" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 19 Oktober 2015

Kaitan Antara Diabetes, Impotensi Dan Penyakit Jantung



Diabetes dapat menyebakan impotensi. Keadaan kesehatan itu, sebenarnya menandakan hadirnya penyakit serius. Seumpama penyakit jantung. Tetapi, umumnya pria tidak menyadarinya. Selama ini diabetes bisa mengakibatkan disfungsi ereksi (DE) dengan kata lain impotensi. Keadaan kesehatan itu bila diacuhkan bisa mendatangkan keadaan penyakit yang lebih serius.

Umumnya pria tidak mengerti itu semacam tandanya peringatan resiko terkena penyakit jantung. Selama ini, penderita diabetes amat berisiko mengeras pembuluh darahnya (aterosklerosis). Dasarnya, penumpukan plak pada pembuluh darah pemasok oksigen serta nutrisi ke jantung. Plak itu membatasi atau menghalangi darah mengalir ke sekujur tubuh, termasuk juga penis, alat vitalitas pria. Ujungnya, dapat menyebabkan pria lenyap kejantannya, dengan kata lain impotensi.

90 % masalah impotensi pada saat lantas dikarenakan aspek psikologis serta 10 % aspek fisik. Tetapi kenyataan saat ini malah demikian sebaliknya, keluhan itu semakin banyak lantaran aspek fisik daripada psikologis. Data pendukung tunjukkan, nyaris 80 % pria diabetes di semua dunia berisiko tinggi impotensi. Lain, dibanding dengan nyaris 25 % pria non-diabetes.

Seperti di ketahui, impotensi umumnya berlangsung pada lelaki berumur diatas umur 65 thn. Tetapi, condong berlangsung rata-rata 10 hingga 15 thn lebih awal pada pria pengidap diabetes. Terdaftar, 300 juta pria idap diabetes di semua dunia, berumur pada 40 sampai 70 thn.

Penderita diabetes dihimbau tidak beli produk suplemen, seperti obat kuat manfaat optimalitas 'ML' serta sejenisnya. Pasalnya beberapa besar buatan tidak ditata tubuh pengawas obat serta makanan (Food and Drug Administration/FDA) di AS.

Pasien seharus berkonsultasi dengan pakar urologi, supaya dapat diatasi lewat therapy jitu serta aman. Dokter memperhatikan ada tidaknya kisah medis pasien, keadaan darahnya untuk mengecek masalah yang ada. Seumpama diabetes atau rendah tidaknya testosteron.