" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Sabtu, 17 Oktober 2015

Ingin Membuat Buku Digital dan Online



Ingin Membuat Buku Digital dan Online
Thu, 20 March 2008 02:04 - | Dibaca 2.102 kali | Bidang umum
Pak Ustadz yang semoga dimuliakan alloh swt
Saya tertarik dengan satu jawaban dari ustad tentang buku digital online. mengingat sampai saat ini belum ada situs yang memuat tentang kumpulan buku-buku Islam yang bisa didownload secara gratis.
Saya bersama teman-teman yang lain berniat untuk membuat situs tersebut, tapi apabila kita membuku digitalkan buku yang ada dipasaran, apakah tidak bertentangan dengan aspek legalitas, apakah pak ustadz bisa memberi informasi nama-nama penulis yang sekiranya bersedia untuk menulis artikel di internet.
Maaf kalo kata2nya beribet, maklum gak biasa menulis. mungkin pak ustad bisa memberi arahan untuk pembuatan situs tersebut
Harap jawabannya di kirim ke alamat email saya saja

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Apa yang antum cita-citakan dengan teman-teman itu adalah ide yang sangat baik. Rasanya kita wajib bersinergi, sebab kalau kita jalan sendiri-sendiri, bebannya akan sangat berat. Cobalah cari waktu agar kita bisa membahas cita-cita mulia ini dalam satu kesempatan.

Tapi sejak awal mari kita satukan visinya, yaitu kita ingin memberikan persembahan situs wakaf yang isinya buku-buku Islam berbahasa Indonesia, semata-mata amal lillahi ta'ala, bukan bisnis apalag jualan buku.

