. Apabila penyakitnya lebih kronis, umpamanya dengan kandungan gula diatas 400 yang tidak memungkinkannya bergerak aktif, penanganannya lebih diserahkan pada dokter penyakit dalam. Pilihannya memanglah sedikit susah. Kita mesti bekerja dengan cara interdisiplin. Jadi, yang dapat olahraga cuma mereka yang benar-benar tetap aktif, tiada terbatasnya pada musculuskeletal, tiada atritis, serta terbatasnya yang lain.

Sedang penderita diabetes berbadan gemuk, tipe olahraganya digabungkan dengan latihan untuk obesitas. Biasanya, lamanya tak satu jam, tetapi dua jam umpamanya. Tujuannya, agar pembakarannya semakin banyak, gula darahnya turun, serta lemak tubuhnya menyusut. Bila dia benar-benar menuruti ketentuan, seluruhnya tak persoalan.

Dalam melakukan olahraga, ada berbagai hal yang butuh dicermati. Kandungan gula darah penderita waktu melakukan olahraga mesti ada pada kisaran 100 – 300 mg/dl. Lebih dari 300 mg/dl di kuatirkan berlangsung ketosis (keunggulan keton dalam jaringan), umpamanya. Penderita dengan kandungan gula yang terlampau rendah pula dilarang melakukan latihan. Sesaat bila kandungan gulanya telah normal lalu melakukan olahraga, ditakutkan bahkan berlangsung hipoglikemia. Agar aman, penderita mesti olahraga berbarengan orang lain. Bila ada apa-apa, ada yang dapat menolong.

Penderita diabetes atau kencing manis baiknya pula berbekal sedikit makanan atau minuman yang manis-manis. Bisa roti manis, permen, teh manis. Kalau kepala telah mulai melayang, segera saja makan atau minum bekal itu seperlunya. Pula apabila keringat dingin telah mulai keluar. Kepala melayang serta keringat dingin itu menandakan gula darahnya telah turun berlebihan.

Pada penderita diabetes, bila umumnya gula dapat menyebabkan hiperglikemia serta ini dapat bikin keracunan. Namun ini dampaknya lama. Yang cepat pengaruhnya serta dapat menyebabkan kematian malah hipoglikemia.

Mereka yang menentukan tipe olahraga yang membutuhkan saat lama, jenis tenis lapangan atau sepakbola, baiknya tiap-tiap 30 menit konsumsi glukosa (makanan atau minuman manis). Dengan jalan itu kandungan gula darahnya dapat dijaga supaya tak terlampau turun. Yang butuh dicermati juga waktu olahraga ialah cuaca. Pada cuaca amat panas, penyerapan insulin sangat banyak. Bermakna gula darah lebih terserap lagi.

Melindungi kebersihan serta kesehatan kaki pula utama dalam olahraga. Saat tengah joging atau jalan, kaki bakal bergesekan dengan sepatu. Karenanya, kaus kaki yang dikenakan mesti bersih. Sepatu juga mesti yang lunak sisi dalamnya untuk hindari lecet. Gunakanlah sepatu sesuai sama pemakaiannya.

Dengan rajin olahraga ditambah mengatur menu makanan dan mengontrol kandungan gula darah dengan cara teratur, komplikasi disebabkan diabetes bisa dihindari.