" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 19 Oktober 2015

Mengenal Ragam Retinopati Diabetika



Seperti penyakit lain, retinopati diabetika tidak segera jadi jelek serta mengakibatkan kebutaan. Pada fase awal, retinopati diabetika menyebabkan kebocoran cairan serta darah pada pembuluh darah kecil retina hingga mengakibatkan pembengkakan atau penebalan di bagian makula (pusat retina yang berperan memperhatikan object dengan tajam). Tipe retinopati diabetika itu di kenal selaku retinopati latar belakang atau NPDR (non-proliferative diabetic retinopathy), tipe yang lebih ringan.

Ini ialah pemicu paling umum menyusutnya penglihatan lantaran diabetes. Hilangnya penglihatan dapat ringan atau kronis, namun dalam masalah terburuk penglihatan periperal tetap bisa berperan. Kecuali itu, NPDR pula sangat mungkin bagi pembuluh darah kecil tutup. Saat hal semacam itu berlangsung, penglihatan jadi rabun lantaran makula tak memperoleh masukan darah yang cukup untuk bekerja dengan prima.

Tipe lain yang lebih beresiko ialah PDR (proliferative diabetic retinopathy). Pada tipe ini, berlangsung perkembangan pembuluh darah baru abnormal pada permukaan retina serta saraf optik selaku tanggapan retina untuk menyuplai darah ke daerah yang pembuluh darah aslinya telah tutup. Pembuluh darah baru itu bisa menarik retina hingga lepas dari dinding bola mata hingga mengalami kebutaan.

Lantaran pembuluh darah baru itu rapuh, pula bakal gampang terjadi kebocoran hingga darah masuk ke dalam vitreous, zat seperti gel bening yang memenuhi pusat mata. Situasi itu dikatakan vitreous hemmorhage. Bila vitreous hemmorhage yang berlangsung tak besar, maka bakal tampak floater pada pandangan. Namun bila besar, maka bisa menutupi semua penglihatan. Mata perlu tempo harian, bulanan atau juga tahunan untuk menyerap kembali darah pada vitreous, bergantung pada banyak darah yang ada. Saat telah tidak ada darah yang menutupi, maka penglihatan bakal kembali seperti semula, terkecuali apabila makula sudah rusak.

Kadang-kadang, penutupan yang terlalu berlebih pada pembuluh darah retina bisa mengakibatkan kemunculan pembuluh darah abnormal baru pada iris yaitu bagian yang memiliki warna pada mata serta menghambat keluarnya cairan dari mata. Akhirnya, tekanan pada bola mata bakal meningkat, mengakibatkan glaukoma, penyakit mata beresiko yang bisa mengakibatkan rusaknya pada optik mata.