Pembajakan dan Lisensi
Benar apa yang antum sampaikan, memang itulah salah satu kendala penyebaran ilmu di negeri kita. Ada buku yang sedikit laku, sudah dibajak. Penerbitnya marah-marah karena bukunya dibajak.
Tapianehnya, ketika para penerbit buku Islam itu menerjemakan buku dari bahasa Arab, umumnya meeka juga tidak mendapat lisensi atau izin tertulis dari penerbit aslinya yang ada di negeri Arab sana. Artinya, kalau kita lihat secara adil, sebenarnya buku terjemahan itu pada hakikatnya 'bajakan' juga.
Boleh dibilang nyaris hampirsemua penerbitbuku Islam terjemahan, sebenarnya telah membajak buku aslinya dan diterjemahkan begitu saja. Kami tidak perlu menyebutkan nama penerbitnya, karenahampir semua penerbit itu melakukannya, setidaknya sebelum akhirnya mereka sadar pentingnya lisensi.
Informasi ini kami terima darisebuah institusi yang dipercaya secara resmi oleh penerbit di negeri Arab sana untuk mengurus lisensi, khusus untuk penerjemahan buku dari penerbit di negeri Arab ke di Indonesia.
Salah seorang direksinya menyebutkan bahwa ternyata buku-buku Islam terjemahan selama inimemang tidak pernah diurus lisensinya. Dari ratusan atau bahkan mungkin ribuan malah sudah judul buku sejak zaman bahuela, yang sudah mengurus lisensinya paling hanya puluhan saja. Selebihnya, beliau hanya bilang wallahu 'alam.
Dahulu mungkin alasannya ketidak-tahuan, selain pertimbangan dakwah yang masih baru merayap di negeri ini. Tetapi sekarang ini bisnis buku keIslaman sudah sangat menjanjikan. Di mana hasil dari penerbitan buku terjemahan dari bahasa Arab itu telah membuat sekian banyak pihak menjadi kaya raya. Sekian bayak penerbit itu telah menjadi perusahaan besar dengan asset kekayaan yang tidak boleh dibilang sedikit.
Seharusnya, buku-buku itu diurus lisensinya langsung kepada penerbit aslinya di negeri Arab sana. Dan perlu diingat bahwa para ulama dan ustadz di negeri Arab itu umumnya bukanlah orang yang memegang lisensi itu. Lisensi itu ada di pihak penerbit.
Jadi bila ada penerbit di negeri ini yang sekedar bertemu dengan para penulisnya secara langsung dalam berbagai kesempatan, lalu minta izin untuk menterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia, tidak bisadianggap sudah mendapat lisensi. Sebab secara hukum, lisensi itu ada di tangan managemen penerbit, dan harus dalam bentuk tertulis, bukan lisan.
Wakaf Buku Digital Berbahasa Indonesia
Insya Allah cita-cita kami ke depan adalah menghadirkan sebuah situs yang berisi buku-buku Islam, baik terjemahan atau pun asli ditulis oleh penulis dalam negeri, namun tidak dijual untuk bisnis. Buku-buku itu akan dibagikan secara waqaf dalam bentuk digital, di mana orang-orang sedunia dapat mendownloadnya dari situs itu secara free alias gratis. Berapa pun tebalnya buku itu. Dan berbahasa Indonesia, sebab yang berbahasa Arab sudah ada.
Lalu bagaimana dengan urusan hak cipta dan lisensi?
Ada beberapa sumber buku yang masih direncanakan dan insya Allah masih akan kita godog lebih matang lagi. Tentunya dengan bantuan dana wakaf yang sudahmulai disetorkan dari para pembaca.
Pertama, kita membeli hak cipta langsung penulisnya.
Banyak para ulama dan ustadz di negeri kita yang berpotensi untuk menjadi penulis buku. Sayangnya, tidak semua penerbit mau begitu saja menerbitkan tulisan mereka. Pertimbangannya sudah pasti bisnis. Sebab untuk mencetak buku, belum apa-apa sudah terbayang modal yang mungkin akan berjumlah ratusan juta.
Mereka pasti akan memperhitungkanbiaya percetakan, juga biaya promosi seperti iklan atau bedah buku. Lalu juga harus adakompoendistribusi, fee untuk distributor dan toko.
Dengan meninggalkan semua komponen itu dan hanya memberikan honor kepada para penulis, buku-buku yang sangat berharga karya para ulama dan ustadz itu bisa dengan murah tercipta. Lalu diposting di situs wakaf buku itu dan klik....semua orang bisa mengambil manfaatnya.
Tentu saja pahala buat yang mewaqafkan hartanya akan terus mengalir terus. Dan inilah tujuan utama dari cita-cita yang ingin segera kami jalankan.
Kedua, membiayai penerjemahan
Selain buku asli karya ulama dan ustadz dalam negeri, tentunya buku-buku karya ulama di negeri Arab tidak boleh dilupakan. Karena boleh dibilang bahwa dari sana lah ilmu-ilmu keIslaman bersumber.
