" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Jumat, 23 Oktober 2015

Jaga Kestabilan Gula Darah Selama Puasa

I REALLY LIKE THIS LINK



Puasa merupakan kegiatan menahan lapar dan haus selama sehari penuh dari sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Kegiatan yang dilakukan selama sebulan penuh di bulan Ramadan ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi tubuh seperti misalnya memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan selama sehari. Jadwal waktu makan anda juga menjadi lebih teratur. Namun, anda perlu waspada dengan meningkatnya gula darah akibat kegiatan berpuasa selama bulan Ramadan. Kebiasaan saat Ramadan yang selalu makan makanan manis ketika berbuka puasa membuat orang menjadi memiliki kebiasaan baru yaitu mengkonsumsi lebih banyak gula di saat puasa. Hal inilah yang mampu memicu naiknya konsentrasi gula darah dari seseorang. Untuk membantu anda menjaga kestabilan gula darah selama berpuasa, anda bisa melakukan kegiatan berikut ini.

Memilih makanan yang memiliki kadar gula rendah

Hal yang paling penting ketika melaksanakan ibadah puasa saat Ramadan adalah dengan memilih makanan yang akan dikonsumsi ketika berbuka dan sahur. Untuk menjaga kadar gula darah seseorang tetap normal, seseorang tersebut haruslah mengkonsumsi makanan yang memiliki kadar gula darah yang rendah. Makanan yang memiliki kadar gula yang rendah antara lain adalah ubi, sereal dari gandum utuh, nasi beras merah, buah-buahan contohnya jeruk, semangka, apel, pir, kiwi dan salak, serta berbagai sayuran hijau seperti kangkung, poh-pohan, bayam, daun singkong serta mentimun.

Mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi

Manusia membutuhkan konsumsi bahan makanan dengan proporsi 40% energi yang digunakan pada waktu sahur, 10% hingga 20% energi yang dibutuhkan pada waktu buka puasa serta 40% energi dibutuhkan untuk dikonsumsi setelah anda melaksanakan tarawih. Langsung menyantap berbagai makanan dalam jumlah yang banyak ketika berbuka akan mengakibatkan akibat yang kurang baik bagi penderita diabetes. Jumlah yang sehat untuk dikonsumsi adalah sedikit makanan ketika anda berbuka puasa, kemudian dilanjutkan dengan makanan yang lebih banyak pada saat setelah melakukan tarawih. Hal ini dapat membantu anda untuk mencegah timbulnya asupan gula darah yang dalam porsi yang terlalu bervariasi.

Waktu makan

Hal yang penting dalam menjaga ketahanan tubuh adalah dengan menjaga kedisiplinan saat mengkonsumsi makanan. Hal tersebut penting terutama dalam menjaga ketahanan tubuh anda dari kondisi kadar gula darah yang sangat rendah atau juga disebut dengan hipoglikemi maupun kondisi tubuh memiliki kadar gula darah yang tinggi atau disebut pula dengan hiperglikemi. Contoh baik sebagai jadwal makan ketika kegiatan puasa Ramadan adalah dengan makan sahur pada waktu sudah dekat dengan waktu imsak, kemudian ketika berbuka puasa, segerakan buka puasa dengan makanan yang manis dan ringan seperti buah kurma yang segar, pisang maupun minuman manis lainnya dengan kadar gula sedikit.

Kunjungi website kami klik tautan - link di bawah ini :



Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!


Rasulallah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:



لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.


"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."



Lathaiful Ma'arif, hlm. 19




 
 
Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :