" SELAMAT DATANG DI ALIKHLASMUSHOLAKU.TOP, FORUM BELAJAR, BERBAGI & SOLUSI TENTANG ISLAM "

Komentar Facebooker

alikhlasmusholaku.blogspot.com ini bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam

Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015

BINTANG 5

luar biasa rating 5 bintang, terima kasih banyak

Dikirim oleh alikhlasmusholaku.blogspot.com pada 5 April 2016

Kamis, 08 Oktober 2015

Harta Pemberian Orang Tua

Ya ALLAH..., Ya RAHMAN.....,Ya RAHIM 
Muliakanlah orang yang membaca dan membagikan status ini 
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid 
Lapangkanlah hatinya 
Bahagiakanlah keluarganya 
Luaskan rezekinya seluas lautan 
Mudahkan segala urusannya 
Kabulkan cita-citanya 
Jauhkan dari segala Musibah 
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,
Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar. 
Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang 
membaca dan membagikan status ini. 
Aamiin ya Rabbal'alamin

I REALLY LIKE THIS LINK


Bagikan lewat WHATSAPP yuk !!!!!!!



Thu, 10 April 2008 23:15 - | Dibaca 2.239 kali | Bidang mawaris
Assalamu 'Alaikum,
Pak Ustad, Ayah saya memberikan kepada saya sebidang tanah 120 m berikut rumah, tidak terlalu besar namun nyaman dan asri. Waktu itu status saya janda dengan anak laki-laki 1 orang. Sekarang saya sudah menikah lagi dengan seorang pria bujangan (belum dikaruniai anak ).
Yang ingin saya tanyakan adalah, "Apabila saya meninggal terlebih dahulu, bolehkah anak laki-laki saya mendapatkanrumah tersebut?"
"Apabila di kemudian hari, suami saya memiliki harta kemudian suami meninggal terlebih dahulu dan tidak memiliki anak, bagaimana cara pembagian harta peninggalan suami?"
Terima kasih banyak atas perhatian dan jawabannya. Wassalam.
Untuk menghitung ahli waris sesuai hukum islam klik tautan ini : KALKULATOR WARIS ONLINE

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Apabila anda meninggal dunia, maka yang akan jadi ahli waris anda adalah:
1. Suami Anda
Sebagai suami, beliau akan mendapat harta warisan dari diri anda dengan nilai 1/4 bagian dari total semua harta anda. Sebenarnya bila anda tidak punya anak kandung, suami anda punya yang lebih besar lagi, yaitu 1/2 (50%) dari total harta anda.
2. Ayah anda dan ibu anda
Tentunya hanya bila keduanya masih hidup saat suami anda meninggal dunia. Masing-masing akan mendapat 1/6 dari total harta yang suami Anda tinggalkan. Tapi kalau keduanya sudah meninggal ketika suami anda meninggal, jatah mereka hangus.
3. Anak Laki-laki Anda
Yang dimaksud dengan anak Anda adalah anak yang anda lahirkan sendiri, bukan anak suami anda. Anak suami anda justru tidak akan mendapat warisan dari diri anda. Tapi nanti dia akan mendapat warisan dari ayahnya.
Nilainya adalah sisa dari yang telah sebelumnya diambil oleh Anda dan ayah ibu suami anda, kalau memang keduanya ada (masih hidup). Tapi kalau keduanya sudah tidak ada, berarti anak laki-laki anda akan mendapat 3/4 harta anda.

Bila Suami Meninggal Dunia
Dan apabila suami Anda yang meninggal dunia, maka ahli warisnya tidak jauh beda dengan Anda, tapi dilihat dari sudut pandang suami Anda.
1. Anda sebagai isteri
Sebagai isterinya, anda pasti mendapat hak waris. Besarnya 1/4 bagian dari total harta pribadi suami. Kok anda mendapat 1/4?
Karena suami anda itu tidak punya anak dari dirinya sendiri. Anak anda kan itu anak Anda dengan suami anda terdahulu, bukan dari suami yang sekarang.
Jadi hitungannya, suami anda itu sebenarnya tidak punya anak. Maka orang yang tidak punya anak sebagai ahli waris, isterinya akan mendpat 1/4 bagian.
Tapi anak anda sendiri justru tidak akan mendapat warisan dari suami anda. Karena anak itu bukan anak suami anda.Alasannya, sebagai 'orang lain' dia bukan ahli waris.
2. Ayah dan Ibu dari suami anda
Ketentuannya sama dengan di atas, bila keduanya masih hidup saat suami anda meninggal dunia. Masing-masing akan mendapat 1/6 dari total harta yang suami Anda tinggalkan. Tapi kalau keduanya sudah meninggal ketika suami anda meninggal, jatah mereka hangus.
Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum waramatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc

Rasulullah SAW bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)



TETAPLAH MEMBERI NASEHAT, WALAUPUN ENGKAU SENDIRI BANYAK KEKURANGAN


✍🏻 Al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbaly rahimahullah berkata:

لو لم يعظ إلا معصوم من الزلل، لم يعظ الناس بعد رسول الله صلى الله عليه وسلم أحد، لأنه لا عصمة لأحد بعده.

"Seandainya tidak boleh memberi nasehat kecuali seseorang yang terjaga (ma'shum) dari kekurangan, niscaya tidak akan ada seorang pun yang menasehati orang lain selain Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, karena tidak ada yang ma'shum selain beliau."

Lathaiful Ma'arif, hlm. 19



Klik untuk link ke : alikhlasmusholaku.top #Konten Islami dari berbagai sumber #Islamic content from various sources #


Bagikan dengan cara klik tombol Facebook, twitter, Goggle+, Pinterest, Blogger, Email dibawah ini  :