" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Senin, 19 Oktober 2015

Hati-hati, Kurang Tidur Berisiko Diabetes!



Meskipun Anda telah kurangi konsumsi gula ataupun makanan yang manis, namun tetap ada aspek x lain yang memengaruhi keadaan gula darah Anda.
Deadline pekerjaan memanglah tiada habisnya, hingga dorongan untuk bekerja lembur serta tidur sampai larut malam demikian besar, keperluan tidur ingin tak ingin diabaikan. Tetapi dapat di pastikan bahwasanya rutinitas tidur yang tak teratur dapat menyebabkan resiko penyakit diabetes millitus. Jadi kurang tidur berisiko diabetes.

Riset yang dikerjakan oleh Orfeu Buxton di Boston’s Brigham serta Women’s Hospital menunjukkan bahwasanya orang yang tidur kurang dari lima jam saat malam hari dapat berisiko terkena diabetes jenis-2, yang menyerang dalam periode waktu yang lama. Demikian pula dengan jenis kerja dengan cara shift rawan pada diabetes.

Hasil penelitian lain menunjukkan bahwasanya pola tidur punya pengaruh pada kandungan gula darah, hormon yang mengontrol nafsu makan, juga persepsi otak bakal makanan berkalori tinggi. Riset yang dimuat dalam jurnal The Annals of Internal Medicine memberikan kurang tidur dapat kurangi kekuatan sel lemak untuk merespon insulin, hormon yang mengatur metabolisme serta bertindak besar pada diabetes.

Saat malam hari, hormon melatonin serta serotonin bekerja aktif untuk bikin tubuh lebih rileks. Waktu tidur, kandungan gula tubuh alami penurunan, lantaran gula dalam tubuh banyak digunakan oleh hati pada sistem detoksifikasi. Kaum periset dari University of Buffalo, New York, lakukan riset tentang efek kurang tidur untuk kesehatan. Riset ini menemukan bahwasanya efek tidur kurang dari 6 jam tiap-tiap malam dapat menyebabkan: 
Kandungan glukosa dalam tubuh tak dapat ditata dengan efektif.
Menambah hormon perangsang nafsu makan sampai 28 %. Itu penyebab kita condong seringkali mengemil atau terasa lapar di dalam malam atau waktu tidur sampai larut malam.
Kurangi toleransi tubuh pada glukosa.
Menambah produksi kortisol, yakni hormon yang di produksi saat stres. Waktu tubuh menghasilkan hormon stres seperti seperti kortisol serta adrenalin dengan cara terus-terusan, system syaraf serta pankreas bakal cepat capek, hingga menyebabkan rasa lapar serta menambah kandungan gula dalam darah.

Seluruhn aspek inilah bikin kita makin susah menjaga berat tubuh sehat serta susah menjaga kandungan gula dalam darah. Walau sebenarnya persoalan keunggulan berat tubuh ialah satu diantara pemicu utama diabetes. Juga, menurut riset yang dikerjakan University of Utah bahwasanya tidur kurang dari 6 jam tiap-tiap malam bakal menambah kemungkinan diabetes sampai 34 %.

Dengan cara umum manusia dewasa memerlukan saat tidur pada 7 sampai 9 jam satu hari. Satu diantara parameter untuk mengukur apakah mutu tidur kita sehat atau tak ialah keadaan di waktu bangun tidur pada pagi hari, apakah tubuh kita jadi fresh bugar serta tak mengantuk di siang hari. Bila waktu bangun tidur Anda terasa fresh, itu bermakna mutu tidur Anda sehat, begitupula sebaliknya, bila bangun tidur, Anda terasa lemas serta tak bertenaga, hmmm, waktunya melakukan perbaikan mutu tidur Anda.

Ada berbagai jalan untuk melakukan perbaikan mutu tidur kita, dimulai dari :
membatasi konsumsi kafein serta nikotin,
hindari alkohol semacam alat bantu tidur,
terasa rileks sebelum saat saat tidur,
menjaga ketenangan serta sinar kamar tidur, dan upayakan untuk tak melihat TV atau makan di kamar tidur.

Hidup ialah pilihan. Kesehatan ialah satu diantara aset yang perlu dirawat, agar jangan kita ikhlas tak tidur, mengorbankan kesehatan untuk menguber keberhasilan materi.