Untuk itu kami akan berupaya juga untuk membiayai penerjemahan kitab-kitab berbahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Maka komponen pembiayaan pun bisa ditekan serendah mungkin. Cukup biaya untuk honor para penerjemahnya saja. Sedangkan komponen lain bisa dipangkas.
Dan biaya honor itu bisa didapat dari wakaf para muhsinin yang sangat mendambakan pahala dari Allah SWT atas manfaat dari buku itu. Beberapa saudara kita yang ingin berwakaf sudah berkali-kali menanyakan kapan mereka bisa mengirim dananya. Anda mau ikutan juga? Monggo tafaddhal.
Lalu bagaimana dengan lisensinya?
Teman kami yang menjadi direksi di institusi yang mengurus lisensi mengatakan, pasti akan lain ceritanya kalau buku yang diterjemahkan itu memang untuk waqaf. Insya Allah beliau bisa membantu mengurusnya agar lisensi itu bisa didapat dengan tanpa biaya. Asalkan kita menunjukkan itikad baik, yaitu untuk menyebarkan ilmu agama lewat buku wakaf online.
Setidaknya, nilai lisensinya tidak akan semahal kalau untuk bisnis murni, begitu tuturnya.
Nah, satu jalan lagi sudah terbuka. Memang enak juga sih kalau niat kita dakwah, bukan bisnis semata. Ada saja orang atau pihak-pihak yang siap membantu dakwah lewat ilmu.
Ketiga, menampilkan cetakan lama
Di masa lalu pernah terbit berbagai buku agama yang sangat penting. Namun sekarang ini sudah tidak lagi kita temukan di toko buku Islam. Sayang sekali, kenapa pula tidak ditambah lagi manfaat buku itu dengan ditampilkan dalam bentuk digital dan bebas diunduh lewat situs kita?
Kalau dahulu penerbitnya sudah untung dengan hasil buku itu, sekarang ini tidak ada salahnya kalau kita tawarkan dari sisi yang lain, yaitu untuk mewakafkan isi bukunya agar bisa bermanfaat buat orang banyak.
Apalagi kalau buku mereka itu hanya terjemahan yang tidak diurus lisensinya. Artinya, buku itu kan agak berbau 'sepanyol', alias separuh nyolong. Maka agar jadi berkah, kenapa pula tidak diwakafkan saja?
Keempat, mengajak penerbit untuk beramal
Sengaja kami tempatkan alternatif ini para urutan terakhir, karena terkait dengan probabilitasnya yang teramat kecil. Kemungkinan para pengusaha penerbitan mau diajak beramal dan mewakafkan bukunya versi digital sangat kecil, bahkan kami nyaris sudah tidak punya harapan.
Sebab sangat tegas dalambayangan kami bahwapara penerbit buku itu akan mempertanyakan begini, "Kalaubuku kami diterbitkan secara digital, nanti kalau dibajak bagaimana?"
Itu pertanyaan pertama yang pasti mereka sampaikan sejak awal. Karena cara berpikir mereka yang masih saja seperti itu. Dan itu wajar saja, sebab ternyata di antara para ikhwah lainnya jugatidak sedikit yang alur berpikirnya sama.
Namun sudah ada satu penerbit yang sejak awal sudah menyatakan komitmen. Beliaubilang, "Jangan miris dulu ustadz, saya justru senang kalau file pdf buku terbitan kami bisa diposting di internet. Saya malah bahagia kalau file itubisadiunduh secara gratis oleh siapa saja."
Lho kok, kok aneh, bagaimana bisadiuntungkan?
Beliaumenjawab lagi, "Ya, justru sayaakan sangat diuntungkan, karena saya akan mendapat iklan gratis. Bukankah hampir semua perusahaan software juga memposting secara gratis produk-produknya di internet?"
"Tapi perusahaan itu tetap eksis. Sebab dengan diposting di internet, semua orang sedunia akan tahu adanya software itu. Dan bisa mengunduhnya bahkan mencobanya. Lalu nilai bisnisnya ada padabeberapa vasilitas yangperlu nomor lisensi."
Wah, ini dia yang kami harapkan. Adanya kesadaran daripenerbit yang berwawasan luas dan maju. Berpikirnya bukan hanya seperti katak di bawah tempurung. Semakin bukunya dibajak, beliau malah semakin bahagia. Bukan sekedar urusan pahala, tetapi justru secara bisnis malah semakin menguntungkan.
Kami tinggal memperpanjang doa, semoga Allah SWT juga memberi hidayah kepada teman-teman lainnya yang jugapenerbit, yaitu agar dibukakan kepalanya untuk bisa menerima wawasan yang maju. Amien.
Tapi intinya, tujuan berdirinya situs wakaf buku ini amat mulia, yaitu ingin mempersembahkan rumah ilmu kepada umat Islam yang berbahasa Indonesia. Di dalam rumah ilmu itu, mereka bisa menimba ilmu secara gratis, bahkan tanpa perlu datang dari tempat yang jauh. Sebuah rumah yang isinya ilmu-ilmu keIslaman.
Kalau kita terjemahkan ke dalam bahasa Arab, sebutannya adalahDaarul-Uluum.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc